ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan anitibotik profilaksis pada pasien sectio caesarea atau pasien bedah sesar di beberapa Rumah Sakit. Antibiotik profilaksis adalah antibiotik digunakan bagi pasien yang belum terkena infeksi, tetapi diduga mempunyai peluang besar untuk mendapatkannya, atau bila terkena infeksi dapat menimbulkan dampak buruk bagi pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek dari penelitian ini pasien sectio caesarea di rumah sakit. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, meringkas, dan menarik kesimpulan dari data yang didapat dilakukan secara benar. Analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data yang telah di dapat dari jurnal yang akan di teliti. Berdasarkan hasil studi literatur, antibiotik profilaksis yang digunakan pada Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB adalah sefotaksim, seftriakson, dan ampisilin. Pada Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo antibiotik profilaksis yang digunakan adalah sefazolin dan seftrikason. Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang antibiotik profilaksis yang digunakan adalah sefotaksim dan seftriakson. Dengan rute pemberian secara intra vena (IV). Dan waktu pemberian 30 menit sebelum sectio caesarea.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di rumah sakit. Sectio caesarea (SC) berasal dari bahasa latin caedere yang berarti memotong atau mengiris yang mengacu pada tindakan pembedahan untuk melahirkan bayi dengan membuka dinding perut dan rahim ibu. Risiko yang mungkin terjadi setelah persalinan dengan operasi sectio caesarea adalah infeksi. Antibiotik profilaksis dianjurkan pada persalinan bedah sesar karena dapat mengurangi kejadian infeksi yang disebabkan oleh kuman pada saat operasi. Objek penelitian yaitu penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di rumah sakit. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul yaitu data demografi pasien dan data penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar (sectio caesarea) di RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dan RSUD Provinsi NTB. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis antibiotik profilaksis yang terbanyak digunakan pada kasus sectio caesarea dirumah sakit adalah antibiotik dosis tunggal yaitu seftriakson yang termasuk golongan sefalosporin generas ketiga. Selain itu juga digunakan antibiotik ampisilin, sefazolin dan sefotaksim. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa antibiotik profilaksis yang paling banyak dan sering digunakan adalah antibiotiik golongan sefalosporin yaitu sefazolin dan seftriakson.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Antibiotik merupakan obat yang berfungsi menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme sebagai pencegahan dan penanganan terhadap infeksi mikroba. Antibiotik profilaksis dianjurkan pada persalinan SC karena dapat mencegah atau mengurangi kejadian infeksi yang disebabkan oleh kuman staphylococcus aureus pada saat operasi, penggunaan antibiotik profilaksis terbukti efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk medapatkan gambaran mengenai profil penggunaan antibiotika profilaksis sectio caesarae di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah Jurnal Ilmiah, Buku Prosiding Seminar Kefarmasian, dan Karya Tulis Ilmiah. Tahapan penelitian berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu penggunaan antibiotika profilaksis pada kasus sectio caesarae di rumah sakit. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis antibiotik profilaksis tertinggi yang digunakan pada kasus SC di rumah sakit merupakan antibiotik golongan sefalosporin dalam bentuk tunggal. Selain itu juga digunakan antibiotik profilaksis kombinasi diantaranya yaitu gentamisin dan seftriakson, amoksisilin dan klavulanat serta ampisilin dan sulbaktam. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa antibiotik profilaksis yang paling banyak dan sering digunakan adalah antibiotik golongan sefalosporin yaitu seftriakson dan sefotaksim.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan studi literatur adalah untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada kasus Sectio Caesarae di rumah sakit. Sectio Caesarea (SC) adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Pemberian antibiotik profilaksis merupakan upaya untuk mencegah terjadinya infeksi. Penggunaan antibiotika profilaksis terbukti mampu menurunkan risiko infeksi pasca bedah secara signifikan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah yang terkait. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan kesesuaiannya dengan standar pemberian antibiotik profilaksis Berdasarkan hasil studi literatur menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit menggunakan antibiotik sefalosporin generasi III pada penggunaan antibiotika profilaksis untuk kasus Sectio Caesarae. Hasil evaluasi kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien SC dibandingkan dengan standar pemberian antibiotik yang direkomendasikan oleh Pedoman Dasar Farmakologi dan Terapi menurut Goodman & Gilman, Permenkes Nomor 2406 tahun 2011 tentang panduan umum penggunaan antibiotik serta SIGN: Antibiotik Prophylaxis in Surgery (2014) dan WHO (2015), dapat disimpulkan bahwa tidak tepat obat dan dosis, namun tepat cara dan waktu pemberian