PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KECAMATAN TENGGARONG
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat, namun kenyataannya masih banyak pasien yang tidak patuh sehingga meningkatkan risiko kegagalan terapi. Dukungan keluarga adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepatuhan minum obat, karena keluarga berperan sebagai pengingat, motivator, dan pendamping selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru di Puskesmas Kecamatan Tenggarong. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan prospektif. Sampel penelitian adalah 60 pasien TB paru yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner demografi, kuesioner dukungan keluarga, dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk menilai kepatuhan pasien. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik (95%) dan memiliki tingkat kepatuhan tinggi (86,67%) dengan hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan (P-value = 0,000), begitu juga hasil analisis multivariat Principal Component Analysis (PCA) dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan memiliki korelasi positif.