· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyimpanan sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan dalam penyimpanan sediaan farmasi bahan medis habis pakai serta sediaan farmasi dan alat kesehatan. Persyaratan kefarmasian dalam penyimpanan obat yang dimaksud meliputi stabilitas dan keamanan, cahaya, kelembaban, sanitasi, ventilasi, dan penggolongan jenis sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kesesuaian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini merupakan non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara kualitatif dan kuantitatif, berdasarkan pengamatan untuk menghasilkan data informasi menggunakan formulir daftar periksa atau form checklist. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan total sampling. Data kualitataif yang diperoleh dari hasil lembar pengumpulan data melalui form checklist observasi disajikan dalam bentuk berupa narasi, lembar form checklist observasi berupa persentase persen untuk kategori penilaian dari penelitian ini dimasukkan pada bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda sudah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian yang sudah dilakukan seperti persyaratan penyimpanan persentase yang di dapatkan sebesar 100%, komponen penyimpanan 100%, pengaturan penyimpanan 100%, metode penyimpanan 100%, pengelolaan obat emergency 100%, dan untuk peralatan penyimpanan 100%. Hasil evaluasi penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda masih terdapat banyak indikator yang belum sesuai standarseperti hasil nilai TOR sebesar 2.127.63 kali, persentase obat kadaluarsa sebesar 1.854.737 %, persentase stok obat mati 9,1%, persentase kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 76,22%.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK AMOXICILLIN DI PUSKESMAS
ABSTRAK
Antibiotik adalah obat yang berasal dari seluruh atau bagian tertentu mikroorganisme dan digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan resistansi bakteri atau konsumen dapat kebal terhadap bakteri yang menginfeksi. Resistansi antibiotik dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain yaitu peresepan antibiotik yang berlebihan oleh tenaga kesehatan, adanya anggapan di masyarakat bahwa antibiotik merupakan obat dari segala penyakit, dan lalai dalam menghabiskan atau menyelesaikan terapi antibiotik. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik amoxicillin di puskesmas. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik amoxicillin di Puskesmas II Mendoyo dan Puskesmas X Kabupaten Cirebon. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia,, dan tingkat pendidikan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah diperolehnya gambaran mengenai hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik amoxicillin di puskesmas.
Kata kunci : Hubungan, Kepatuhan, Antibiotik, Amoxicillin, Puskesmas.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyimpanan sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan dalam penyimpanan sediaan farmasi bahan medis habis pakai serta sediaan farmasi dan alat kesehatan. Persyaratan kefarmasian dalam penyimpanan obat yang dimaksud meliputi stabilitas dan keamanan, cahaya, kelembaban, sanitasi, ventilasi, dan penggolongan jenis sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kesesuaian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini merupakan non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara kualitatif dan kuantitatif, berdasarkan pengamatan untuk menghasilkan data informasi menggunakan formulir daftar periksa atau form checklist. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan total sampling. Data kualitataif yang diperoleh dari hasil lembar pengumpulan data melalui form checklist observasi disajikan dalam bentuk berupa narasi, lembar form checklist observasi berupa persentase persen untuk kategori penilaian dari penelitian ini dimasukkan pada bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda sudah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian yang sudah dilakukan seperti persyaratan penyimpanan persentase yang di dapatkan sebesar 100%, komponen penyimpanan 100%, pengaturan penyimpanan 100%, metode penyimpanan 100%, pengelolaan obat emergency 100%, dan untuk peralatan penyimpanan 100%. Hasil evaluasi penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda masih terdapat banyak indikator yang belum sesuai standarseperti hasil nilai TOR sebesar 2.127.63 kali, persentase obat kadaluarsa sebesar 1.854.737 %, persentase stok obat mati 9,1%, persentase kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 76,22%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Swamedikasi merupakan pengobatan mandiri tanpa resep yang dilakukan di lingkungan masyarakat karena dapat menghemat keuangan dan prosesnya lebih cepat. Perilaku pengobatan mandiri ini dilakukan karena adanya keluhan ringan dan bersifat mengganggu seperti diare. Diare merupakan keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dan encer. Tujuan dari peneltian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi diare pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling menggunakan kuesioner online melalui google form, pengujian validitas menggunakan Pearson Product Momen dan uji reabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, pengujian pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 22.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi merupakan pengobatan mandiri tanpa resep yang dilakukan di lingkungan masyarakat karena dapat menghemat keuangan dan prosesnya lebih cepat. Perilaku pengobatan mandiri ini dilakukan karena adanya keluhan ringan dan bersifat mengganggu seperti diare. Diare merupakan keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dan encer. Tujuan dari peneltian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi diare pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling menggunakan kuesioner online melalui google form, pengujian validitas menggunakan Pearson Product Momen dan uji reabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, pengujian pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 22.