Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

25 hasil
Subjek: flavonoid
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Fenolik, Flavonoid dan Nilai SPF Terhadap Ekstrak Etanol Daun Tampoi (Baccaeurea Macrocarpa) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti penuaan dini hingga peningkatan risiko kanker kulit. Salah satu bentuk perlindungan terhadap sinar UV adalah penggunaan tabir surya. Kandungan senyawa antioksidan, seperti fenolik dan flavonoid, diketahui berperan dalam meningkatkan efektivitas tabir surya melalui kemampuan menyerap sinar UV. Daun tampoi (Baccaurea macrocarpa (Miq.) Mull.Arg.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid, serta berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam formulasi tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik, flavonoid, dan nilai SPF dari ekstrak etanol daun tampoi dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tahapan ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 70%, dilanjutkan dengan pengujian kadar fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu, pengujian flavonoid dengan metode AlCl₃, serta penentuan nilai SPF secara in vitro dengan cara menganalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun tampoi yaitu alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, steroid dan triterpenoid. Kadar fenolik sebesar 27,8021 ± 0,9553mg GAE/g dan kadar flavonoid sebesar 2,1548 ± 0,1586%. Nilai SPF ekstrak etanol daun tampoi pada konsentrasi 125 ppm sebesar 3,2005 dan 250 ppm sebesar 6,7021 termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan nilai SPF pada konsentrasi 500 ppm sebesar 13,3355 dan 1000 ppm sebesar 27,0735 termasuk dalam kategori sedang. Korelasi menunjukkan bahwa kadar flavonoid memiliki hubungan sangat kuat terhadap nilai SPF sebesar 0,9007, sedangkan kadar fenolik menunjukkan hubungan rendah sebesar 0,362.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MUDA DAN TUA MATOA ( POMETIA PINNATA)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kadar senyawa aktif dan aktivitas farmakologi tanaman dapat dipengaruhi oleh umur tanaman atau bagian tanaman yang digunakan. Daun matoa (Pometia pinnata) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak daun matoa berdasarkan daun muda dan tua. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan simplisia, ekstraksi secara maserasi, penetapan kadar air ekstrak, skrining fitokimia, penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun matoa mengandung metabolit sekunder berupa Flavonoid, Saponin, Tanin, Steroid. Berdasarkan hasil penetapan kadar flavonoid ekstrak daun matoa tua dengan rata-rata kadar flavonoid lebih tinggi yaitu sebesar 25,237 ± 0,898 mgQE/g dibandingkan dengan ekstrak daun matoa muda 19,821 ± 0,357 mgQE/g, dan Aktivitas antioksidan ekstrak daun matoa tua lebih tinggi dengan nilai IC50 14,65 ppm dan daun muda dengan rata-rata 15,09 ppm.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL MADU KELULUT (Heterotrigona itama) DAN FRAKSINYA DARI KECAMATAN LOA JANAN ILIR KOTA SAMARINDA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Madu kelulut (Heterotrigona itama) adalah madu alami yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat seperti yang banyak dibudidayakan di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa jenis madu tanpa sengat memiliki senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya yaitu flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total madu kelulut budidaya dan fraksinya dari Kecamatan Loa Janan Ilir Kota Samarinda Kalimantan Timur dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan objek atau sampel yang diteliti adalah madu hasil lebah kelulut (Heterotrigona itama). Prosedur penelitian meliputi determinasi hewan, pengumpulan bahan baku, ekstraksi menggunakan pelarut etanol 95% dengan metode maserasi, fraksinasi ekstrak kental menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol, skrinning fitokimia dan uji kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding kuersetin. Kadar flavonoid total dinyatakan dalam satuan mgQE/gram ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid ekstrak etanol 95% adalah 0,0607±0,0064 mgQE/g, fraksi n-heksana 0,0571±0,0012 mgQE/g, fraksi etil asetat 0,2031±0,0017 mgQE/g, dan fraksi air 0,0198±0,0008 mgQE/g. Uji normalitas menunjukkan distribusi nilai kadar flavonoid total dari keempat kelompok uji adalah normal dan uji homogenitas nilai kadar flavonoid total menghasilkan nilai p-value 0,05 (tidak homogen). Berdasarkan Uji Kruskal-Wallis, nilai signifikansi (Sig.) 0,025 ( 0,05) menunjukkan bahwa rata-rata kadar flavonoid dari keempat kelompok perlakuan (ekstrak etanol 95%, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol-air) berbeda secara signifikan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN WANYI (Mangifera caesia Jack.) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun wanyi (Mangifera caesia Jack.) Secara tradisional telah dimanfaatkan dalam berbagai pengobatan herbal karena kandungan zat aktifnya. Daun wanyi diketahui kaya akan senyawa flavonoid. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar flavonoid total daun wanyi (Mangifera caesia Jack.) berdasarkan perbedaan metode ekstraksi. Serbuk simplisia daun wanyi diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 95% selama 24 jam dan diekstraksi secara refluks menggunakan etanol 95% dengan suhu 60°C selama 1 jam. Penentuan kadar flavonoid total ekstrak daun wanyi dengan spektrofotometri UV-Vis dan analisis data. Hasil yang diperoleh dari data spektrofotometri UV-Vis adalah kadar flavonoid total ekstrak etanol daun wanyi dengan metode maserasi sebesar 7,5766 ± 0,2163 mgQE/g dan secara refluks sebesar 4,4324 ± 0,2576 mgQE/g. Analisis data statistik kadar flavonoid total menggunakan uji Mann-Whitney menghasilkan nilai signifikansi 0,046 (p 0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua metode ekstraksi.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK KULIT TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan endemik di berbagai daerah masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian terkait pencarian antioksidan baru dari sumber alami, terutama dari bagian tanaman yang belum termanfaatkan, menjadi sangat relevan. Perhatian terhadap sumber antioksidan alami meningkat seiring kebutuhan untuk melawan radikal bebas penyebab penyakit degeneratif. Kulit buah tampoi (Baccaurea Pyriformis Gage), yang merupakan limbah pertanian, berpotensi tinggi mengandung senyawa bioaktif, khususnya kelompok flavonoid, yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan signifikan. Penelitian non-eksperimental ini bertujuan menetapkan kadar flavonoid total dalam ekstrak kulit tampoi secara kuantitatif. Sampel kulit tampoi matang dari Kalimantan Tengah, Palangkaraya diolah menjadi simplisia, dilanjutkan dengan ekstraksi melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kuantifikasi kadar flavonoid total dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis yang melibatkan pereaksi AlCl₃ dan menggunakan kuersetin sebagai standar. Hasil pengukuran menunjukkan panjang gelombang maksimum pada 440 nm dengan persamaan regresi linear y = 0,0079x - 0,0063 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,9963. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak etanol kulit buah tampoi adalah sebesar 3,8409% dengan nilai Standar Deviasi (SD) sebesar 0,091. Kadar ini tergolong lebih tinggi dibandingkan kadar flavonoid pada bagian biji buah tampoi yang dilaporkan pada penelitian terdahulu. Hal ini menunjukkan bahwa kulit buah tampoi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami dari bahan alam.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol dan Metanol Batang Jarak Pagr (Jatropha curcas L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, salah satunya flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri dan antijamur. Flavonoid merupakan senyawa yang bersifat polar sehingga dapat diekstraksi menggunakan pelarut polar seperti etanol dan metanol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total ekstrak batang jarak pagar menggunakan pelarut etanol 70%, etanol 95%, dan metanol dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental. Sampel batang jarak pagar diperoleh dari Desa Berambai melalui teknik purposive sampling. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan penetapan kadar flavonoid total menggunakan standar kuersetin dan pereaksi aluminium klorida (AlCl₃). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70%, etanol 95%, dan metanol positif mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, dan steroid. Hasil penetapan kadar flavonoid total menunjukkan bahwa ekstrak etanol 95% memiliki kadar flavonoid tertinggi sebesar 0,2391 ± 0,0195%, diikuti ekstrak metanol sebesar 0,2199 ± 0,0197%, dan ekstrak etanol 70% sebesar 0,1657 ± 0,0367%. Uji lanjut LSD menunjukkan bahwa kadar flavonoid total ekstrak dengan pelarut etanol 70% berbeda nyata terhadap etanol 95% (p = 0,015) dan metanol (p = 0,047), sedangkan antara etanol 95% dan metanol tidak terdapat perbedaan nyata (p = 0,410). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis pelarut memengaruhi kadar flavonoid total ekstrak batang jarak pagar secara signifikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb.) DENGAN VARIASI PELARUT EKSTRAKSI MENGGUNAKAN MICROPLATE READER

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan tanaman herbal yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, salah satunya flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Kandungan flavonoid yang terekstraksi dari bahan alam dapat dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan, terutama berdasarkan tingkat kepolarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total ekstrak rimpang kunyit hitam dengan variasi pelarut metanol teknis, etanol 70%, dan etanol 95% menggunakan microplate reader. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan bahan baku, pengolahan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol teknis, etanol 70%, dan etanol 95%, penetapan susut pengeringan, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta penetapan kadar flavonoid total menggunakan microplate reader dengan kuersetin sebagai pembanding. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit hitam positif mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, fenolik, flavonoid, dan triterpenoid. Hasil penetapan kadar flavonoid total menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki kadar flavonoid total tertinggi sebesar 21,1633 ± 1,1145 mgQE/g, diikuti ekstrak metanol sebesar 19,6867 ± 0,8927 mgQE/g, dan ekstrak etanol 95% sebesar 18,0467 ± 1,3300 mgQE/g. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p-value 0,040 ( 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kadar flavonoid total ekstrak rimpang kunyit hitam pada variasi pelarut yang digunakan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK, FLAVONOID TOTAL, DAN NILAI SPF EKSTRAK METANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) memberikan sejumlah manfaat bagi kehidupan, namun di balik manfaat tersebut, sinar UV dapat menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia seperti dapat memicu pembentukan radikal bebas pada jaringan kulit yang berujung pada terjadinya stres oksidatif, penuaan dini, hingga risiko kanker kulit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif akibat paparan sinar matahari adalah dengan penggunaan tabir surya yang mengandung senyawa bioaktif alami. Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) yang dapat ditemukan di wilayah Kalimantan, diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta berpotensi sebagai tabir surya alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar fenolik, kadar flavonoid total, serta nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak metanol kulit buah tampoi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan dilakukan secara in vitro. Objek penelitian ini adalah ekstrak metanol kulit buah tampoi. Pengujian kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu, kadar flavonoid total menggunakan metode AlCl3, dan pengujian SPF dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol kulit buah tampoi yaitu flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenolik total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 40,55 ± 0,44 mg GAE/g, kadar flavonoid total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 15,68 ± 0,42 mg QE/g, dan nilai SPF tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1500 ppm sebesar 22,2824 termasuk dalam kategori SPF sedang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM (Syzyhium polyanthum) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu tantangan kesehatan global terbesar pada abad ke-21 dengan prevalensi yang terus meningkat secara signifikan. Penggunaan obat antidiabetes atau terapi insulin memiliki keterbatasan berupa biaya yang relatif mahal, efek samping yang tidak diinginkan, dan potensi resistensi obat pada penggunaan jangka panjang. Daun salam (Syzygium polyanthum) telah digunakan secara empiris oleh masyarakat Indonesia sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar glukosa darah. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar glukosa darah. Hasil penelitian dari artikel yang dilakukan di Desa Kopek dengan 18 responden penderita diabetes melitus tipe 2 sebelum intervensi didapatkan hasil ratarata kadar glukosa darah sebesar 178,22 mg/dL dan setelah intervensi seduhan daun salam selama seminggu menjadi 148,39 mg/dL. Begitu pula pada penelitian yang dilakukan di Desa Paok Motong dengan total 41 responden didapatkan rata-rata kadar glukosa darah sebelum intervensi ialah 194,49 mg/dL dan setelah intervensi menjadi 179,27 mg/dL. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah penggunaan seduhan daun salam dapat menurunkan kadar glukosa darah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ArticleOpen AccessMetadata saja

TOTAL FLAVONOID CONTENT AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF YELLOW PUMPKIN (Cucurbita moschata Duch) FRUIT EXTRACT

2025•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Pumpkin (Cucurbita moschata Duch) is a food rich in vitamin A, vitamin C, minerals, carbohydrates, and flavonoid compounds. Flavonoids have several pharmacological activities, including as antioxidants to ward off free radicals. This study aims to determine the total flavonoid content and antioxidant activity of pumpkin fruit. The extraction of pumpkin fruit was done by the maceration method in a 70% ethanol solvent. The total flavonoid test used the colorimetric method with a 10% AlCl3 reagent and quercetin as a positive control. Antioxidant activity was tested using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The results obtained for the total flavonoid content of the ethanol extract of pumpkin fruit amounted to 1.741 mgQE/g ± 0.2438 and an IC50 value of 379.44 ppm, including the category of weak antioxidant, compared with the positive control.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BATANG PASAK BUMI KUNING (Eurycoma longifolia), MERAH (Rennellia elliptica) dan HITAM (Trivalvaria macrophylla)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat salah satunya adalah pasak bumi. Pasak bumi yang digunakan sebagai bahan baku obat di masyarakat terdiri atas beberapa jenis, antara lain pasak bumi kuning, merah, dan hitam. Ketiga jenis pasak bumi ini berbeda famili dan jenisnya. Pasak bumi merah dan hitam disebut dengan nama pasak bumi karena mengandung senyawa kimia yang berkhasiat sebagai afrodisiak. Penelusuran pustaka menunjukkan belum ada penelitian tentang kadar flavonoid dari batang pasak bumi kuning, merah dan hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid ekstrak etanol batang pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia), merah (Rennellia elliptica) dan hitam (Trivalvaria macrophylla) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol batang pasak bumi dan variabel terikat yaitu kadar flavonoid ekstrak etanol batang pasak bumi. Pada penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu batang pasak bumi (Kuning, merah dan hitam) dan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah batang pasak bumi (Kuning, merah dan hitam) diperoleh dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu bagian batang. Ekstraksi pada penelitian ini menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu berupa penetapan kadar ekstrak etanol batang pasak bumi berdasarkan metode spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol batang pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia) memiliki kadar flavonoid 3,8689 ± 0,0837%, merah (Rennellia elliptica) memiliki kadar flavonoid 4,2984 ± 0,4069% dan hitam (Trivalvaria macrophylla) memiliki kadar flavonoid 6,3299 ± 0,1453%. Terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid total dari ketiga sampel.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KADAR FLAVONOID EKSTRAK KULIT BUAH KAPUL (Baccaraurea macrocarpa) BERDASARKAN VARIASI JENIS PELARUT SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingkat kepolaran pelarut dapat mempengaruhi kandungan senyawa yang di ekstrak berdasarkan prinsip like dissolve like, yaitu senyawa yang bersifat polar akan larut dalam pelarut polar dan senyawa yang bersifat non polar akan larut dalam pelarut non polar. Kulit buah kapul (Baccaurea macrocarpa ) mengandung senyawa flavonoid dan memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian adalah mengetahui kadar flavonoid ekstrak kulit buah kapul berdasarkan variasi jenis pelarut dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Objek penelitian adalah kadar flavonoid total ekstrak kulit buah kapul menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 95%, etil asetat, n-heksan, dilanjutkan skrining fitokimia dan penetapan kadar flavonoid . Hasil penelitian menunjukan bahwa kulit buah kapul mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, saponin dan flavonoid. Berdasarkan hasil penetapan kadar flavonoid total ekstrak kulit buah kapul berdasarkan variasi jenis pelarut etanol 95%, etil asetat, dan n-heksan diperoleh masing-masing kadar sebesar 4,7238±0,5807 mgQE/g, 2,9699±0,1539 mgQE/g dan 2,0417±0,4236 mgQE/g. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen sehingga digunakan uji one way anova dengan hasil nilai p value (0,00) (0,05) dan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid total dari ketiga sampel.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK EKSTRAK METANOL BIJI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var. edulis) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biji buah markisa mengandung beberapa senyawa seperti flavonoid, polifenol, dan saponin yang memiliki efek sebagai antioksidan, hipoglikemia, antihipertensi dan perbaikan kondisi kulit. Aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh total flavonoid, dimana semakin tinggi senyawa flavonoid yang terdapat pada suau ekstrak maka semakin tinggi aktivitas antioksidannya, sehingga senyawa polifenol dan flavonoid memiliki korelasi dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik dan flavonoid ekstrak metanol biji markisa ungu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tanaman, pengumpulan biji markisa dari Tana Toraja, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak metanol biji markisa, uji kadar air, skrining fitokimia, penetapan kadar fenolik menggunakan asam galat dengan reagen folin ciocalteau dan penetapan kadar flavonoid menggunakan pembanding kuersetin dengan metode spektrofotmetri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji markisa ungu mengandung sejumlah besar besar flavonoid, saponin, triterpenoid, tanin,dan fenol. Ekstrak biji markisa ungu mengandung senyawa fenolik dengan pembanding asam galat yang dibaca pada panjang gelombang 745 nm diperoleh rata-rata kadar fenol sebesar 72,76 mgGAE/ g Ekstrak dan mengandung senyawa flavonoid dengan pembanding kuersetin yang dibaca pada gelombang 440 nm, diperoleh rata-rata kadar flavonoid sebesar 49,03 mgQE/ g Ekstrak

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria) dengan variasi konsentrasi pelarut

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Temu putih (Curcuma zedoaria) termasuk dalam tanaman keluarga yang mempunyai khasiat sebagai penambah nafsu makan, mengatasi kram akibat menstruasi, gangguan pencernaan, muntah, penawar racun menurunkan demam, mengobati gatal-gatal, bronkitis serta radang akibat luka. Tanaman ini juga memiliki kandungan fitokimia yaitu alkaloid, saponin, tannin, fenol, terpenoid, dan flavonoid. Flavonoid adalah senyawa metabolit sekunder yang termasuk dalam senyawa fenol yang struktur benzenanya tersubstitusi dengan gugus OH. Flavonoid tardapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas ekstrak adalah kepolaran pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak rimpang temu putih (Curcuma zedoaria) berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dari determinasi tanaman, pengumpulan sampel, penetapan susut pengeringan, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak etanol (30%, 50% dan 70%), penetapan kadar air, dan penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan pembanding kuersetin. Berdasarkan hasil rata - rata penetapan susut pengeringan sebesar 9,45%. Pada uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang temu putih mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin dan triterpenoid. Hasil rendemen eksrak etanol 70%, 50% dan 30% secara berturut - turut yaitu 31,25%, 27,00% dan 11,76%. Sedangkan pada penetan kadar air mendapatkan hasil sebesar 9,49%, 18,9% dan 9,07%. Hasil panjang gelombang maksimum yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 441 nm. Pada penelitian ini diperoleh hasil penetapan kadar flavonoid ekstrak rimpang temu putih dengan konsentrasi 70% memiliki kadar flavonoid yang lebih tinggi yaitu 1,3964 ±0,0195 di bandingkan dengan konnsentrasi etanol 50 % (1,2667±0,0187) dan 30% (1,1243±0,0171). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel sesuai dengan pertimbangan tertentu dari peneliti. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini dilakukan secara statistik menggunakan uji ANOVA dengan aplikasi Minitab. Nilai p value yang diperoleh sebesar (0,000 0,05) maka dapat disimpulkan hasil uji statistik pada ketiga variasi konsentrasi pelarut etanol tersebut menunjukkan adanya nilai kadar flavonoid yang signifikan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang telah di manfaatkan secara turun temurun sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Bagian tanaman salam yang banyak dimanfaatkan ialah daun. Daun salam mempunyai khasiat mengobati kolesterol, diabetes, diare dan hipertensi. Tanaman salam memiliki senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Kandungan bahan aktif yang terdapat pada tanaman dipengaruhi oleh proses pengeringan bahan baku simplisia. Metode pengeringan yang tepat diperlukan agar memperoleh simplisia daun salam yang baik sehingga diharapkan simplisia tidak mudah rusak selama penyimpanan dan ekstrak yang dihasilkan memiliki kadar flavonoid yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan simplisia terhadap kadar flavonoid ekstrak etanol daun salam. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Tahapan penelitian ini dimulai dari determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia dengan perbedaan metode pengeringan yaitu pengeringan dengan sinar matahari langsung, kering angin, dan oven suhu 50°C, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, skrining fitokimia, dan uji kadar flavonoid ekstrak etanol daun salam menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Perbandingan metode pengeringan dianalisis dengan statistik uji one way ANOVA untuk mengetahui perbedaan jumlah kadar flavonoid ketiga metode pengeringan. Hasil kadar flavonoid ekstrak daun salam pada pengeringan menggunakan matahari tidak langsung (dilapisi kain hitam) sebesar 2,3034% ± 0,085, pengeringan dengan kering angin sebesar 1,5711% ± 0,032 dan pengeringan menggunakan oven dengan suhu 50°C sebesar 2,7190% ± 0,078. Analisis data statistik kadar flavonoid menggunakan uji one way ANOVA dengan sig 0,05 dan didapatkan sig 0,000 yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara metode pengeringan matahari, kering angina dan oven. Nilai kadar flavonoid menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid ekstrak daun salam dengan perbedaan cara pengeringan.nilai kadar flavonoid tertinggi terdapat pda ektrak etanol daun salam dengan metode pengeringan oven suhu 50°C sebesar 2,7190% ± 0,078.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) saat ini semakin populer di Indonesia karena dikenal mempunyai berbagai manfaat kesehatan, bunga telang menjadi sebagai sumber flavonoid. Konsentrasi pelarut yang digunakan sebagai cairan penyari dapat berpengaruh terhadap kadar senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak bahan alam. Flavonoid adalah salah satu kandungan senyawa yang dimiliki ekstrak bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar flavonoid ekstrak bunga telang berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol yaitu 50, 70 dan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai susut pengeringan simplisia bunga telang sebesar 7,12 ± 1,89%. Hasil skrining semua ekstrak menunjukkan terdapat senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Data lain yang diperoleh meliputi rendemen, kadar air, dan kadar flavonoid pada tiga variasi konsentrasi pelarut etanol yaitu 50%, 70% dan 95%. Data rendemen yang diperoleh berturut-turut sebesar 57,14%, 54,08%, dan 40,72%. Sedangkan pada penetapan kadar air berturut-turut sebesar 9,44 ± 2,17%, 8,99 ± 2,12%, dan 7,75 ± 1,97%. Hasil penetapan kadar flavonoid ekstrak etanol bunga telang berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol, diperoleh kadar tertinggi pada etanol 95% (1,2939 ± 0,0880 %), etanol 70% (0,6958 ± 0,0573%), dan etanol 50% (0,5811% ± 0,0142%). Hasil analisis statistika pada uji ANOVA menunjukan bahwa ada perbedaan rata-rata yang signifikan pada tiga kelompok data.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ArticleOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KADAR FENOLIK TOTAL DAN FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa pradisiacaL)

2023•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Banana peel is a very large amount of waste material (banana fruit waste). In general, banana peels have not been used optimally. Based on the research results, kepok banana peel contains secondary metabolites in the form of flavonoids, alkaloids, tannins and saponins. This study aims to determine the total phenolic content and total flavonoid content of the ethanol extract of kepok banana skin (Musa pradisiaca L). Extraction was carried out by maceration method with 96% ethanol solvent. Determination of total phenol content used the Folin-Ciocalteu method with gallic acid as comparator compound and the determination of total flavonoid content used the colorimetric method with 10% AlCl3 and 5% acetic acid as reagents. The results showed that kepok banana peel extract had an average total phenolic content of 13.4495 mg GAE/g ± 1.5473206 and an average total flavonoid content of 8.5468 mg QE/g ± 0.947422695.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata D.) Dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Labu kuning (Cucrbita moschata D.) merupakan bahan pangan kaya vitamin A, C, mineral, dan karbohidrat. Daging buah labu kuning diketahui memiliki beberapa kandungan kimia, salah satunya adalah flavonoid sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan pada buah labu kuning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel buah labu kuning, pembuatan ekstraksi, skrining fitokimia, uji kadar flavonoid total dan uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode DPPH.Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol buah labu kuning dan variabel terikat adalah kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah labu kuning. Ekstraksi pada buah labu kuning dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji flavonoid total menggunakan metode kolorimetri dengan AlCl3 10% sebagai reagen dan menggunakan standar kuersetin. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH dengan kuersetin sebagai pembanding. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, data yang diperoleh dari hasil pengujian kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dibuat dalam bentuk tabel dan kurva yang kemudian dideskripsikan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH LIMPASU (Baccaurrea lanceolata) BERDASARKAN PERBEDAAN CARA PENGERINGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama :Sa’diah Muliawati Program studi :Sarjana Farmasi Judul skripsi :Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) Berdasarkan Perbedaan Cara Pengeringan Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Pembimbing : 1. apt. Supomo, M.Si. 2. apt. Fitri Handayani, M.Si. Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder yang telah diketahui dapat memberikan efek farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak etanol kulit buah limpasu (Baccaurrea lanceolata) berdasarkan perbedaan cara pengeringan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian ini meliputi: pengumpulan sampel, determinasi, pembuatan simplisia menggunakan metode pengeringan sinar matahari dan oven, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, dan penetapan kadar flavonoid. Ekstrak etanol kulit buah limpasu menggunakan perbandingan kuersetin konsetrasi 100 ppm dengan seri konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Nilai absorbansi diukur dengan Spektrofotometri UV- Vis. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif yang diperoleh dari pengamatan langsung untuk menilai absorbansi dari masing-masing konsentrasi untuk diolah data dalam bentuk tabel, grafik dan narasi. Hasil penelitian pada P. oven ekstrak etanol kulit buah limpasu memiliki kadar flavonoid sebanyak 1,1075± 0,0746 dan P. matahari ekstrak etanol kulit buah limpasu memiliki kadar flavonoid sebanyak 1,4438± 0,0274. pengeringan matahari memberikan hasil kadar flavonoid yang lebih tinggi di bandingkan pengeringan oven.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata) Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Pelarut Secara Spektrofotometri UV-Vis

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan jenis tanaman dari keluarga cucurbitacae. Tanaman ini merupakan sumber karotenoid yang kaya akan vitamin larut air, fenolat, flavonoid, polisakarida, dan garam mineral, yang bermanfaat bagi kesehatan. Konsentrasi pelarut etanol dapat mempengaruhi hasil ekstraksi suatu simplisia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit buah labu kuning berdasarkan perbedaan konsentrasi pelarut etanol. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan variasi konsentrasi etanol, skrining fitokimia, penetapan kadar flavonoid total secara spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas pada penelitian ini adalah variasi konsentrasi etanol 70% dan 95%, variabel terikat berupa kadar flavonoid total, variabel kontrol berupa metode ekstraski, tempat pengambilan sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil Penelitian menyatakan kadar rendemen ekstrak etanol 70%, dan 95% adalah 13.68% dan 15.54%. Kadar flavonoid total dari ekstrak etanol 70%, dan 95% adalah 1.1931 ± 0.0810, 1.2045 ± 0.0854. Konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap kadar rendemen dan flavonoid ekstrak kulit buah labu kuning.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail