ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selutui Puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat obat yang secara empiris digunakan oleh suku Dayak Desa Karangan Kecamatan Mook Manar Bulant dengan memanfaatkan air rebusan daun selutui puka sebagai obat sakit gigi dan sariawan, getahnya dapat diminum sebagai obat tumor dan dioles untuk mengobati penyakit kudis dan kulit melepuh. Adanya beberapa manfaat dari tumbuhan selutui puka yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat tradisional, sehingga perlu dilakukan karakterisasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik spesifik dan non spesifik ekstrak daun selutui puka. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimen. Objek penetian adalah karakteristik ekstrak etanol daun selutui puka meliputi parameter spesifik : organoleptik ekstrak, kandungan senyawa metabolit sekunder, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol dan parameter non spesifik : kadar abu, kadar air, kadar abu tidak larut asam, total kapang, cemaran mikroba, bobot jenis. Tahapan penelitian meliputi identifikasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi dan karakterisasi ekstrak. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dari objek yang akan diteliti
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN EKSTRAK DAUN GINJE (Thevetia peruviana) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ABSTRAK Daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun ginje (Thevetia peruviana) merupakan tumbuhan berfamili Apocynaceae. Kedua tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai pengobatan, khususnya pada bagian kulit. Studi literatur ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun ginje terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti KTI (Karya Tulis Ilmiah) dan skripsi. Objek penelitiannya adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun ginje terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur yang ada. Ekstrak daun ginje memiliki zona hambat yang lebih besar daripada ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun ginje memiliki zona hambat maksimum 6,45 mm dengan daya hambat kategori kuat. Ekstrak etanol daun selutui puka memiliki zona hambat secara berurutan 6,09 mm, 6,24 mm, dan 6,25 mm yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun madle mara (Tabernaemontana heyneana Wall.) merupakan tumbuhan bergenus Tabernaemontana dan anggota familia Apocynaceae. Kedua tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai pengobatan, khususnya pada bagian kulit. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun madle mara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti KTI (Karya Tulis Ilmiah). Objek penelitiannya adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun madle mara terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur yang ada. Ekstrak metanol daun madle memiliki zona hambat yang lebih besar daripada ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak metanol daun madle mara memiliki zona hambat maksimum 12,66 ± 0,57 mm dengan daya hambat kategori kuat. Ekstrak etanol daun selutui puka memiliki zona hambat secara berurutan 6,09 mm, 6,24 mm, dan 6,25 mm yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan Bintaro (Cebera odollam Gaertn) merupakan tumbuhan berfamili apocynaceae. Secara empiris daun selutui puka memiliki khasiat sebagai obat sakit gigi dan daun bintaro berkhasiat sebagai penyembuh luka. Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun bintaro terhadap bakteri staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan karya tulis ilmiah. Objek penelitian gambaran aktivitas antibakteri ekstrak daun selutui puka dan ekstrak daun bintaro terhadap bakteri staphylococcus aureus. Data yang digunakan dalam studi ini ialah kosentrasi yang di gunakan untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dari data yang disajikan, diketahui aktivitas antibakteri ekstrak daun selutui puka pada kosentrasi 5%, 10% dan 15% dengan menggunakan metode difusi kertas cakram memiliki daya hambat berturut-turut sebesar 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm dengan katagori daya hambat sedang sedangkan daya hambat ekstrak daun bintaro pada kosentrasi 4% dengan menggunakan metode dilusi padat lebih kecil dengan katagori daya hambat minimum.