ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi boraks pada bakso dengan metode uji nyala dan kertas kunyit. Boraks merupakan zat pengawet berbahaya yang tidak diizinkan digunakan sebagai campuran bahan makanan. Kenyataannya masih banyak produsen makanan yang menggunakan bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan. Bila tertelan senyawa ini dapat menyebabkan efek negatif pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Ada beberapa metode dalam identifikasi boraks diantaranya dengan metode uji nyala dan kertas kunyit (tumerik). Penelitian ini merupakan studi literatur dengan tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan pemilahan jurnal ilmiah, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan secara deskriptif.
Kata Kunci: Bakso, Boraks, Kertas Kunyit, dan Metode Uji Nyala
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BORAKS PADA CINCAU HITAM MENGGUNAKAN UJI NYALA DAN KERTAS KUNYIT ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifiasi boraks pada cincau hitam menggunakan uji nyala dan uji kertas kunyit. Tanaman cincau hitam (Mesona palustris BL) dikenal sebagai salah satu tanaman herbal, yang sering diolah menjadi bahan makanan tradisional berbentuk gel berwarna hitam kecoklatan. Cincau hitam dikenal memiliki khasiat sebagai antioksidan, penurun panas dalam, batuk, diare, mual (morning sickness), menurunkan tekanan darah, dan mencegah gangguan pencernaan. Senyawa boraks ini diketahui dapat memberikan tekstur kenyal dan mengawetkan produk pangan. Menurut Permenkes RI No. 33/2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, menyatakan bahwa boraks masuk dalam daftar bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, menggunakan data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan penyuntingan data, penyajian data serta penarikan simpulan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa boraks pada cincau hitam dapat diidentifikasi menggunakan uji nyala (terbentuk nyala api hijau) dan uji kertas kunyit (terbentuk warna merah bata/kecoklatan). Hasil identifikasi menunjukkan adanya beberapa sampel cincau hitam yang positif mengandung boraks.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji kualitatif boraks pada tahu menggunakan uji nyala api dan uji kertas kunyit. Tahu merupakan salah satu produk pangan olahan dari sari kacang kedelai yang tidak dapat disimpan lama, karena memiliki kandungan air yang tinggi. Beberapa produsen tahu yang tidak bertanggung jawab menambahkan bahan pengawet sintetik, dalam proses produksinya. Salah satu bahan sintetik yang digunakan adalah boraks. Pemakaian boraks pada makanan termasuk tahu perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis studi literatur, yang dilakukan dengan menelaah jurnal ilmiah yang terkait dengan objek penelitian. Tahap penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, menyajikan data dalam bentuk tabel deskriptif serta menarik simpulan. Berdasarkan studi literatur dari penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa hasil uji kualitatif tahu menggunakan uji nyala api dan kertas kunyit tidak menemukan sampel tahu yang mengandung boraks.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Boraks sering kali disalahgunakan sebagai pengenyal dan pengawet dalam pembuatan berbagai macam makanan salah satunya seperti lontong. Penggunaan boraks dalam waktu lama dan jumlah banyak dapat menyebabkan gangguan otak, hati dan ginjal. Jenis penelitian ini menggunakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui hasil dari identifikasi boraks terhadap lontong dengan menggunakan kertas kurkumin dan uji nyala api. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kualitatif dengan metode kertas kurkumin dan uji nyala api memiliki kualitas pengujian sama nilainya untuk identifikasi boraks pada lontong. Dibuktikan oleh penelitian sebelumnya pada sampel lontong yang diidentifikasi hanya 1 sampel yang positif mengandung boraks, dimana memberikan hasil yang serupa pada metode kertas kurkumin dan uji nyala api. Pada uji nyala api yang menunjukkan terjadi nyala hijau diikuti pula metode kertas kurkumin yang menunjukkan terbentuk warna merah kecokelatan untuk sampel positif boraks.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Boraks banyak disalahgunakan dalam pembuatan berbagai macam makanan seperti bakso, mie basah, siomay, lontong, ketupat, pangsit, dan lemper. Boraks digunakan oleh pedagang atau produsen yang curang sebagai pengawet pada makanan dan membuat makanan menjadi lebih kenyal. Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui hasil identifikasi boraks pada pentol bakso menggunakan perbandingan metode yaitu metode uji nyala api dan uji warna kertas tumerik. Hasil studi literatur dari kelima jurnal yang ditelaah terdapat 2 penelitian pada jurnal yang menunjukkan bahwa 3 sampel pentol bakso dari 10 sampel dan 1 sampel dari 7 sampel pentol bakso positif mengandung boraks yang ditunjukkan dengan pada uji nyala api menghasilkan warna nyala hijau dan pada uji warna kertas tumerik menghasilkan warna merah kecoklatan dan pada 3 penelitian lainnya hasil identifikasi boraks pada pentol bakso yaitu negatif yang ditunjukkan dengan warna nyala api tidak berwarna hijau dan tidak adanya perubahan warna pada kertas tumerik (tetap berwarna kuning).