Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YULIANA

15 karya publik ditemukan.

2026: 62023: 32022: 22021: 12019: 1

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR VITAMIN C PADA BAH PAPRIKA HIJAU DAN KUNING (CAPSICUM ANNUUM L. VAR. GROSSUM) DENGAN METODE IODIMETRI

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan berperan sebagai antioksidan bagi tunuh. Salah satu sumber vitamin C adalah buah paprika, khususnya paprika kuning dan hijau yang memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi. Perbedaan jenis paprika, media tanam, dan kondisi lingkungan dapat mempengaruhi kadar vitamin C yang terkandung di dalamnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbandingan kadar vitamin C dari kedua jenis paprika berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpul, menelaah, dan menganalisis jurnal ilmiah serba buku yang berkaitan dengan penetapan kadar vitamin C menggunakan metode iodimetri. Data di analisis secara deskriptif berdasarkan hasil dari dua jurnal penelitian yang memenuhi kriteria seleksi. Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C pada paprika dipengaruhi oleh media tanam dan kondisi lingkungan. Paprika kuning yang dibudidayakan secara hidroponik memiliki kadar vitamin C sebesar 98,63 mg/100 g, lebih tinggi dibandingkan paprika kuning yang ditanam di tanah sebesar 86,19 mg/100 g. Selain itu, paprika hijau yang tumbuh jauh dari Gunung Sinabung memiliki kadar vitamin C sebesar 113,71 mg/100 g, lebih tinggi dibandingkan paprika hijau yang tumbuh di sekitar Gunung Sinabung sebesar 104,67 mg/100 g. Kesimpulan penelitian ini adalah kadar vitamin C pada paprika dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan media tumbuh tanaman

"STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH PAPRIKA HIJAU DAN KUNING (Capsicum annuum L. Var. Grossum) DENGAN METODE IODIMETRI"

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan berperan sebagai antioksidan bagi tubuh. Salah satu sumber vitamin C adalah buah paprika, khususnya paprika kuning dan hijau yang memiliki kandungan vitamin C lebih 190 mg/100 g tinggi daripada cabai rawit merah 143,7 mg/ 100 g. Perbedaan jenis paprika, media tanam, dan kondisi lingkungan dapat mempengaruhi kadar vitamin C yang terkandung di dalamnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbandingan kadar vitamin C dari kedua jenis paprika berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menganalisis artikel ilmiah serba buku yang berkaitan dengan penetapan kadar vitamin C menggunakan metode iodimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C pada paprika dipengaruhi oleh media tanam dan kondisi lingkungan. Paprika kuning yang dibudidayakan secara hidroponik memiliki kadar vitamin C sebesar 98,63 mg/100 g, lebih tinggi dibandingkan paprika kuning yang ditanam di tanah sebesar 86,19 mg/100 g. Selain itu, paprika hijau yang tumbuh 6 km dari Gunung Sinabung memiliki kadar vitamin C sebesar 113,71 mg/100 g, lebih tinggi dibandingkan paprika hijau yang tumbuh di 30 km Gunung Sinabung sebesar 104,67 mg/100 g. Kesimpulan penelitian ini adalah kadar vitamin C pada paprika dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan media tumbuh tanaman.

STUDI LITERATUR PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM (Syzyhium polyanthum) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu tantangan kesehatan global terbesar pada abad ke-21 dengan prevalensi yang terus meningkat secara signifikan. Penggunaan obat antidiabetes atau terapi insulin memiliki keterbatasan berupa biaya yang relatif mahal, efek samping yang tidak diinginkan, dan potensi resistensi obat pada penggunaan jangka panjang. Daun salam (Syzygium polyanthum) telah digunakan secara empiris oleh masyarakat Indonesia sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar glukosa darah. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar glukosa darah. Hasil penelitian dari artikel yang dilakukan di Desa Kopek dengan 18 responden penderita diabetes melitus tipe 2 sebelum intervensi didapatkan hasil ratarata kadar glukosa darah sebesar 178,22 mg/dL dan setelah intervensi seduhan daun salam selama seminggu menjadi 148,39 mg/dL. Begitu pula pada penelitian yang dilakukan di Desa Paok Motong dengan total 41 responden didapatkan rata-rata kadar glukosa darah sebelum intervensi ialah 194,49 mg/dL dan setelah intervensi menjadi 179,27 mg/dL. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah penggunaan seduhan daun salam dapat menurunkan kadar glukosa darah.

STUDI LITERATUR PENGARUH REBUSAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan ganguan metabolik kronis yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia akibat ganguan sekresi insulin, kerja insulin, atau kombinasi keduanya. Hal ini menyebabkan terhambatnya penyerapan glukosa oleh sel tubuh, sehingga glukosa menumpuk di dalam darah. Hiperglikemia yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi kronis. Penderita diabetes melitus dapat memanfaatkan tanaman obat sebagai upaya penanganan non-farmakologis, salah satunya melalui pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, tanin, isothiocynate, betakaroten, vitamin C, vitamin E serta selenium yang berperan sebagai antioksidan dan antidiabetik. Senyawa-senyawa tersebut mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan melindungi sel beta pankreas dari kerusakan akibat stress oksidatif serta membantu proses penyerapan glukosa oleh sel tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rebusan daun kelor melalui studi literatur dengan membandingkan dua artikel penelitian di Desa Balam Jaya dan di Desa Limehe Timur. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan objek penelitian pasien penderita diabetes melitus tipe 2 di kedua desa tersebut yang diberi air rebusan daun kelor. Hasil studi literatur menunjukan adanya penurunan kadar glukosa darah di desa Balam jaya sebesar 71,48 mg/dl dan di Desa Limehe Timur sebesar 146,8 mg/dl. Perbedaan hasil tersebut mengindikasikan bahwa dosis dan durasi pemberian daun kelor, serta karateristik individu sangat mempengaruhi efektivitas rebusan daun kelor. Berdasarkan hasil studi tersebut pemberian rebusan daun kelor terbukti efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2.

FORMULASI SEDIAAN KRIM LEMAK TENGKAWANG (Shorea mecystopteryx) SEBAGAI TABIR SURYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tabir surya dapat menyerap, menghamburkan atau memantulkan sinar UV (ultraviolet) yang mengenai kulit, sehingga dapat digunakan untuk melindungi struktur kulit manusia dari bahayanya sinar UV. Salah satu kandungan bahan yang dapat berfungsi sebagai tabir surya adalah senyawa flavonoid. Salah satu bahan alam yang mengandung flavonoid adalah lemak tengkawang. Lemak tengkawang adalah lemak nabati hasil ekstraksi biji tanaman tengkawang yang termasuk dalam famili Dipterocarpaceae yang mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, arilpropanoid dan turunan asam galat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi lemak tengkawang sebagai sediaan krim tabir surya dan berapakah nilai SPF dari sediaan krim lemak tengkawang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Konsentrasi lemak tengkawang pada penelitian ini 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian sediaan krim ini meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan nilai SPF. Hasil dianalisis secara deskriptif yaitu upaya menampilkan data dalam bentuk tampilan yang mudah terbaca secara lengkap. Kata kunci: lemak tengkawang (Shorea mecystopteryx), krim, tabir surya, SPF

FORMULASI SEDIAAN KRIM LEMAK TENGKAWANG (Shorea mecystopteryx) SEBAGAI TABIR SURYA

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tabir surya dapat menyerap, menghamburkan atau memantulkan sinar UV (ultraviolet) yang mengenai kulit, sehingga dapat digunakan untuk melindungi struktur kulit manusia dari bahayanya sinar UV. Salah satu kandungan bahan yang dapat berfungsi sebagai tabir surya adalah senyawa flavonoid. Salah satu bahan alam yang mengandung flavonoid adalah lemak tengkawang. Lemak tengkawang adalah lemak nabati hasil ekstraksi biji tanaman tengkawang yang termasuk dalam famili Dipterocarpaceae yang mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, arilpropanoid dan turunan asam galat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi lemak tengkawang sebagai sediaan krim tabir surya dan berapakah nilai SPF dari sediaan krim lemak tengkawang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Konsentrasi lemak tengkawang pada penelitian ini 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian sediaan krim ini meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan nilai SPF. Hasil dianalisis secara deskriptif yaitu upaya menampilkan data dalam bentuk tampilan yang mudah terbaca secara lengkap. Kata kunci: lemak tengkawang (Shorea mecystopteryx), krim, tabir surya, SPF

Analisis Kandungan Merkuri (Hg) Pada Beberapa Krim Pemutih Wajah Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kandungan merkuri (Hg) pada beberapa krim pemutih wajah dengan metode spektrofotometri serapan atom. Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya dan dalam konsentrasi rendah pun dapat bersifat racun. Namun merkuri sering digunakan dalam kosmetika, salah satunya dalam krim pemutih wajah. Krim pemutih wajah merupakan campuran bahan kimia dan atau bahan lainnya yang berkhasiat untuk memutihkan kulit atau memucatkan noda hitam pada kulit. Analisis kandungan merkuri (Hg) dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kandungan merkuri yaitu metode spektrofotometri serapan atom. Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil telaah literatur didapatkan hasil pennelitian dari Parengkuan, dkk (2013), terdapat lima sampel dari sepuluh sampel yang positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi yaitu 0,03 - 0,06 ppm. Pada penelitian yang dilakukan oleh Mona, dkk (2018), terdapat tiga sampel dari tujuh sampel yang positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi yaitu 0,06 - 0,18 ppm dan pada penelitian yang dilakukan oleh Rohaya, dkk (2016), semua sampel positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi 0,0035 – 5,3494 ppm.

Analisis Kandungan Merkuri (Hg) Pada Beberapa Krim Pemutih Wajah Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kandungan merkuri (Hg) pada beberapa krim pemutih wajah dengan metode spektrofotometri serapan atom. Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya dan dalam konsentrasi rendah pun dapat bersifat racun. Namun merkuri sering digunakan dalam kosmetika, salah satunya dalam krim pemutih wajah. Krim pemutih wajah merupakan campuran bahan kimia dan atau bahan lainnya yang berkhasiat untuk memutihkan kulit atau memucatkan noda hitam pada kulit. Analisis kandungan merkuri (Hg) dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kandungan merkuri yaitu metode spektrofotometri serapan atom. Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil telaah literatur didapatkan hasil pennelitian dari Parengkuan, dkk (2013), terdapat lima sampel dari sepuluh sampel yang positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi yaitu 0,03 - 0,06 ppm. Pada penelitian yang dilakukan oleh Mona, dkk (2018), terdapat tiga sampel dari tujuh sampel yang positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi yaitu 0,06 - 0,18 ppm dan pada penelitian yang dilakukan oleh Rohaya, dkk (2016), semua sampel positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi 0,0035 – 5,3494 ppm.