Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Klinik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Efektivitas Strategi Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) Dalam Penanggulangan Tuberkulosis Melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Indonesia. Strategi DOTS menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan TBC yang menekankan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana, serta keterlibatan tenaga kesehatan untuk memastikan diagnosis dan pengobatan TB yang cepat. Fasilitas pelayanan kesehatan juga berperan penting dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kasus TBC secara terpadu dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan efektivitas strategi DOTS dalam penanggulangan tuberkulosis melalui penggunaan SITB di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-experimental metode deskriptif. Rancangan penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah Tenaga Kesehatan yang bertugas dalam pengelolaan program TBC di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Analisis data pada pengujian ini disusun dan disajikan dalam bentuk narasi atau naskah, dan tabel.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI EFEKTIVITAS KEBIJAKAN DAN PELAPORAN SITB DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN UNTUK PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI KLINIK X KOTA SAMARINDA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global. Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi TB, termasuk sistem pelaporan berbasis digital melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan penanggulangan TB yang diterapkan di Klinik X kota Samarinda, dengan fokus pada implementasi kebijakan, kepatuhan tenaga kesehatan, serta hambatan yang dihadapi dalam sistem pelaporan kasus TB. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan 3 orang tenaga kesehatan, observasi langsung, serta analisis dokumen kebijakan dan laporan SITB. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan analisis persentase efektivitas kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan kebijakan dan pelaporan SITB di Klinik X masih bervariasi. Peningkatan kapasitas tenaga kefarmasian berada dalam kategori Kurang Baik dengan nilai efektivitas 50%, sementara tata laksana pasien TBC tergolong Cukup Baik dengan nilai 57,14%. Ketersediaan obat anti-TB (OAT) masih Kurang Baik dengan skor hanya 14,28%, menunjukkan kendala serius dalam penyediaan obat. Namun, aspek komunikasi, informasi, edukasi (KIE), dan konseling menunjukkan hasil yang Baik, dengan efektivitas 90%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Klinik Kimia Farma Sutomo Samarinda

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian di dunia karena berisiko tinggi terhadap kesakitan dan kematian. Prevalensi ISPA di Indonesia mencapai 25% dengan insidensi berada pada rentang 17,5%- 41,4%. Salah satu tatalaksana untuk mengobati penyakit ISPA yaitu dengan memberikan antibiotik. Pada saat pemberian obat antibiotik diperlukan perhatian dalam penggunaannya, namun saat ini masih banyak ditemukan permasalahan dalam pemberian antibiotik, salah satunya penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Per tahun 2019, terdapat sekitar 17,1-19,8% pemberian antibiotik yang tidak rasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penggunaan antibiotik yang tepat pada pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Klinik Kimia Farma Sutomo Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian restrospektif dengan pengumpulan data yang dilakukan secara sekunder. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang didiagnosis ISPA dan diberikan pengobatan antibiotik di Klinik Kimia Farma Sutomo Samarinda periode Oktober – Desember 2023. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling. Analisis data akan dilakukan secara deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien ISPA terdiri dari Amoxicillin 500 mg sebanyak 124 (67,8%), diikuti oleh Cefadroxil 500 mg sebanyak 28 (15,3%), Cefixime 100 mg dan Clindamycin masing-masing sebanyak 11 (6%), Ciprofloxacin 500 mg sebanyak 6 (3,3%). Cotrimoxazole 480 mg, Chloramphenicol 1% ear drop, dan Ofloxacin ear drop masing-masing diberikan pada 1 pasien (0,6%). Analisa mengenai evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ISPA terdiri atas tepat indikasi yaitu sebanyak 86,6%, tepat obat sebanyak 100%, tepat pasien sebanyak 100%, dan tepat dosis sebanyak 80,3%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail