Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Daun Kelor
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PENGARUH REBUSAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan ganguan metabolik kronis yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia akibat ganguan sekresi insulin, kerja insulin, atau kombinasi keduanya. Hal ini menyebabkan terhambatnya penyerapan glukosa oleh sel tubuh, sehingga glukosa menumpuk di dalam darah. Hiperglikemia yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi kronis. Penderita diabetes melitus dapat memanfaatkan tanaman obat sebagai upaya penanganan non-farmakologis, salah satunya melalui pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, tanin, isothiocynate, betakaroten, vitamin C, vitamin E serta selenium yang berperan sebagai antioksidan dan antidiabetik. Senyawa-senyawa tersebut mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan melindungi sel beta pankreas dari kerusakan akibat stress oksidatif serta membantu proses penyerapan glukosa oleh sel tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rebusan daun kelor melalui studi literatur dengan membandingkan dua artikel penelitian di Desa Balam Jaya dan di Desa Limehe Timur. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan objek penelitian pasien penderita diabetes melitus tipe 2 di kedua desa tersebut yang diberi air rebusan daun kelor. Hasil studi literatur menunjukan adanya penurunan kadar glukosa darah di desa Balam jaya sebesar 71,48 mg/dl dan di Desa Limehe Timur sebesar 146,8 mg/dl. Perbedaan hasil tersebut mengindikasikan bahwa dosis dan durasi pemberian daun kelor, serta karateristik individu sangat mempengaruhi efektivitas rebusan daun kelor. Berdasarkan hasil studi tersebut pemberian rebusan daun kelor terbukti efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Potensi Antioksidan Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Berdasarkan Metode Ektraksi Maserasi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker dan penyakit jantung. Senyawa antioksidan alami dibutuhkan untuk menangkal kerusakan sel akibat stres oksidatif. Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung flavonoid dan polifenol yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor yang diperoleh melalui metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi literatur deskriptif-komparatif terhadap beberapa jurnal ilmiah, dengan fokus pada dua jurnal utama: Verawati et al. (2020) dan Nurulita et al. (2019). Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan parameter nilai IC₅₀. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ dari ekstrak daun kelor masing-masing sebesar 87,45 µg/mL dan 97,48 µg/mL, yang termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sedang. Variasi nilai dipengaruhi oleh durasi maserasi (2-3 hari) dan metode evaporasi pelarut (rotary evaporator vs oven). Kesimpulannya, metode maserasi dengan pelarut etanol 70% cukup efektif dalam menghasilkan ekstrak daun kelor dengan potensi antioksidan yang signifikan. Temuan ini memperkuat peluang pemanfaatan daun kelor sebagai bahan alami dalam pengembangan produk kesehatan preventif berbasis antioksidan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi literatur uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor(moringa oleifera L)dengan metode dpph (1,1 diphenyl-2 picrylhydrazyl)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L) dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl). Daun kelor merupakan tanaman obat tradisional yang dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit dalam pengobatan tradisional diantaranya peradangan, kardiovaskular dan gastrointestinal. Metabolit sekunder yang terkandung didalam daun kelor seperti saponin, alkaloid, tanin dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang berdampak negatif didalam tubuh. Sumber literatur yang digunakan adalah jurnal penelitian ilmiah yang berjudul aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun kelor terhadap DPPH dan jurnal penelitian ilmiah aktivitas antioksidan daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dan daun kelor. Tahapan penelitian dilakukan dengan mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan yaitu hasil IC50 ekstrak etanol daun kelor, penyajian data dalam bentuk deskriptif berupa tabel, serta dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian studi literatur menunjukan bahwa hasil IC50 pada ekstrak etanol daun kelor diperoleh nilai sebesar 50,595 ppm dikategorikan kuat. Sedangkan pada artikel penelitian lainnya ekstrak etanol daun kelor menunjukkan nilai IC50 sebesar 628,66 ppm dengan dikategorikan tidak aktif.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail