Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: tumbuhan obat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ETNOFARMASI PENGGUNAAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL SUKU DAYAK BAHAU DI DESA UJOH BILANG KECAMATAN LONG BAGUN KABUPATEN MAHAKAM ULU

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan obat dan cara pengobatan tradisional menggunakan bahan alam dari suatu etnis merupakan bagian dalam bidang etnofarmasi, obat tradisional yang ada di Indonesia merupakan warisan budaya negara, baik yang tumbuh liar atau yang ditanam sendiri perlu teliti, digali dan dikembangkan untuk dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dalam bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan apa saja yang digunakan, cara memperolah, cara pengolahan dan bagain tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau Desa di Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif menggunakan teknik Snowball sampling. Objek penelitian yang digunakan adalah semua jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan dan digunakan oleh Masyarakat suku Dayak Bahau di Desa Ujoh Bilang. Wawancara dilakukan secara semi struktur menggunakan tipe pertanyaan open-ended. Penelitian kuantitatif dianalisis menggunakan analisis data Use Value (UV), Informant Concensus Factor (ICF) dan Fidelity Level (FL). Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan tentang tumuhan obat. Variabel terikat pada penelitian ini adalah manfaatan tumbuhan obat yang digunakan oleh suku Dayak Bahau di Desa Ujoh Bilang. Hasil penelitian menunjukan 8 informan dengan wawancara, didapatkan 32 jenis tumbuhan obat. Bagian tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau di desa Ujoh Bilang yaitu bunga, buah, akar, rimpang, batang dan bagian terbanyak adalah daun dengan presentase sebesar 62,50% (20 jenis tumbuhan). Cara pengolah tumbuhan obat yang umum digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau adalah direbus sebanyak 46,88% (15 jenis tumbuhan) dan cara penggunaan tumbuhan obat terbanyak yaitu diminum 84,38% (27 jenis tumbuhan). Nilai Uv tertinggi terdapat pada tumbuhan akar kuning, brotowali, pasak bumi, temulawak dan bajakah. Nilai ICF tertinggi terdapat pada kategori penyakit infeksi mikroorganisme dan neolplasia. Tumbuhan yang memiliki nilai FL tertinggi adalah akar kuning (100%) dan brotowali (87,5%).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Suku Dayak Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Etnofarmasi merupakan bagian dari ilmu yang mempelajari penggunaan dan pengobatan obat untuk kelompok etnis atau kelompok tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan, bagian tumbuhan, cara penggunaan tumbuhan, dan khasiat tumbuhan yang digunakan masyarakat suku Dayak Basap. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif menggunakan tekhnik Snowbal sampling. Objek penelitian adalah penggunaan tumbuhan obat oleh suku Dayak Basap.Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan tentang tumbuhan obat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL TUMBUHAN OBAT SUKU MYRTACEAE

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol tumbuhan obat dari suku myrtaceae. Tumbuhan yang berasal dari suku myrtaceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa genus tumbuhan suku myrtaceae sengaja dibudidayakan untuk kepentingan ekonomi dan penelitian ilmiah dan beberapa spesiesnya seperti jambu bol, salam, jamblang, dewandaru dan karamunting diketahui mengandung senyawa antioksidan alami yaitu senyawa golongan fenolik seperti flavonoid dan tanin serta golongan alkaloid, minyak atsiri dan saponin. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil telaah studi literatur, didapatkan bahwa aktivitas antioksidan dari beberapa tanaman obat suku myrtaceae memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong kuat. Nilai IC50 Ekstrak metanol daun dewandaru (22,329 ppm), jambu bol (22,598 ppm) salam (32,549 ppm) dan karamunting (59,66 ppm) memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sangat kuat sampai kuat. Daun jamblang (162,197ppm) termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan lemah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail