ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radikal bebas yang berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan stres oksidatif, yang memicu berbagai penyakit degeneratif. Metabolit sekunder seperti yang ditemukan pada bunga rosela diketahui berpotensi memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) segar dan kering menggunakan metode DPPH. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi bunga rosela adalah maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarutnya. Kadar antioksidan dalam bunga rosela ditentukan dengan spektrofotometri UV-Vis menggunakan pereaksi DPPH dengan parameter IC50. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa artikel penelitian. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif yang mencakup data kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel untuk menggambarkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela segar dan kering. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela segar lebih tinggi daripada ekstrak etanol bunga rosela kering. Dilihat dari nilai IC50 ekstrak etanol bunga rosela segar dan kering yang mampu menangkal radikal 50% berturut-turut sebesar 212,11 ppm dan 581,5 ppm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dan dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh, penyakit degeneratif dan penuaan dini. Terpapar radiasi ultraviolet, terpapar polusi, asap rokok, gaya hidup dan asupan makanan yang buruk, metabolisme sel yang tidak normal, dan kekurangan nutrisi adalah semua faktor yang dapat menyebabkan radikal bebas. Kerusakan sel yang diakibatkan serangan radikal bebas dari luar yaitu penuaan dini. Penuaan dini, biasanya ditandai dengan kondisi kulit yang kering, bersisik, kasar, dan disertai munculnya keriput dan noda hitam atau flek Antioksidan bekerja dengan cara menetralisir radikal bebas, sehingga antioksidan bisa memperlambat proses penuaan, mencegah kerusakan tubuh, dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui kadar konsentrasi aktivitas antioksidan dalam bunga telang dari 10 penelitian yang telah dilakukan dengan metode DPPH. Metode yang digunakan pada studi literatur ini adalah metode Systematic Review (SR) atau Systematic Literature Review (SLR). Hasil aktivitas antioksidan dari 10 penelitian yang telah di review adalah ada 4 penelitian menggunakan pelarut 70% dengan rentang nilai IC50 9,44 ppm – 74,22 ppm termasuk kategori aktivitas antioksidan kuat - sangat kuat, 1 penelitian menggunakan pelarut etanol 80% dengan nilai IC50 87,86 ppm kategori aktivitas antioksidan kuat, 2 penelitian menggunakan pelarut etanol 96% dengan rentang nilai IC50 26,10 ppm – 38,59 ppm kategori aktivitas antioksidan sangat kuat, serta 3 penelitian menggunakan pelarut metanol dengan rentang nilai IC50 27,75 ppm – 95,30 ppm kategori aktivitas antioksidan kuat - sangat kuat. Adapun aktivitas antioksidan yang termasuk kategori sangat kuat mempunyai nilai IC50 26,10 ppm dan aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat mempunyai nilai IC50 95,30 ppm.