Profil penulis
RIFAH
13 karya publik ditemukan.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK n-HEKSAN KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)
Antioksidan merupakan senyawa yang dikenal karena kemampuannya untuk menetralisir radikal bebas dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Antioksidan dapat bersumber dari tanaman seperti Baccaurea pyriformis Gage. Buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) merupakan salah satu tanaman lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui antioksidan dari ekstrak n-heksan kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan menggunakan vitamin C sebagai pembanding. Metode penelitian diawali dengan proses ekstraksi maserasi dengan pelarut n-heksan. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH dan dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekundernya. Hasil penelitian dari indentifikasi fitokimia ekstrak n-heksan kulit buah tampoi mengandung senyawa steroid dan triterpenoid. Nilai aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi dengan nilai IC50 sebesar 3742,66 ppm dalam kategori sangat lemah, sedangkan vitamin C memiliki IC50 sebesar 5,38 ppm dengan kategori sangat kuat. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi lebih rendah dibandingkan dengan vitamin C, namun masih berpotensi sebagai antioksidan.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak N-Heksan Kulit Buah Tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) Dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)
Antioksidan merupakan senyawa yang dikenal karena kemampuannya untuk menetralisir radikal bebas dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Antioksidan dapat bersumber dari tanaman seperti Baccaurea pyriformis Gage. Buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) merupakan salah satu tanaman lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui antioksidan dari ekstrak n-heksan kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan menggunakan vitamin C sebagai pembanding. Metode penelitian diawali dengan proses ekstraksi maserasi dengan pelarut n-heksan. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH dan dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekundernya. Hasil penelitian dari indentifikasi fitokimia ekstrak n-heksan kulit buah tampoi mengandung senyawa steroid dan triterpenoid. Nilai aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi dengan nilai IC50 sebesar 3742,66 ppm dalam kategori sangat lemah, sedangkan vitamin C memiliki IC50 sebesar 5,38 ppm dengan kategori sangat kuat. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi lebih rendah dibandingkan dengan vitamin C, namun masih berpotensi sebagai antioksidan.
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS
studi literatur perencanaan dan pengadaan obat antibiotik berdasarkan metode ABC Indeks Kritis diinstalasi farmasi rumah sakit
studi literatur perencanaan dan pengadaan obat antibiotik berdasarkan metode ABC Indeks Kritis diinstalasi farmasi rumah sakit
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Paku (Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Aspidium biserratum Sw.) dengan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryhidrazyl)
Tumbuhan paku memiliki keanekaragaman yang tinggi dan persebarannya luas. Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. merupakan tumbuhan paku yang berpotensi memiliki aktivitas sebagai antioksidan karena mengandung senyawa aktif flavonoid yang merupakan senyawa polifenol. Antioksidan bermanfaat untuk mengurangi pegaruh buruk dari radikal bebas yang menyebabkan penyakit degeneratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang terdapat pada Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental, sampel daun paku Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun paku Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. menggunakan metode DPPH sebagai radikal bebas yang diukur menggunakan Spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang serapan maksimum dengan vitamin C sebagai pembanding. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. diperoleh ekstrak kental dengan presentase rendemen berturut-turut 9,04%; 7,88; 8,7% dan presentase kadar air sebesar …%;17,74% dan 17,32%. Hasil skrining fitokimia didapatkan bahwa ekstrak etanol Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. positif mengandung flavonoid, saponin dan steroid. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. diperoleh nilai IC50 berturut-turut 310,303 ppm dengan kategori antioksidan lemah; 136,866 ppm dengan kategori antioksidan sedang dan 47,784 ppm dengan kategori antioksidan sangat kuat.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Paku (Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Aspidium biserratum Sw.) dengan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryhidrazyl)
Tumbuhan paku memiliki keanekaragaman yang tinggi dan persebarannya luas. Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. merupakan tumbuhan paku yang berpotensi memiliki aktivitas sebagai antioksidan karena mengandung senyawa aktif flavonoid yang merupakan senyawa polifenol. Antioksidan bermanfaat untuk mengurangi pegaruh buruk dari radikal bebas yang menyebabkan penyakit degeneratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang terdapat pada Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental, sampel daun paku Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun paku Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. menggunakan metode DPPH sebagai radikal bebas yang diukur menggunakan Spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang serapan maksimum dengan vitamin C sebagai pembanding. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. diperoleh ekstrak kental dengan presentase rendemen berturut-turut 9,04%; 7,88; 8,7% dan presentase kadar air sebesar …%;17,74% dan 17,32%. Hasil skrining fitokimia didapatkan bahwa ekstrak etanol Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. positif mengandung flavonoid, saponin dan steroid. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak Asplenium nidus L., Aspidium biserratum Sw. dan Asplenium adiantum-nigrum L. diperoleh nilai IC50 berturut-turut 310,303 ppm dengan kategori antioksidan lemah; 136,866 ppm dengan kategori antioksidan sedang dan 47,784 ppm dengan kategori antioksidan sangat kuat.
Mengenal Teh Hijau
Tradisi minum teh di tengah gaya hidup modern,ternyata masih ada, dan tidak berubah seperti yang dilakukan orang zaman dahulu. Jenis minuman ini yang paling banyak dikonsumsi manusia setelah air. Kebiasaan minum teh telah menjadi semacam ritual di kalangan Cina dan Jepang.Pada dasarnya, teh disajikan tanpa menggunakan bahan campuran. Namun, selama ini, teh hijau ditujukan untuk kenikmatan dengan menambahkan gula atau susu pada air seduhan. Teh Indonesia, terutama teh hijau dan teh wangi mempunyai potensi menyehatkan yang lebih besar daripada the Cina dan Jepang. Minum teh ternyata tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menyehatkan. Sudah lama kegunaan teh berkembang untuk kesehatan dan pengobatan. Ilmu kedokteran mengakui kegunaan teh dengan katekinnya untuk melawan penyakit-penyakit modern seperti kanker. Apabila dibandingkan dengan teh lain, teh hijau mempunyai kandungan polifenol yang lebih tinggi yang mampu melawan virus sumber penyakit, memperkuat kapiler, dan mencegah penyebab terjadinya infeksi. Selain sebagai minuman kesehatan, teh hijau juga bermanfaat untuk menjaga kecantikan. Kandungan vitamin C dan E yang terkandung di dalamnya mampu menangkal radikal bebas penyebab ketuaan.Demikian juga teh hijau dapat digunakan untuk melangsingkan tubuh juga sebagai bahan perawatan kecantikan.
Penetapan kadar flavonoid ekstrak etanol daun sisik naga (Drymoglossum piloselloides [L.] Presl) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis
STUDI LITERATUR KANDUNGAN BORAKS DALAM BAKSO DI SULAWESI UTARA
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi boraks dalam bakso di daerah Sulawesi Utara. Bahan Tambahan Pangan merupakan zat yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas makanan. Boraks adalah zat kimia yang dilarang penggunaannya di dalam pangan, karena efek negatif yang ditimbulkan bagi kesehatan. Penambahan boraks dalam bakso dimaksudkan agar bakso menjadi lebih kenyal dan daya simpan lebih lama. Boraks dalam bakso dapat diidentifikasi dengan beberapa metode uji kualitatif. Tahap penelitian meliputi pengumpulkan literatur, reduksi data, penyajian data dalam tabel deskriptif dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil telaah literatur, dapat disimpulkan, bahwa sampel bakso dari kota Menado tidak mengandung boraks; terdapat 1 sampel bakso dari Tomohon mengandung boraks; terdapat 7 kios bakso menggunakan boraks dan 25 kios bakso tidak menggunakan boraks di kota Bitung.
STUDI LITERATUR KANDUNGAN BORAKS DALAM BAKSO DI SULAWESI UTARA
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi boraks dalam bakso di daerah Sulawesi Utara. Bahan Tambahan Pangan merupakan zat yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas makanan. Boraks adalah zat kimia yang dilarang penggunaannya di dalam pangan, karena efek negatif yang ditimbulkan bagi kesehatan. Penambahan boraks dalam bakso dimaksudkan agar bakso menjadi lebih kenyal dan daya simpan lebih lama. Boraks dalam bakso dapat diidentifikasi dengan beberapa metode uji kualitatif. Tahap penelitian meliputi pengumpulkan literatur, reduksi data, penyajian data dalam tabel deskriptif dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil telaah literatur, dapat disimpulkan, bahwa sampel bakso dari kota Menado tidak mengandung boraks; terdapat 1 sampel bakso dari Tomohon mengandung boraks; terdapat 7 kios bakso menggunakan boraks dan 25 kios bakso tidak menggunakan boraks di kota Bitung.