Profil penulis
Purwanti
7 karya publik ditemukan.
Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum)
Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang telah di manfaatkan secara turun temurun sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Bagian tanaman salam yang banyak dimanfaatkan ialah daun. Daun salam mempunyai khasiat mengobati kolesterol, diabetes, diare dan hipertensi. Tanaman salam memiliki senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Kandungan bahan aktif yang terdapat pada tanaman dipengaruhi oleh proses pengeringan bahan baku simplisia. Metode pengeringan yang tepat diperlukan agar memperoleh simplisia daun salam yang baik sehingga diharapkan simplisia tidak mudah rusak selama penyimpanan dan ekstrak yang dihasilkan memiliki kadar flavonoid yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan simplisia terhadap kadar flavonoid ekstrak etanol daun salam. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Tahapan penelitian ini dimulai dari determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia dengan perbedaan metode pengeringan yaitu pengeringan dengan sinar matahari langsung, kering angin, dan oven suhu 50°C, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, skrining fitokimia, dan uji kadar flavonoid ekstrak etanol daun salam menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Perbandingan metode pengeringan dianalisis dengan statistik uji one way ANOVA untuk mengetahui perbedaan jumlah kadar flavonoid ketiga metode pengeringan. Hasil kadar flavonoid ekstrak daun salam pada pengeringan menggunakan matahari tidak langsung (dilapisi kain hitam) sebesar 2,3034% ± 0,085, pengeringan dengan kering angin sebesar 1,5711% ± 0,032 dan pengeringan menggunakan oven dengan suhu 50°C sebesar 2,7190% ± 0,078. Analisis data statistik kadar flavonoid menggunakan uji one way ANOVA dengan sig 0,05 dan didapatkan sig 0,000 yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara metode pengeringan matahari, kering angina dan oven. Nilai kadar flavonoid menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid ekstrak daun salam dengan perbedaan cara pengeringan.nilai kadar flavonoid tertinggi terdapat pda ektrak etanol daun salam dengan metode pengeringan oven suhu 50°C sebesar 2,7190% ± 0,078.
Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum)
Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang telah di manfaatkan secara turun temurun sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Bagian tanaman salam yang banyak dimanfaatkan ialah daun. Daun salam mempunyai khasiat mengobati kolesterol, diabetes, diare dan hipertensi. Tanaman salam memiliki senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Kandungan bahan aktif yang terdapat pada tanaman dipengaruhi oleh proses pengeringan bahan baku simplisia. Metode pengeringan yang tepat diperlukan agar memperoleh simplisia daun salam yang baik sehingga diharapkan simplisia tidak mudah rusak selama penyimpanan dan ekstrak yang dihasilkan memiliki kadar flavonoid yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan simplisia terhadap kadar flavonoid ekstrak etanol daun salam. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Tahapan penelitian ini dimulai dari determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia dengan perbedaan metode pengeringan yaitu pengeringan dengan sinar matahari langsung, kering angin, dan oven suhu 50°C, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, skrining fitokimia, dan uji kadar flavonoid ekstrak etanol daun salam menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Perbandingan metode pengeringan dianalisis dengan statistik uji one way ANOVA untuk mengetahui perbedaan jumlah kadar flavonoid ketiga metode pengeringan. Hasil kadar flavonoid ekstrak daun salam pada pengeringan menggunakan matahari tidak langsung (dilapisi kain hitam) sebesar 2,3034% ± 0,085, pengeringan dengan kering angin sebesar 1,5711% ± 0,032 dan pengeringan menggunakan oven dengan suhu 50°C sebesar 2,7190% ± 0,078. Analisis data statistik kadar flavonoid menggunakan uji one way ANOVA dengan sig 0,05 dan didapatkan sig 0,000 yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara metode pengeringan matahari, kering angina dan oven. Nilai kadar flavonoid menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid ekstrak daun salam dengan perbedaan cara pengeringan.nilai kadar flavonoid tertinggi terdapat pda ektrak etanol daun salam dengan metode pengeringan oven suhu 50°C sebesar 2,7190% ± 0,078.
Pengelolaan Hutan Mangrove Berkelanjutan
Hutan mangrove merupakan salah satu sumber daya yang memiliki sifat pengelolaan sumber daya bersama. Konsekuensi dari sifat sumber daya bersama, dalam pengelolaan hutan mangrove tentu banyak ditemui persoalan-persoalan dalam pengelolaannya. Gambaran dalam pengelolaan hutan mangrove yang saling bertentangan ditemukan dalam satu wilayah. Pengelolaan pertama kurang memperhatikan unsur keberlanjutan ekosistem hutan mangrove melalui kegiatan alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi perkebunan kelapa. Adanya alih fungsi lahan menimbulkan persoalan-persoalan social dan konflik pengelolaan. Pengelolaan yang kedua menggambarkan kegiatan pengelolaan yang telah didasari unsur keberlanjutan ekosistem hutan mangrove. Pengelolaan yang berkelanjutan diuraikan dalam suatu model pengelolaan, ditinjau dari unsur kelembagaan pengelolaannya serta dari unsur penguatan insentif ekonomi. Penguatan kelembagaan pengelolaan sangat diperlukan guna mencapai pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan. Penguatan kelembagaan pengelolaan dilakukan melalui aturan pengelolaan. Dalam buku ini disajikan beberapa undang-undang dan peraturan yang terkait serta hasil dari negoisasi yang dilakukan tim peneliti untuk merumuskan aturan pengelolaan pada masyarakat di Teluk Prigi. Penguatan insentif ekonomi didekati studi ketersediaan sumber daya mangrove yang ada serta inventarisasi jenis mangrove yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha produktif berbasis mangrove guna memperkuat pengelolaan. Pengembangan usaha produktif didekati dari analisis ekonomi proyeksi pengembangan usaha berbasis mangrove untuk beberapa komoditas yang sesuai dengan ketersediaan bahan baku. Studi kegiatan ekonomi rumah tangga diperlukan untuk memperoleh gambaran kegiatan produksi rumah tangga, curahan kerja, pendapatan dan pengeluaran rumah tangga serta surplus rumah tangga. Dari inventarisasi kegiatan ekonomi rumah tangga akan diperoleh informasi ketersediaan sumberdaya dalam rumah tangga untuk pemberdayaan pengembangan insentif ekonomi rumah tangga berbasis mangrove untuk memperkuat pengelolaan hutan mangrove secara berkelanjutan.
Kacang Potensial (Keanekaragaman, Konservasi dan Pemanfaatan)
Buku dengan judul “Kacang Potensial (Keanekaragaman, Konservasi dan Pemanfaatan)” ini disusun dari kumpulan hasil penelitian penulis dan juga jurnal-jurnal penelitian dalam maupun luar negeri yang telah dipublikasi pada berbagai media elektronik maupun media cetak. Tujuan penulisan buku ini adalah untuk lebih menyebarkan luaskan pemanfaatan kekayaan keanekaragaman hayati kacang potensial, pelestarian dan juga memberikan pandangan alternatif ketahanan pangan yang bersumber dari kacang-kacangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kecenderungan dari negara-negara berkembang untuk tergantung pada negara kaya dalam penyediaan pangan yang berbahan kacangkacangan dalam beberapa dekade terakhir, demikian juga Indonesia, sebagai contoh kebutuhan akan impor kedelai. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara importer kedelai terbesar di dunia. Bagaimana hal ini bisa terjadi, karena kenyataannya produksi kedelai dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan, sedangkan permintaan terus bertambah. Kacang koro merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kacang koro memiliki beberapa jenis, dan banyak jenis mempunyai beberapa varietas-varietas. Menurut Soeseno (1978) cara tumbuh dari kacang koro ada yang tegak seperti koro gude dan koro pedang dan ada pula yang tumbuhnya menjalar seperti koro sayur, koro benguk, koro kerupak, koro epek, dan lainnya. Melihat potensi dari koro di Indoensia, maka dapat dilakukan pemanfaatan koro sebagai bahan baku makanan dan sumber protein nabati. Kandungan gizi koro yang meliputi protein, karbohidrat dan lemak yang dapat diolah menjadi tempe, kecap, tepung, dan beraneka sumber pangan alternatif. Permasalahannya, biji-biji lokal itu belum dikembangkan secara baik. Apabila sumber-sumber keanekaragaman hayati yang berpotensi sebagai sumber pangan dikelola sesuai dengan kaidah lingkungan, maka Indonesia tidak akan mengalami degradasi keanekaragaman hayati dan juga sumber pangan.
Karakterisasi Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun Putat (Planchonia valida)
BAHASA INDONESIA UNTUK PERGURUAN TINGGI
Bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) pada Perguruan Tinggi memiliki posisi strategis dalam melakukan transmisi pengetahuan dan transformasi sikap serta perilaku mahasiswa Indonesia melalui proses pembelajaran. Materi-materi yang disajikan dalam buku ini berusaha mengembangkan kepribadian dan sikap cinta tanah air mahasiswa, khususnya melalui kemahiran berbahasa Indonesia. Maka melalui buku ini diharapkan—selain memberikan wawasan mengenai kemahiran berbahasa Indonesia—dapat pula sebagai pemersatu sosial, budaya, dan bahasa yang beraneka ragam; penanda kepribadian berkomunikasi, baik komunikasi tulis maupun lisan; serta menambah kewibawaan dan keintelektualan. Buku ini berisi delapan bab materi utama dan satu bab pengayaan, serta dilengkapi soal-soal latihan. Melalui materi yang disajikan dari bab I hingga VIII, diharapkan mahasiswa mengetahui pentingnya berbahasa Indonesia serta memiliki bekal dalam berbahasa Indonesia, khususnya pada bidang tulis-menulis. Dalam buku ini juga diberikan materi pengayaan mengenai surat-menyurat, khususnya materi surat lamaran pekerjaan dan surat resmi. Materi ini diselipkan dalam buku ini karena ingin memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai surat yang mungkin nantinya akan berguna di dunia kerja.