ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan bisnis dunia kecantikan semakin populer seiring berjalannya waktu. Disamping itu, antusiasme masyarakat terhadap kesadaran perawatan diri terus meningkat. Hadirnya layanan estetika di wilayah Samarinda Seberang dari Klinik Pratama 88 (Poli Kecantikan) menjadi bidang usaha bisnis yang potensional. Posisi strategis ini memberikan peluang bisnis yang besar di wilayah tersebut mengingat belum banyaknya pesaing dengan bidang layanan estetika berbasis medis. Konsep perencanaan strategi didasari oleh analisa SWOT yang meliputi variabel kekuatan (strenghts), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (treaths). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis SWOT melalui penilaian internal (IFAS) dan eksternal (EFAS) dalam menentukan perencanaan strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisi kenyataan Poli Kecantikan Klinik 88. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian non-experimental dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi responden berupa usia, jenis kelamin, dan sumber informasi promosi, serta analisis deskriptif yang diuraikan dalam bentuk tabel kuadran koordinat titik pertemuan antara nilai IFAS dan EFAS dalam memberikan analisis strategi yang tepat bagi Poli Kecantikan Klinik 88. Uji instrumen dilakukan untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner sebelum diberikan kepada responden.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2025•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Optimal drug management and drug inventory control can minimize costs and the number of orders in the next planning period. The purpose of this study was to evaluate drug management in the Pharmacy Installation of Harapan Insan Sendawar Hospital with SWOT analysis improvement strategies. The research design was descriptive based on retrospective and concurrent data. All quantitative data were compared with the indicators of The Depkes RI(2008), WHO (1993),and Pudjaningsih in Satibi (2022). Furthermore, qualitative analysis was carried out with a SWOT approach as an alternative improvement strategy in the Pharmacy Installation based on quantitative data output and internal capital and external influences. The results of the study that meet the standards are: the level of drug availability (15.6 months) and the average prescription service time (non-compoundedprescription 23.37 minutes & prescription 39.8 minutes). Results that did not meet the standard were: percentage of stock card matches with drugs (94.73%), inventory turnover ratio (2.22 times), percentage of expired drugs (4.7%), percentage of dead stock (8.97%), number of drug items per prescription sheet (3.57 items), percentage of generic drug prescriptions (76.25%).SWOT analysis of the pharmacy installation falls within the first quadrant, namely focusing on development, improving services andestablishing cooperation.The conclusion drawn is that pharmacy installations can adopt aggressive strategies by enhancing the development of management information systems to optimize inventory control.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk membandingkan strategi pengembangan instalasi farmasi di RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow, RSUD dr. Harjono Ponorogo, dan RSUD Sayang Rakyat Makassar. Rumah sakit adalah lembaga pelayanan publik yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang dituntut untuk menyediakan layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Satu-satunya divisi rumah sakit yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengendalian seluruh sediaan farmasi serta perbekalan kesehatan lain yang beredar dan digunakan di rumah sakit adalah instalasi farmasi rumah sakit (IFRS). Seiring dengan bertambah tingginya tuntutan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, maka instalasi farmasi rumah sakit perlu membuat strategi-strategi dengan melakukan analisis lingkungan baik internal maupun eksternal yang dikenal dengan analisis SWOT. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari dua jurnal penelitian. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah literatur ilmiah yang terkait.