Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

39 hasil
Subjek: penyimpanan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penyimpanan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan dalam penyimpanan sediaan farmasi bahan medis habis pakai serta sediaan farmasi dan alat kesehatan. Persyaratan kefarmasian dalam penyimpanan obat yang dimaksud meliputi stabilitas dan keamanan, cahaya, kelembaban, sanitasi, ventilasi, dan penggolongan jenis sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kesesuaian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini merupakan non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara kualitatif dan kuantitatif, berdasarkan pengamatan untuk menghasilkan data informasi menggunakan formulir daftar periksa atau form checklist. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan total sampling. Data kualitataif yang diperoleh dari hasil lembar pengumpulan data melalui form checklist observasi disajikan dalam bentuk berupa narasi, lembar form checklist observasi berupa persentase persen untuk kategori penilaian dari penelitian ini dimasukkan pada bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda sudah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian yang sudah dilakukan seperti persyaratan penyimpanan persentase yang di dapatkan sebesar 100%, komponen penyimpanan 100%, pengaturan penyimpanan 100%, metode penyimpanan 100%, pengelolaan obat emergency 100%, dan untuk peralatan penyimpanan 100%. Hasil evaluasi penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda masih terdapat banyak indikator yang belum sesuai standarseperti hasil nilai TOR sebesar 2.127.63 kali, persentase obat kadaluarsa sebesar 1.854.737 %, persentase stok obat mati 9,1%, persentase kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 76,22%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG PERBEKALAN FARMASI RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan perbekalan farmasi harus menjamin mutu, kualitas dan keamanan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang penyimpanan di beberapa gudang perbekalan farmasi rumah sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, jurnal-jurnal serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek penelitian ini adalah beberapa gudang perbekalan farmasi Rumah Sakit. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit berdasarkan data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil studi literatur mengenai pengelolaan penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit dapat disimpulkan bahwa penyimpanan di Gudang Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Manado telah memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016. Sementara itu, di Gudang Perbekalan Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Lapangan Sawang Sitaro, tingkat kepatuhannya hanya mencapai 68%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Loa Duri Ilir Terhadap Perilaku Penyimpanan Obat Di Rumah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat di rumah berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, stabilitas, dan efektivitas obat selama masa penggunaannya. Penyimpanan obat yang tidak sesuai masih banyak ditemukan di masyarakat sehingga berpotensi menurunkankualitas obat, mengurangi efektivitas terapi, serta meningkatkan risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi perilaku tersebut adalah tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penyimpanan obat yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Desa Loa Duri Ilir tentang penyimpanan obat di rumah, mengidentifikasi perilaku penyimpanan obat, serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penyimpanan obat di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain Cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 13.509 jiwa. Sampel penelitian sebanyak 389 responden ditentukan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5% dan dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2026 menggunakan kuesioner yang terdiri atas 12 item pengetahuan dan 10 item perilaku. Instrumen telah diuji validitas menggunakan korelasi pearson product moment pada 30 responden dan seluruh butir pertanyaan dinyatakan valid (Sig. < 0,05). Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,889 pada variabel pengetahuan dan 0,780 pada variabel perilaku sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil uji normalitas Kolmogorov-smirnov menunjukkan data tingkat pengetahuan dan perilaku tidak berdistribusi normal, sehingga analisis hubungan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (72,5%) dan perilaku penyimpanan obat kategori baik (70,9%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku penyimpanan obat di rumah. Semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat, semakin baik pula perilaku penyimpanan obat yang diterapkan. Edukasi mengenai penyimpanan obat yang benar perlu terus ditingkatkan melalui peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, guna mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional di masyarakat.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG DAN LOA KULU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat di puskesmas merupakan aspek penting dalam pengelolaan sediaan farmasi karena sangat menentukan mutu, keamanan, stabilitas, dan ketersediaan obat dalam pelayanan kesehatan. Apabila penyimpanan tidak dilakukan sesuai standar, maka dapat timbul berbagai masalah seperti penurunan kualitas obat, kerusakan fisik maupun kimia, obat kedaluwarsa, pemborosan anggaran, serta terganggunya kelancaran pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesesuaian penyimpanan obat di Puskesmas Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Loa Kulu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional cross-sectional yang dilakukan pada bulan Juni 2026 di empat puskesmas, yaitu Puskesmas Teluk Dalam, Puskesmas Separi III, Puskesmas Loa Kulu, dan Puskesmas Jonggon. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling terhadap seluruh sistem dan fasilitas penyimpanan obat yang diamati. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan tenaga kefarmasian, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara univariat dengan menghitung persentase kesesuaian berdasarkan skala Guttman, kemudian disajikan dalam bentuk tabel, persentase, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan obat di keempat puskesmas berada pada kategori sangat baik, dengan nilai kesesuaian Puskesmas Teluk Dalam 88,57%, Puskesmas Separi III 88,57%, Puskesmas Loa Kulu 85,71%, dan Puskesmas Jonggon 82,86%. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti belum optimalnya ventilasi ruang penyimpanan, belum tersedianya safety stock, adanya kebocoran pada atap atau plafon, serta belum adanya prosedur rotasi antibiotik yang spesifik. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum penyimpanan obat telah sesuai standar, namun masih diperlukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar pengelolaan obat lebih efektif, efisien, dan mampu mendukung mutu pelayanan kefarmasian secara optimal.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT YANG BENAR DI RSUD AJI MUHAMMAD SALEHUDDIN II

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan dan pendistribusian obat merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit karena berkaitan dengan mutu, keamanan, ketersediaan, dan ketepatan penggunaan obat bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penyimpanan dan pendistribusian obat yang benar di RSUD Aji Muhammad Salehuddin II berdasarkan Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pengumpulan data melalui observasi, lembar checklist, dan wawancara terhadap petugas yang terlibat dalam pengelolaan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi. Pengamatan meliputi penyimpanan obat di seluruh Instalasi Farmasi serta pendistribusian obat pada pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ruangan dan fasilitas penyimpanan memperoleh persentase sebesar 93,33%, sedangkan penyimpanan obat di seluruh Instalasi Farmasi memperoleh persentase sebesar 90,91%. Pada aspek pendistribusian obat, pelayanan rawat jalan memperoleh persentase sebesar 80%, sedangkan pelayanan rawat inap memperoleh persentase sebesar 66%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pelaksanaan penyimpanan dan pendistribusian obat di RSUD Aji Muhammad Salehuddin II telah memenuhi standar Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016. Penerapan standar dalam penyimpanan dan pendistribusian obat perlu dipertahankan serta dilakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk menjaga mutu dan keamanan obat serta meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI UPTD PUSKESMAS KARANG JATI BALIKPAPAN TAHUN 2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat merupakan tahapan krusial dari sistem pengelolaan sediaan farmasi yang berisiko tinggi, dan berpengaruh langsung terhadap ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas, serta mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di UPTD Puskesmas Karang Jati Balikpapan berdasarkan Permenkes RI No.74 Tahun 2016. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis retrospektif dan prospektif terhadap data periode Januari hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kualitatif meliputi stabilitas, keamanan, sanitasi, pencahayaan, kelembaban, dan ventilasi telah sesuai standar. Indikator kuantitatif memperlihatkan kesesuaian jumlah item obat dengan kartu stok sebesar 100%, nilai Inventory Turn Over Ratio (ITOR) sebesar 9 kali per tahun (sesuai standar 8–12 kali), serta persentase obat kedaluwarsa hanya 0,23% (memenuhi standar 1%). Namun, persentase stok mati sebesar 24,7% belum sesuai dengan standar ideal (0%).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan suatu kegiatan pengaturan terhadap Sediaan Farmasi yang diterima agar aman (tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin. Permasalahan yang biasanya terjadi adalah stok obat yang berlebih atau kurang serta adanya obat rusak atau kadaluarsa yang masih ditemukan di gudang penyimpanan obat. Masalah ini muncul biasanya dipengaruhi oleh sistem pengelolaan obat di puskesmas yang kurang diperhatikan. Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat di Puskesmas sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah jurnal nasional tentang gambaran penyimpanan obat di puskesmas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi, membandingkan, mengelompokkan temuan penelitian berdasarkan studi literatur tentang penyimpanan obat di puskesmas tentang bagaimana penyimpanan obat di puskesmas berdasarkan bentuk dan jenis sediaan, suhu penyimpanan, cahaya dan kelembaban, bahan yang mudah terbakar/ meledak serta penyimpanan narkotika dan psikotropika sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016. Hasil kajian studi literatur diperoleh bahwa perbedaan utama terdapat pada aspek ventilasi. Puskesmas Galesong Utara sudah memiliki ventilasi, sedangkan Puskesmas Piyungan belum memiliki ventilasi. Namun gambaran penyimpanan obat di kedua puskesmas secara umum telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK KIMIA FARMA BERDASARKAN STANDAR KEFARMASIAN PERMENKES NO. 73 TAHUN 2016

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat di apotek merupakan tahap mendasar dalam rantai pasok farmasi yang memengaruhi kualitas dan keselamatan pasien. Terdapat perbedaan antara standar regulasi Peraturan Kementerian Kesehatan No. 73 Tahun 2016 dan pelaksanaannya di lapangan. Studi literatur ini bertujuan melakukan sintesis komprehensif terhadap bukti ilmiah terkait evaluasi penyimpanan obat di apotek. Secara khusus, tinjauan ini akan menganalisis faktor-faktor kritis meliputi aspek teknis-fisik (pengendalian lingkungan, fasilitas), manajemen stok (sistem FEFO, indikator kinerja), dokumentasi dan SOP , kompetensi SDM, serta kepatuhan regulasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau artikel relevan. Data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif. Pencarian literatur dilakukan di PubMed, Google Scholar, dan Garuda untuk menemukan artikel penelitian relevan yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2016-2025). Hasil kajian terhadap dua artikel menunjukkan bahwa apotek yang diteliti telah menerapkan prinsip dasar penyimpanan seperti penggunaan alat pemantau suhu, sistem FIFO dan FEFO, pemisahan obat LASA, serta penyimpanan khusus narkotika dan obat yang memerlukan suhu terkendali. Ditemukan perbedaan pada aspek sarana fisik dan dokumentasi. Satu apotek menunjukkan kondisi fisik ruang penyimpanan kurang optimal serta tidak disebutkannya penggunaan pallet, kartu suhu, kartu stok, dan ruang arsip, sementara apotek lain telah memenuhi seluruh aspek observasi. Kesimpulan studi literatur ini adalah kepatuhan terhadap standar penyimpanan obat tidak hanya ditentukan oleh prosedur teknis, tetapi juga sangat bergantung pada kelengkapan fasilitas fisik dan sistem dokumentasi. Saran yang diajukan adalah perlunya perbaikan infrastruktur ruang penyimpanan serta penguatan pencatatan dan pemantauan secara konsisten untuk menjamin mutu dan keamanan obat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS BONTANG LESTARI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Puskesmas adalah sarana pelayanan kesehatan yang memiliki fungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan tingkat pertama di wilayah tertentu. Puskesmas perlu memperhatikan pengelolaan farmasi dengan seksama karena hal ini dapat mempengaruhi keberhasilan terapi pasien. Penyimpanan obat merupakan salah satu tahapan krusial yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan mutu obat selama masa simpan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil penyimpanan obat di Puskesmas dengan mengkaji kesesuaian praktik di lapangan terhadap ketentuan dalam Permenkes No. 72 Tahun 2016 dan pedoman teknis lainnya yang relevan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif observasi dengan menyajikan data primer dan sekunder untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap fasilitas penyimpanan obat, wawancara terstruktur dengan petugas farmasi atau penanggung jawab obat. Sampel pada penelitian ini yaitu seluruh item obat yang ada di Instalasi Farmasi dan teknik sampling yang di gunakan yaitu total dari sampel tersebut. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan pedoman Permenkes dan standar penyimpanan obat, serta analisis deskriptif dengan menyusun frekuensi dan distribusi data yang diperoleh dari observasi dan kuesioner. Data kemudian disajikan dalam bentuk naratif dan tabulasi untuk memudahkan interpretasi terhadap sejauh mana tingkat kesesuaian praktik penyimpanan obat di Puskesmas dengan standar yang berlaku. Dari hasil penelitian didapatkan pengelolaan penyimpanan obat di apotek dan gudang farmasi di Puskesmas Bontang Lestar dengan aspek umum 70% dengan predikat baik dan aspek khusus 83,33 % dengan predikat sangat baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penguatan sistem pengelolaan obat di Puskesmas serta menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam penyusunan program peningkatan kapasitas sumber daya farmasi di tingkat layanan primer.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI SISTEM PENYIMPANAN DAN PELAYANAN OBAT LASA (Look Alike Sound Alike) BEBERAPA APOTEK DI KOTA SAMARINDA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan serta pelayanan obat yang efektif merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas dan keamanan sediaan farmasi, termasuk obat-obatan LASA (Look Alike Sound Alike) yang berisiko menimbulkan kesalahan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan dan pelayanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) beberapa apotek di kota Samarinda, dengan berfokus pada penyimpanan dan pelayanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental yang bersifat kualitatif yang menggunakan metode observasional dan wawancara. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan prospektif, yang melibatkan observasi melalui form ceklist serta wawancara dengan kepala Apoteker di Apotek M. Yamin, Apotek Klinik Media Farma dan Apotek Sehat Mulia. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR EVALUASI PENYIMPANAN OBAT YANG TEPAT BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK M MANADO DAN X PURWOKERTO

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat merupakan bagian penting dari pengelolaan sediaan farmasi. Obat-obatan harus disimpan sesuai standar pelayanan kefarmasian agar tetap aman, bebas dari cacat atau kerusakan fisika ataupun kimia, serta mutu obat dapat terjaga. Sistem penyimpanan obat menjadi bagian penting dalam pengelolaan stok di apotek karena berpengaruh terhadap kestabilan, keamanan, dan mutu obat hingga digunakan oleh pasien. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan obat yang tepat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian. Rancangan penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian studi literatur (literature review). Pendekatan ini dilaksanakan melalui kegiatan pengumpulan data, penelaah mendalam, dan analisis kritis terhadap berbagai sumber pustaka. Objek penelitian ini yaitu artikel yang menyajikan data evaluasi penyimpanan obat yang tepat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di apotek M Manado dan apotek X Purwokerto. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif komparatif. Data yang diperoleh dari berbagai gambaran mengenai evaluasi penyimpanan obat yang tepat di apotek M Manado dan apotek X Purwokerto. Berdasarkan telaah literatur didapatkan hasil yaitu pada apotek M Manado yang memenuhi yaitu sebesar 67,57% yang termasuk dalam kategori baik sedangkan yang tidak memenuhi masih kurang sebesar 30,43%. Pada apotek X Purwokerto yang memenuhi yaitu sebesar 94,44% memenuhi dalam kategori sangat baik sedangkan yang tidak memenuhi yaitu sebesar 5,56%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI KIMIA FARM

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem penyimpanan obat menjadi bagian penting dari pengelolaan perbekalan farmasi karena dapat memengaruhi mutu, keamanan, dan keberlangsungan ketersediaan obat. Penyimpanan yang tidak sesuai standar berpotensi menyebabkan kerusakan obat, memperlambat distribusi, dan meningkatkan risiko medication error. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui studi literatur sistem penyimpanan obat dan kesesuaian penyimpanan obat dengan Permenkes No. 73 Tahun 2016 dan Permenkes No. 9 Tahun 2017. Kedua penelitian dalam artikel terkait menggunakan metode observasional melalui checklist dan wawancara mendalam dengan apoteker untuk menilai penerapan standar penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma metode penelitian yang dipakai adalah metode studi literatur dengan cara mereview kedua artikel yang terkait penyimpanan obat di kimia farma. Studi literatur ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan kefarmasian dan memastikan keamanan penggunaan obat dalam pelayanan kepada pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator penyimpanan obat telah memenuhi standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dengan tingkat kesesuaian mencapai 100%, meliputi penyimpanan dalam wadah asli, kejelasan informasi obat, pengelompokan obat, serta penerapan sistem FIFO dan FEFO. Kondisi ruang penyimpanan, sarana prasarana, serta pengelolaan administrasi juga telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, pada indikator pemantauan suhu masih ditemukan ketidaksesuaian dengan tingkat capaian sebesar 50%, yang menunjukkan bahwa pengendalian suhu belum dilakukan secara optimal. Hal ini mengindikasikan perlunya peningkatan dalam sistem monitoring suhu untuk menjaga mutu dan stabilitas obat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR SISTEM PENYIMPANAN DAN PELAPORAN OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI RUMAH SAKIT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyalahgunaan narkotika dan psikotropika merupakan masalah serius yang menuntut pengelolaan ketat di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama dalam aspek penyimpanan dan pelaporan. Pemerintah telah menetapkan regulasi serta sistem pelaporan elektronik Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP), namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai ketidaksesuaian dan kendala seperti ketidaksesuaian dengan regulasi, ketidaksesuain data, dan kurangnya tenaga kefarmasian. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai sistem penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika. Tujuan Studi literatur ini adalah untuk mengetahui sistem penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika berdasarkan kajian literatur. Rancangan yang digunakan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingnkan sistem penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika.Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran kesesuaian pelaksanaan penyimpanan dan pelaporan dengan ketentuan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua rumah sakit yang dikaji telah memenuhi 100% standar penyimpanan umum sesuai Permenkes No. 72 Tahun 2016. Rumah Sakit X Surakarta mencapai tingkat kepatuhan 100% terhadap standar khusus Permenkes No. 5 Tahun 2023, sedangkan RSIA Pasutri memiliki tingkat kepatuhan sebesar 87,5%, dengan beberapa ketidaksesuaian pada penandaan obat mendekati kedaluwarsa, dokumentasi pemegang kunci lemari penyimpanan, serta ketepatan waktu pelaporan melalui SIPNAP.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT LASA (LOOK ALIKE SOUND ALIKE) DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT DI INDONESIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Obat LASA (Look Alike Sound Alike) adalah obat yang memiliki penampilan dan ucapan yang mirip. Penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) dapat menyebabkan kesalahan pengobatan yang berakibat serius bagi pasien jika salah pemberian obat. Penyimpanan obat LASA dilakukan dengan diberikan penandaan khusus dan diletakan secara terpisah dengan obat lain, hal ini dilakukan agar petugas kefarmasian lebih jelih dan teliti dalam pengambilan obat untuk mencegah terjadinya kesalahan. Tahapan penelitian yang dilakukan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal ilmiah, skripsi, dan karya ilmiah lainnya sehingga didapatkannya data. Analisis data yang dilakukan merupakan metode analisis deskriptif yang disajikan dalam tabel dan narasi. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Indonesia. Hasil telaah literatur menyimpulkan bahwa gambaran penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) di Instalasi Farmasi di Indonesia telah cukup baik. RSUD Brig. Hasan Basry Kandangan disimpulkan bahawa penyimpanan obat LASA sudah sesuai dengan persyaratan yang berlaku menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016. Rumah Sakit Sariningsih dengan hasil angka yang didapat dari observasi tersebut sebesar 83,3% di karenakan terdapat satu persyaratan yang tidak sesuai dengan presentase 16,7% yang berarti hasil tersebut sudah cukup baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi kesesuaian penyimpanan obat di apotek berdasarkan petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian apotek tahun 2019

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kesesuaian penyimpanan obat di apotek berdasarkan petunjuk teknis standar kefarmasian di apotek tahun 2019. Penyimpanan merupakan salah satu hal penting yang berperan dalam menjaga mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kesesuaian penyimpanan obat pada apotek berdasarkan petunjuk teknis standar kefarmasian apotek tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek dari penelitian ini adalah kesesuaian penyimpanan obat di apotek Mayang, kota Cimahi, dan M Manado beberapa buku, skripsi, dan jurnal tahun 2021-2022.Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait dengan penyimpanan obat di apotek seperti skripsi serta jurnal ilmiah tahun 2021-2022 yang telah terakreditasi nasional. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu dengan membuat gambaran dari data - data yang dikumpulkan dari jurnal pada tahun 2021-2022. Hasil penelitian menunjukkan sistem penyimpanan pada apotek Mayang dan apotek kota Cimahi sudah sesuai dengan petunjuk teknis standar kefarmasian apotek tahun 2019. Berdasarkan hasil studi literatur penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua apotek yang memenuhi dan satu apotek tidak memenuhi petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian apotek tahun 2019 yaitu memenuhi standar, adalah apotek Mayang sebesar 86,95% dan di apotek kota Cimahi sebesar 86,36%, sedangkan nilai standar di apotek M Manado sebesar 69,57%. Kata Kunci : Evaluasi, Penyimpanan, Apotek, Pelayanan, Obat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran proses penyimpanan obat di puskesmas

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat menjadi faktor penting dalam pengelolaan obat di Puskesmas, karena dengan penyimpanan yang benar akan lebih mudah dan efektif untuk menjamin kualitas dan mutu obat, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara sistermatis dan akurat mengenai penyimpanan obat di puskesmas. tujuan penelitian ini dilakukan beberapa puskesmas, pengambilan data melalaui daftar titik tentang aspek penyimpanan obat di puskesmas yang meliputi persyaratan gudang penyimpanan obat, kesehatan adalah hak asasi manusia yang harus diwujudkan dalam bentuk pemberian masyarakat melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang menyeluruh oleh pemerintah, pemerintah daerah secara terarah, terpadu dan berkesinabungan, adil dan mereta, serta aman berkualitas dan terjangka oleh masyarakat (Depkes,2014). Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyeleggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, penyimpanan dan distribusi obat yang tepat sangat penting untuk menjadi efek obat dalam tubuh dan sudah seharusnya semua obat harus disimpan di tempat penyimpanan yang tepat, puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kesehatan. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, rancangan penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah tentang gambaran proses penyimpanan obat di beberapa puskesmas

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat di puskesmas. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerja puskesmas. Penyimpanan obat di Puskesmas mempunyai dampak besar dalam pelayanan kesehatan. Penyimpanan yang kurang baik dapat membawa kerugian material. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat gambaran data-data tentang penyimpanan sediaan farmasi di puskesmas. Objek yang diteliti adalah gambaran penyimpanan obat di puskesmas. Hasil penelitian menyatakan bahwa Puskesmas Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu belum memenuhi penggunaan lemari, rak dan palet serta tidak melakukan observasi terhadap dinding yang dibuat licin, lemari pendingin, penyimpanan sediaan farmasi yang penampilan dan penamaan yang mirip (LASA) tidak ditempatkan berdekatan, dan kartu stok. Puskesmas Mangunsari Kota Salatiga telah memenuhi persyaratan penyimpanan obat, tetapi belum memenuhi persyaratan ruangan kering dan tidak lembab.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat gudang instalasi farmasi rumah sakit. Penyimpanan obat adalah standar pengelolaan obat dan sediaan farmasi yang diterima, menjaga agar aman (tidak hilang), bebas dari kerusakan fisik dan kimiawi, serta terjamin mutunya sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan cara mengumpulkan data dan menganalisis literatur ilmiah dan literatur terkait. Tahap penelitian kepustakaan terdiri dari reduksi data berupa menyunting dan meringkas untuk mendapatkan data inti pokok untuk penulisan, dilanjutkan dengan penyajian data yaitu menyajikan data dalam bentuk tabel deskriptif dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan, verifikasi dan review data yang diperoleh untuk menarik kesimpulan yang benar. Hasil Peneltian menyimpulkan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara Manado 100% memenuhi persyaratan sedangkan Rumah Sakit Advent Manado 83,33% telah memenuhi persyaratan dan 16,67% masih belum memenuhi sistem penyimpanan yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi penyimpanan obat high alert di rumah sakit

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penyimpanan obat high alert di Rumah Sakit. Obat high alert atau obat dengan kewaspadaan tinggi adalah obat yang secara signifikan berisiko membahayakan pasien bila digunakan salah atau bila pengelolaan kurang tepat. Resiko yang tinggi dari obat high alert dapat menyebabkan komplikasi, efek samping atau bahaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek penelitian adalah evaluasi penyimpanan obat high alert di beberapa Rumah Sakit yaitu, IFRS Juanda Kuningan, IFRS Leuwiliang dan IFRS X Tangerang. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, meringkas, dan menarik kesimpulan dari data yang didapat dilakukan secara benar. Analisis data yang digunakan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data yang telah di dapat dari jurnal yang akan diteliti. Hasil studi literatur adalah penyimpanan obat high alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Juanda Kuningan dan Rumah Sakit Leuwiliang sudah sesuai dengan Permenkes No. 72 Tahun 2016, sedangkan penyimpanan obat high alert di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Tangerang masih terdapat beberapa yang tidak sesuai dengan Permenkes No. 72 Tahun 2016 dan SOP Rumah Sakit X Tangerang, yaitu beberapa obat tidak diberi label high alert dan penyimpanan tidak dipisahkan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

studi literatur evaluasi penyimpanan obat di apotek

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat merupakan salah satu cara pemeliharaan perbekalan farmasi sehingga aman dari gangguan fisik dan pencurian yang dapat merusak kualitas suatu obat. Perlu dilakukan evaluasi terhadap penyimpanan obat karena untuk menjaga kualitas obat yang ada di gudang farmasi dan mempermudah dalam pendistribusian obat Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana cara penyimpanan dan untuk memelihara mutu obat, menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab, serta mejaga kelangsungan persediaan, memudahkan pencarian dan pengawasan Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi literatur dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku tahapan penelitian yang digunakan yaitu reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas, penyajian data, penarikan kesimpulan. Objek penelitian adalah evaluasi penyimpanan obat di apotek berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Kefarmasian di Apotek tahun 2019. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan telaah literatur didapatkan hasil yaitu pada Apotek di Kota Cimahi Jawa Barat yang memenuhi yaitu sebesar 79,17% sedangkan yang tidak memenuhi yaitu sebesar 20,83%. Pada Apotek M Manado Sulawesi Utara yang memenuhi yaitu sebesar 69,57% sedangkan yang masih kurang sebesar 30,43%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail