ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Paparan radiasi sinar ultraviolet (UV) yang tinggi di wilayah tropis seperti Indonesia dapat menyebabkan berbagai gangguan kulit, seperti eritema, hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit. Penggunaan tabir surya merupakan salah satu upaya efektif untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV. Kulit bawang merah (Allium ascalonicum L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan metabolit sekunder lainnya yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula krim tabir surya ekstrak etanol kulit bawang merah menggunakan variasi konsentrasi asam stearat dan setil alkohol serta menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi krim tabir surya. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan bantuan perangkat lunak Design Expert 13. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat, sedangkan aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki rendemen sebesar 7,56%, kadar air 16,9%, serta mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Variasi konsentrasi asam stearat dan setil alkohol berpengaruh terhadap karakteristik fisik krim, dengan asam stearat memberikan pengaruh paling dominan terhadap pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Formula optimum yang direkomendasikan Design Expert mengandung 14,196% asam stearat dan 5,0995% setil alkohol, dengan karakteristik pH 7,65, viskositas 17.392 cP, daya sebar 5,70 cm, dan daya lekat 3,87 detik. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata nilai SPF sebesar 28,60, yang termasuk kategori Ultra Protection, sehingga krim ekstrak etanol kulit bawang merah berpotensi dikembangkan sebagai sediaan tabir surya alami dengan kemampuan proteksi yang sangat baik terhadap radiasi UVB.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hidrokuinon merupakan suatu zat kimia yang mempunyai efek memutihkan kulit tetapi tidak bekerja sebagai pemutih kulit hanya menghambat produksi melanin pada kulit sehingga dapat membuat kulit jadi lebih putih, namun juga mempunyai efek samping yang sangat merusak tubuh jika digunakan dalam waktu yang panjang. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui cara analisis hidrokuinon secara kualitatif dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan kuantitatif dengan metode Spektrofotometri UV-Vis dalam produk krim pemutih wajah. Pencarian jurnal utama didasarkan dengan kriteria inklusi menggunakan sampel krim pemutih, sehingga diperoleh 3 jurnal utama yaitu Ruchiyat et al., (2023), Karnelasatri et al., (2024), dan Charismawati et al., (2021). Cara analisis diawali dengan preparasi kontrol positif, pembuatan larutan hidrokuinon dan pembuatan fase gerak. Pada analisis kuantitatif diawali dengan preparasi sampel, pembuatan larutan induk, pembuatan larutan seri dan penentuan panjang gelombang maksimum. Hasil penelitian mengenai analisis kandungan hidrokuinon secara kualitatif yang dilakukan Charismawati et al., (2021) semua sampel terdeteksi mengandung hidrokuinon dan secara kuantitaitf ketiga sampel positif mengandung hidrokuinon, sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh secara kualitatif Ruchiyat et al., (2023) terdapat 4 dari 9 sampel yang tedeteksi mengandung hidrokuinon dan 5 sampel lainnya tidak terdeteksi mengandung hidrokuinon dan secara kuantitatif diperoleh konsentrasi kandungan hidrokuinion dengan rentang 3.628-0.220 ppm dan analisis hidrokuinon secara kuantitatif yang dilakukan oleh Karnelasatri et al., (2024) juga menunjukan bahwa semua sampel mengandung hidrokuinon dengan rentang 5.581%-0.993%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hidrokuinon merupakan salah satu bahan yang biasa digunakan dalam krim pemutih. Krim pemutih merupakan campuran bahan kimia atau bahan lainnya dengan khasiat bisa memudarkan noda hitam pada kulit. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja identifikasi hidrokuinon menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan mengetahui hasil identifikasi hidrokuinon pada krim pemutih, jurnal utama yang menjadi rujukan dari studi literatur ini yaitu penelitian Harimurti et al. (2021) yang menggunakan krim pemutih yang beredar di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Primadiamanti et al. (2018) yang menggunakan sampel krim pemutih yang beredar kota Bandar Lampung. Prosedur kerja yang dilakukan pada penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu preparasi sampel, membuat larutan baku, pembuatan fase gerak, dan identifikasi menggunakan KLT. Berdasarkan hasil analisis Harimurti et al. (2021) diperoleh 6 dari 21 sampel mengandung hidrokuinon dan Primadiamanti et al. (2018) diperoleh 3 dari 7 sampel mengandung hidrokuinon
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lemak tengkawang (Shorea mecistopteryx Ridley) adalah lemak yang berasal dari proses ekstraksi biji tengkawang. Lemak biji tengkawang memiliki kandungan lemak nabati yang dimanfaatkan sebagai basis dalam pembuatan sediaan kosmetika. salah satu sediaan kosmetik.adalah krim yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit. peneltian ini bertujan untuk apakah lemak tengkawang dalam bentuk sediaan krim yang memenuhi uji sifat fisik dan mengetahui nilai potensi iritasi pada kulit manusia. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental formulasi krim dari variasi konsentrasi ekstrak lemak tengkawang 0%, 5%, 10%, 15%. Analisis data hasil penelitian terbagi menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil pengamatan langsung oleh peneliti terhadap organoleptis, tipe krim, dan homogenitas, data kuantitatif berupa hasil uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas dan uji freeze thaw serta uji potensi iritasi dari sediaan krim. Hasil penelitian menunjukan bahwa lemak tengkawang dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim. Hasil evaluasi menunjukan krim dengan penyimpanan selama 28 hari dan pengujian freeze thaw selama 3 siklus dengan konsentrasi lemak tengakawang 0%, 5%, 10% dan 15%, memenuhi persyaratan uji fisik organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas namun tidak memenuhi persyaratan uji daya lekat dan uji daya sebar. Formulasi krim dengan lemak tengkawang pada konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%, tidak memberikan efek iritasi kepada responden yang dapat dikategorikan aman dalam formulasi sediaan krim. Hasil uji statistik menunjukan adanya perbedaan bermakna pada uji viskositas, daya lekat dan daya sebar antar formula, tetapi tidak berbeda bermakna antar formula pada uji fisik lainnya,
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Paparan polusi, radiasi sinar UV dan radikal bebas berlebih merupakan salah satu penyebab penuaan dini yang terjadi saat ini. Penuaan dini dapat dicegah dengan cara memanfaatkan antioksidan dan pelembab baik yang yang diberikan secara oral maupun topikal. Lemak tengkawang dari buah Shorea mecistopteryx merupakan genus dari famili Dipterocarpacea yang menghasilkan minyak nabati bernilai tinggi, seperti asam oleat, palmitat, miristat dan stearat. Asam oleat berfungsi sebagai pelembab, pelembut dan pelindung kulit serta adanya kandungan asam palmitat dan asam ftalat menjadikan lemak tengkawang memiliki sifat antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat formula krim lemak tengkawang yang memenuhi persyaratan fisik krim dan menguji aktivitas antioksidan. Pada penelitian ini dibuat krim dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Sifat fisik krim diketahui melalui beberapa evaluasi, yaitu organoleptis, homogenitas, uji tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan uji freeze-thaw. Aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak tengkawang dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil evaluasi menunjukkan krim dengan konsentrasi lemak tengkawang 5%, 10% dan 15% memenuhi semua persyaratan uji sifat fisik krim. Hasil uji aktivitas peredaman radikal bebas DPPH menunjukkan krim dengan konsentrasi lemak tengkawang 5% memiliki persen RSA 87,1±0,005%, konsentrasi lemak tengkawang 10% memiliki persen RSA 92,3±0.001% dan konsentrasi 15% memiliki persen RSA 95,1±0,001%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tabir surya dapat menyerap, menghamburkan atau memantulkan sinar UV (ultraviolet) yang mengenai kulit, sehingga dapat digunakan untuk melindungi struktur kulit manusia dari bahayanya sinar UV. Salah satu kandungan bahan yang dapat berfungsi sebagai tabir surya adalah senyawa flavonoid. Salah satu bahan alam yang mengandung flavonoid adalah lemak tengkawang. Lemak tengkawang adalah lemak nabati hasil ekstraksi biji tanaman tengkawang yang termasuk dalam famili Dipterocarpaceae yang mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, arilpropanoid dan turunan asam galat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi lemak tengkawang sebagai sediaan krim tabir surya dan berapakah nilai SPF dari sediaan krim lemak tengkawang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Konsentrasi lemak tengkawang pada penelitian ini 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian sediaan krim ini meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan nilai SPF. Hasil dianalisis secara deskriptif yaitu upaya menampilkan data dalam bentuk tampilan yang mudah terbaca secara lengkap. Kata kunci: lemak tengkawang (Shorea mecystopteryx), krim, tabir surya, SPF
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Paparan sinar ultra violet dapat menyebabkan beberapa gangguan kulit seperti eritema, pigmentasi, dan penuaan dini. Mencegah gangguan kulit yang disebabkan oleh sinar UV diperlukan perlindungan berupa tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi krim yang optimum dari ekstrak metanol daun afrika yang berpotensi sebagai tabir surya dengan variasi asam stearat dan setil alkohol yang dapat memberikan sifat fisik sediaan krim yang baik. Krim dibuat dalam empat formula dengan variasi asam stearat dan setil alkohol yang dirancang sesuai dengan desain faktorial. Sediaan krim yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi pengamatan organoleptik (bentuk, warna, bau), homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Formula optimum berdasarkan parameter sifat fisik krim yaitu: viskositas, daya sebar, daya lekat yang diperoleh menggunakan software Design Expert versi 11. Pada penelitian ini didapatkan area komposisi optimum krim yaitu asam stearat sebesar 4,83407 % dan 6,53315 % setil alkohol. Berdasarkan parameter uji pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas, formula yang baik adalah formula 2 karena nilai hasil uji masih masuk dalam range persyaratan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi kandungan merkuri yang terdapat pada krim pemutih. Merkuri (Hg) termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Merkuri (Hg) adalah salah satu zat berbahaya yang banyak ditemukan pada beberapa krim pemutih, meskipun penggunaannya sudah dilarang. Jenis merkuri yang sering digunakan atau dicampurkan pada krim pemutih adalah merkuri anorganik. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel, reduksi data, dan meringkas data sehingga data utama inti tulisan penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kandungan merkuri (Hg) pada beberapa krim pemutih wajah dengan metode spektrofotometri serapan atom. Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya dan dalam konsentrasi rendah pun dapat bersifat racun. Namun merkuri sering digunakan dalam kosmetika, salah satunya dalam krim pemutih wajah. Krim pemutih wajah merupakan campuran bahan kimia dan atau bahan lainnya yang berkhasiat untuk memutihkan kulit atau memucatkan noda hitam pada kulit. Analisis kandungan merkuri (Hg) dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kandungan merkuri yaitu metode spektrofotometri serapan atom. Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil telaah literatur didapatkan hasil pennelitian dari Parengkuan, dkk (2013), terdapat lima sampel dari sepuluh sampel yang positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi yaitu 0,03 - 0,06 ppm. Pada penelitian yang dilakukan oleh Mona, dkk (2018), terdapat tiga sampel dari tujuh sampel yang positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi yaitu 0,06 - 0,18 ppm dan pada penelitian yang dilakukan oleh Rohaya, dkk (2016), semua sampel positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi 0,0035 – 5,3494 ppm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji kualitatif kandungan merkuri dalam krim pemutih wajah yang dijual di pasaran. Merkuri (Hg) merupakan salah satu zat berbahaya yang sering ditemukan dalam beberapa produk krim pemutih meskipun telah dilarang penggunaannya. Pemakaian merkuri pada produk krim pemutih dapat menimbulkan perubahan warna kulit, alergi dan iritasi kulit, serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak dan dapat menyebabkan kanker. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Berdasarkan dari hasil telaah literatur menunjukkan bahwa identifikasi kandungan merkuri pada krim pemutih wajah dapat dilakukan dengan uji reaksi warna menggunakan FeCl3 (ungu kehitaman), KI (endapan merah orange) dan NaOH (endapan kuning) serta uji amalgam (abu-abu mengkilap). Beberapa sampel krim pemutih ditemukan mengandung merkuri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah. Krim pemutih wajah merupakan campuran bahan kimia dan atau bahan lainnya dengan khasiat bisa memutihkan kulit atau memucatkan noda hitam pada kulit. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti bitnik-bintik hitam pada kulit wajah, iritasi dan pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, serta dapat menyebabkan kanker. Keberadaan merkuri dalam krim pemutih wajah dapat diidentifikasi diantaranya dengan uji nyala dan reaksi warna. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan jurnal dan skripsi terkait merkuri dalam krim pemutih wajah, reduksi data, penyajian data dalam tabel dan penarikan simpulan. Berdasarkan telaah literatur dapat disimpulkan bahwa identifikasi merkuri pada sediaan krim pemutih wajah dapat dilakukan dengan reaksi warna dan uji nyala api serta masih terdapat beberapa sampel yang masih mengandung merkuri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TUDI LITERATUR IDENTIFIKASI HIDROQUINON DALAM KRIM PEMUTIH WAJAH DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS ABSTRAK Krim pemutih merupakan salah satu sediaan kosmetika yang saat ini sangat diminati oleh konsumen khususnya wanita , sehinggga penjualan produk semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh persepsi masyarakat yang menganggap cantik harus memiliki kulit yang putih. Hidroquinon adalah senyawa yang sering digunakan sebagai pemutih pada kosmetik. . Hidroquinon dengan kadar lebih dari 2% termasuk golongan obat keras. Bahaya pemakaian obat keras ini tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar, bercak- bercak hitam. Kandungan hidroquinon dalam krim pemutih wajah, dapat diidentifikasi dengan metode KLT.. Tujuan penelitian adalah mengetahui hasil identifikasi hidroquinon dalam krim pemutih wajah dengan metode KLT. Tahap penelitian meliputi pengumpulan literatur, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil telaah literatur menyimpulkan, sampel krim pemutih dari Yogyakarta, Padang dan Jayapura teridentifikasi adanya hidroquinon dalam krim pemutih dengan metode identifikasi Kromatografi Lapis Tipis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
METODE IDENTIFIKASI MERKURI PADA KRIM PEMUTIH WAJAH ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengetahui berbagai metode yang digunakan dalam identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah. Merkuri (Hg) termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Merkuri digunakan sebagai bahan pemutih kulit karena berpotensi sebagai bahan pereduksi (pemucat) warna kulit dengan daya pemutih terhadap kulit yang sangat kuat. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian, metode yang dapat digunakan untuk identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna (hasil positif jika dihasilkan endapan dengan warna tertentu), metode ini menggunakan larutan Kalium Iodida (menghasilkan endapan berwarna jingga) larutan Natrium hidroksida (menghasilkan endapan berwarna kuning) dan larutan Asam klorida (menghasilkan endapan putih). Metode uji kawat tembaga (menghasilkan kawat tembaga yang berwarna abu-abu mengkilap) dan metode uji nyala api (menghasilkan nyala api yang berwarna hijau). Kesimpulan yang dapat diambil adalah metode yang dapat digunakan untuk identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna (larutan Kalium Iodida, larutan Natrium hidroksida dan larutan Asam klorida), metode uji kawat tembaga dan metode uji nyala api.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui berbagai metode yang digunakan dalam mengidentifikasi kandungan merkuri pada kim pemutih dengan reaksi warna, Merkuri termasuk dalam salah satu logam berat berbahaya, sekalipun dalam konsentrasi kecil dapat bersifat racun. Merkuri merupakan salah satu bahan aktif yang tidak diperbolehkan dan dibatasi penggunaannya dalam kosmetik khususnya pada krim pemutih. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai hal mulai dari perubahan warna kulit, alergi, iritasi kulit serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan paru-paru serta merupakan zat karsinogenik pada manusia. Data yang dipakai pada studi ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari beberapa penelitian. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukkan bahwa identifikasi kandungan merkuri pada krim pemutih dapat dilakukan dengan metode reaksi warna. Beberapa sampel ditemukan mengandung merkuri. Uji positif diperoleh dengan pereaksi KI menghasilkan endapan merah orange, uji kawat tembaga menghasilkan warna abu-abu mengkilap dan uji nyala api menghasilkan warna hijau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Hidrokuinon adalah bahan yang sering digunakan dalam krim pemutih wajah, hidrokuinon digunakan dalam produk pemutih kulit sebagai agen depigmentasi dengan mekanisme menghambat enzim tirosinase yang bertanggung jawab dalam pembentukan melanin. Studi ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar hidrokuinon dengan metode spektrofotometri uv-vis pada krim pemutih wajah yang beredar dibeberapa kota dan m hasil engetahui kadar hidrokuinon yang beredar dibeberapa kota dengan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.445/MENKES/PER/V/1998. Hasil studi literatur dari kelima jurnal semua krim pemutih wajah positif mengandung hidrokuinon dengan kadar yang masih aman atau kurang dari 2%, akan tetapi terdapat 1 penelitian pada jurnal yang menunjukan bahwa 2 sampel krim pemutih wajah yang beredar di kabupaten Sidoarjo yang diperjual belikan di Klinik Kecantikan dengan kadar melebihi batas yang telah ditetapkan yaitu krim dengan kode CW1 = 4,05% dan krim dengan kode CW2=3,09%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun mangga, daun katuk dan buah pepaya adalah tumbuhan yang berkhasiat obat dan mengandung senyawa flavonoid dan vitamin C. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang dapat mencegah penyakit kardiovaskuler, jantung koroner, kanker dan penuaan dini yang disebabkan oleh radikal bebas. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas antioksidan sediaan krim daun katuk, krim buah pepaya dan krim daun mangga berdasarkan nilai IC50. Penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa aktivitas antioksidan sediaan krim ekstrak daun mangga, krim ekstrak daun katuk dan krim esktrak buah pepaya dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat yaitu nilai IC50. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang tekumpul. Nilai IC50 dari sediaan krim ekstrak daun mangga, krim ekstrak daun katuk dan krim ekstrak buah pepaya berurutan adalah 50,54 ppm, 55,85 ppm dan 99,86 ppm. Sediaan krim ekstrak daun mangga, krim ekstrak daun katuk, dan krim ekstrak buah pepaya dapat dikategorikan sebagai antioksidan yang kuat.