ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Efek buruk akibat sinar matahari sekarang lebih berbahaya dikarenakan berkurangnya lapisan ozon pada atmosfir bumi dan dapat menyebabkan eritema (kemerahan) pada kulit, pigmentasi yang berlebihan penebalan sel tanduk dan aging (penuaan dini). Kulit area bibir memiliki tekstur yang tipis dan cenderung lebih halus membuat area ini rentan terhadap sinar UV, cara mengatasinya dengan menggunakan sediaan tabir surya. Bahan dari alam memiliki potensi untuk melindungi kulit dari sinar matahari salah satu yang memiliki potensi tabir surya ialah lemak tengkawang dan lignin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah lemak tengkawang-lignin dapat diformulasikan ke dalam sediaan lip cream dan mengetahui nilai SPF dari lip cream lemak tengkawang-lingnin. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah formulasi sediaan lip cream lemak tengkawang-lignin terhadap nilai SPF. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi lemak tengkawang-lignin dalam formulasi lip cream, variabel terikat adalah nilai SPF dari lip cream lemak tengkawang-lignin dan variabel kontrol adalah evaluasi fisik dan tempat pengambilan sampel. Lip cream dibuat dalam 4 formulasi dengan konsetrasi lemak tengkawang –lignin yang sudah dicampur yaitu 5%, 10% dan 15% dan evaluasi lip cream meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya oles, daya sebar, daya lekat, pH dan SPF.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi merupakan salah satu penyebab penyakit kulit yang sering terjadi. Bakteri Staphylococcus epidermidis merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi kulit ringan yang disertai dengan pembentukan abses. Bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi adalah Pseudomonas aeruginosa. Spesies bakteri ini merupakan salah satu penyebab infeksi kulit pada penderita dengan neoplastik, ecthyma gangrenosum, luka dan luka bakar yang berat. Infeksi kulit akibat mikroorganisme dapat diatasi dengan pemberian obat antimikroba. Penelitian tentang bahan yang berpotensi sebagai bahan antimikroba memiliki hubungan dalam menemukan adanya nilai KHM dan KBM pada sampel. Lignin tandan kosong kelapa sawit (TKKS) diduga memiliki kandungan fenolik seperti lignin dari tanaman lain sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan antimikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibakteri lignin TKKS terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa secara in vitro. Metode yang digunakan yaitu metode difusi cakram dan metode dilusi dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20% dan 30%. Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam tabel memuat data zona hambat, KHM dan KBM sampel uji. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, diketahui lignin TKKS memiliki kandungan alkaloid dan flavonoid pada uji skrining fitokimia. Selain itu, lignin TKKS juga memiliki zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa dimulai dari konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Kemudian KHM lignin TKKS dimulai dari konsentrasi 10% dan tidak adanya KBM pada variasi konsentrasi dibawah 30% terhadap kedua bakteri uji. Berdasarkan analisis data menggunakan metode Post Hoc Test, membuktikan bahwa terdapat perbedaan daya hambat pada konsentrasi 10%, 20 dan 30%.