Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NATALIA

11 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 12022: 42021: 12018: 1

Gambaran Efektivitas Strategi Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) Dalam Penanggulangan Tuberkulosis Melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Indonesia. Strategi DOTS menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan TBC yang menekankan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana, serta keterlibatan tenaga kesehatan untuk memastikan diagnosis dan pengobatan TB yang cepat. Fasilitas pelayanan kesehatan juga berperan penting dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kasus TBC secara terpadu dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan efektivitas strategi DOTS dalam penanggulangan tuberkulosis melalui penggunaan SITB di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-experimental metode deskriptif. Rancangan penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah Tenaga Kesehatan yang bertugas dalam pengelolaan program TBC di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Analisis data pada pengujian ini disusun dan disajikan dalam bentuk narasi atau naskah, dan tabel.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK PALA (Myristica fragrans) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Cutibacterium acnes DAN Staphylococcus epidermidis PENYEBAB JERAWAT (acne vulgaris )

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jerawat (acne vulgaris) merupakan salah satu penyakit kulit yang sering dikaitkan dengan pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai antibakteri adalah minyak pala (Myristica fragrans) karena mengandung berbagai senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta konsentrasi hambat minimum (KHM) minyak pala terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis pada berbagai konsentrasi. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan metode difusi sumuran. Minyak pala diuji pada konsentrasi 5%, 10%, 25%, dan 50%. Klindamisin 0,1% digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat diukur menggunakan jangka sorong dan dianalisis menggunakan SPSS melalui uji normalitas, homogenitas, One-Way Analysis of Variance (ANOVA), dan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak pala mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri pada seluruh konsentrasi yang diuji. Konsentrasi hambat minimum (KHM) minyak pala terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis diperoleh pada konsentrasi 5%. Rata-rata diameter zona hambat terhadap Cutibacterium acnes berturut-turut sebesar 2,00 mm, 5,56 mm, 8,89 mm, dan 13,22 mm, sedangkan terhadap Staphylococcus epidermidis berturut-turut sebesar 0,22 mm, 3,89 mm, 8,44 mm, dan 12,22 mm. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi p 0,05 pada kedua bakteri, sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok konsentrasi. Uji lanjut LSD menunjukkan seluruh kelompok perlakuan berbeda signifikan (p 0,05). Disimpulkan bahwa minyak pala memiliki aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis, dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 5%, serta aktivitas penghambatannya meningkat seiring bertambahnya konsentrasi.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK PALA (Myristica fragrans) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Cutibacterium acnes DAN Staphylococcus epidermidis PENYEBAB JERAWAT (acne vulgaris )

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jerawat (acne vulgaris) merupakan salah satu penyakit kulit yang sering dikaitkan dengan pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai antibakteri adalah minyak pala (Myristica fragrans) karena mengandung berbagai senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta konsentrasi hambat minimum (KHM) minyak pala terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis pada berbagai konsentrasi. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan metode difusi sumuran. Minyak pala diuji pada konsentrasi 5%, 10%, 25%, dan 50%. Klindamisin 0,1% digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat diukur menggunakan jangka sorong dan dianalisis menggunakan SPSS melalui uji normalitas, homogenitas, One-Way Analysis of Variance (ANOVA), dan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak pala mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri pada seluruh konsentrasi yang diuji. Konsentrasi hambat minimum (KHM) minyak pala terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis diperoleh pada konsentrasi 5%. Rata-rata diameter zona hambat terhadap Cutibacterium acnes berturut-turut sebesar 2,00 mm, 5,56 mm, 8,89 mm, dan 13,22 mm, sedangkan terhadap Staphylococcus epidermidis berturut-turut sebesar 0,22 mm, 3,89 mm, 8,44 mm, dan 12,22 mm. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi p 0,05 pada kedua bakteri, sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok konsentrasi. Uji lanjut LSD menunjukkan seluruh kelompok perlakuan berbeda signifikan (p 0,05). Disimpulkan bahwa minyak pala memiliki aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis, dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 5%, serta aktivitas penghambatannya meningkat seiring bertambahnya konsentrasi.

Gambaran Efektivitas Strategi Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) Dalam Penanggulangan Tuberkulosis Melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Indonesia. Strategi DOTS menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan TBC yang menekankan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana, serta keterlibatan tenaga kesehatan untuk memastikan diagnosis dan pengobatan TB yang cepat. Fasilitas pelayanan kesehatan juga berperan penting dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kasus TBC secara terpadu dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan efektivitas strategi DOTS dalam penanggulangan tuberkulosis melalui penggunaan SITB di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-experimental metode deskriptif. Rancangan penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah Tenaga Kesehatan yang bertugas dalam pengelolaan program TBC di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Analisis data pada pengujian ini disusun dan disajikan dalam bentuk narasi atau naskah, dan tabel.

????????????? ????????. ??????????? Materia Medica. ??????????

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ÐÐμÐoаÑÑÑÐ2ÐμÐ1⁄2Ð1⁄2ÑÐμ ÑÑаÐ2Ñ Ð ̧зР́аÐ2Ð1⁄2а пÑÐ ̧Ð2лÐμÐoаÑÑ Ð2Ð1⁄2Ð ̧Ð1⁄4аÐ1⁄2Ð ̧Ðμ Ð1⁄4Ð1⁄2Ð3⁄4Ð3Ð ̧Ñ Ð»ÑÐ ́ÐμÐ1. ТÑаР́Ð ̧ÑÐ ̧Ð3⁄4Ð1⁄2Ð1⁄2Ð3⁄4 Ð1⁄2а Ð1⁄2Ð ̧Ñ ÑÐ1⁄4Ð3⁄4ÑÑÑÑ ÐoаÐo Ð1⁄2а паÐ1⁄2аÑÐμÑ, ÐoÐ3⁄4ÑÐ3⁄4ÑÐ°Ñ Ð1⁄2Ðμ Ð1⁄4Ð3⁄4жÐμÑ Ð1⁄2аÐ2ÑÐμÐ ́Ð ̧ÑÑ. ÐÐ ́Ð1⁄2аÐoÐ3⁄4 ÑÑÐ3⁄4 Ð3⁄4ÑÐ ̧бÐ3⁄4ÑÐ1⁄2Ð3⁄4Ðμ Ð1⁄4Ð1⁄2ÐμÐ1⁄2Ð ̧Ðμ. СÐ3⁄4Ð2ÑÐμÐ1⁄4ÐμÐ1⁄2Ð1⁄2ÑÐμ Ð ̧ÑÑлÐμÐ ́Ð3⁄4Ð2аÐ1⁄2Ð ̧Ñ Ð¿Ð3⁄4ÐoазÑÐ2аÑÑ, ÑÑÐ3⁄4 лÐμÐoаÑÑÑÐ2ÐμÐ1⁄2Ð1⁄2ÑÐμ пÑÐμпаÑаÑÑ Ð ̧Ð1⁄4ÐμÑÑ Ð1⁄2Ðμ ÑÐ3⁄4лÑÐoÐ3⁄4 пÐ3⁄4лÐ3⁄4жР̧ÑÐμлÑÐ1⁄2ÑÐμ ÑÐ2Ð3⁄4Ð1ÑÑÐ2а. ÐÐ1⁄2ÑÐ3⁄4ÑÐ1⁄4аÑÐ ̧Ñ, ÑÐ3⁄4Ð ́ÐμÑжаÑаÑÑÑ Ð2 СпÑаÐ2Ð3⁄4ÑÐ1⁄2Ð ̧ÐoÐμ, ÑÑаÐ2Ð1⁄2Ð ̧ÑÐμлÑÐ1⁄2Ð3⁄4 Ð1⁄2Ð3⁄4Ð2а Ð ́Ð»Ñ ÑÑÑÑÐoÐ3⁄4Ð3Ð3⁄4Ð2Ð3⁄4ÑÑÑÐ ̧Ñ ÑÐ ̧ÑаÑÐμлÐμÐ1: ÑÑаР́Ð ̧ÑÐ ̧Ð3⁄4Ð1⁄2Ð1⁄2ÑÐμ лÐμÐoаÑÑÑÐ2ÐμÐ1⁄2Ð1⁄2ÑÐμ ÑаÑÑÐμÐ1⁄2Ð ̧Ñ ÑаÑÑÐ1⁄4аÑÑÐ ̧Ð2аÑÑÑÑ Ð¿Ð3⁄4Ð ́ Ð1⁄2Ð3⁄4Ð2ÑÐ1⁄4 ÑÐ3лÐ3⁄4Ð1⁄4 зÑÐμÐ1⁄2Ð ̧Ñ/

STUDI LITERATUR EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PSIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI LITERATUR EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Pneumonia salah satu bentuk infeksi pernapasan akut yang menyerang paru-paru dengan pilihan terapi untuk infeksi adalah antibiotika. Penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia perlu diperhatikan, jenis antibiotik yang digunakan harus sesuai, serta penggunaan antibiotik harus tepat untuk mengurangi resiko resistensi dan meningkatkan efektivitas antibiotik. Pemberian antibiotik yang tidak tepat akan menimbulkan efek samping infeksi seperti komplikasi, waktu rawat inap lebih lama dan meningkatnya resiko kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia. Penelitian ini adalah jenis penelitian studi literatur. Objek penelitian ini adalah penggunaan antibiotika pada pasien pneumonia. Hasil studi literatur menunjukan penggunaan antibiotik berdasarkan jenis kelamin dan usia yang paling banyak terjadi pada laki-laki di RSUD Pontianak dr. Soedarso dan Sultan Syarif dengan usia 0-4 tahun berturut-turut (62,29%), (50,82%), dan (51,42%), 42,85%) dan di RSUD Ibnu Sina Makasar (58%) dengan usia 0-5 tahun (34%). Penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah antibiotik tunggal ceftriakson di RSUD Pontianak dr. Soedarso dan Sultan Syarif dengan ampisilin-gentamisin berturut-turut (29,51%), (16,39%) dan (48,57%), (14,28%). RSUD Ibnu sina Makasar (44,1%) dan cefotaksim-gentamisin (57%). Evaluasi penggunaan antibiotik didapatkan tepat indikasi berturut-turut (93,02%), (100%) dan (62%). Tepat obat (100%), (100%) dan (62%). Tepat dosis (68,60%), (100%) dan (62%). Tepat lama pemberian (62,79%), (79,16%) dan (58%).

STUDI LITERATUR EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PSIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

STUDI LITERATUR EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Pneumonia salah satu bentuk infeksi pernapasan akut yang menyerang paru-paru dengan pilihan terapi untuk infeksi adalah antibiotika. Penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia perlu diperhatikan, jenis antibiotik yang digunakan harus sesuai, serta penggunaan antibiotik harus tepat untuk mengurangi resiko resistensi dan meningkatkan efektivitas antibiotik. Pemberian antibiotik yang tidak tepat akan menimbulkan efek samping infeksi seperti komplikasi, waktu rawat inap lebih lama dan meningkatnya resiko kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia. Penelitian ini adalah jenis penelitian studi literatur. Objek penelitian ini adalah penggunaan antibiotika pada pasien pneumonia. Hasil studi literatur menunjukan penggunaan antibiotik berdasarkan jenis kelamin dan usia yang paling banyak terjadi pada laki-laki di RSUD Pontianak dr. Soedarso dan Sultan Syarif dengan usia 0-4 tahun berturut-turut (62,29%), (50,82%), dan (51,42%), 42,85%) dan di RSUD Ibnu Sina Makasar (58%) dengan usia 0-5 tahun (34%). Penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah antibiotik tunggal ceftriakson di RSUD Pontianak dr. Soedarso dan Sultan Syarif dengan ampisilin-gentamisin berturut-turut (29,51%), (16,39%) dan (48,57%), (14,28%). RSUD Ibnu sina Makasar (44,1%) dan cefotaksim-gentamisin (57%). Evaluasi penggunaan antibiotik didapatkan tepat indikasi berturut-turut (93,02%), (100%) dan (62%). Tepat obat (100%), (100%) dan (62%). Tepat dosis (68,60%), (100%) dan (62%). Tepat lama pemberian (62,79%), (79,16%) dan (58%).

STUDI LITERATUR GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi merupakan alternatif yang diambil masyarakat untuk meningkatkan keterjangauan pengobatan. Swamedikasi atau self-medication merupakan proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan keluhan atau gejalanya sampai pada pemilihan dan penggunaan obat. Alasan masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi karena penyakit dianggap ringan (46%), harga obat yang lebih murah (16%) dan obat mudah diperoleh (9%). Masyarakat menggunakan obat golongan analgesik dalam praktik swamedikasi untuk mengurangi rasa nyeri. Objek yang diteliti adalah tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi penggunaan obat analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dalam swamedikasi penggunaan obat analgesik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Penelitian ini dilakukaan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah yang terkait. Hasil penelitian berdasarkan tingkat pengetahuan masyarakat dalam swamedikasi penggunaan obat analgesik menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang cara penggunaan analgesik, dan sebagian masyarakat tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang pemilihan obat analgesik yang tepat serta reaksi alergi yang mungkin ditimbulkan akibat penggunaan analgesik dan menunjukkan bahwa usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.

STUDI LITERATUR GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Swamedikasi merupakan alternatif yang diambil masyarakat untuk meningkatkan keterjangauan pengobatan. Swamedikasi atau self-medication merupakan proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan keluhan atau gejalanya sampai pada pemilihan dan penggunaan obat. Alasan masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi karena penyakit dianggap ringan (46%), harga obat yang lebih murah (16%) dan obat mudah diperoleh (9%). Masyarakat menggunakan obat golongan analgesik dalam praktik swamedikasi untuk mengurangi rasa nyeri. Objek yang diteliti adalah tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi penggunaan obat analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dalam swamedikasi penggunaan obat analgesik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Penelitian ini dilakukaan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah yang terkait. Hasil penelitian berdasarkan tingkat pengetahuan masyarakat dalam swamedikasi penggunaan obat analgesik menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang cara penggunaan analgesik, dan sebagian masyarakat tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang pemilihan obat analgesik yang tepat serta reaksi alergi yang mungkin ditimbulkan akibat penggunaan analgesik dan menunjukkan bahwa usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.