Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 23 dari 65

Tingkat Kepatuhan Pasiean Diabetes Mellitus Terhadap Penggunaan Obat Antidiabetik Di Rumah Sakit Dirgahayu

NAZILAH LUBIS
2026 · Thesis · Open Access

Diabetes Melitus (DM) salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan pengobatan jangka panjang. Tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antidiabetik sangat menentukan keberhasilan terapi dan pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien DM di Rumah Sakit Dirgahayu. Metode penelitian menggunakan desain survey analitik crosssectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling berupa purposive sampling terhadap pasien DM yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel minimal berjumlah 95 responden data dikumpulkan secara prospektif menggunakan kuesioner MMAS-8 yang telah tervalidasi. Analisis data mencakup analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat kepatuhan serta dilakukan uji chi-square untuk melihat hubungan karakteristik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pasien tergolong rendah, dengan persentase kepatuhan tinggi 7,22%, kepatuhan sedang 36,08%, dan kepatuhan rendah sebesar 56,70%. Pekerjaan merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan, sedangkan jenis kelamin, usia, dan pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.

ANALISIS GAMBARAN INTERAKSI OBAT PADA RESEP DI APOTEK MEDIA FARMA SAMARINDA

SYIFA ANANDITHA APRILIA
2026 · Thesis · Open Access

Interaksi obat merupakan salah satu dari delapan kategori Drug Related Problems (DRPs) yang paling sering dilaporkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Polifarmasi menjadi faktor risiko utama terjadinya interaksi obat, dengan prevalensi global mencapai 37%. Apotek Media Farma Samarinda melayani sekitar 9.000 resep dari 12.000 kunjungan pasien setiap bulan, sehingga berpotensi meningkatkan kejadian interaksi obat yang signifikan secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi obat berdasarkan pasangan obat, frekuensi kejadian, dan derajat keparahan pada resep yang diterima di Apotek. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap resep periode Oktober 2025. Sampel penelitian berjumlah 620 resep yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Identifikasi interaksi obat dilakukan menggunakan Software DrugBank dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 522 resep (84,19%) berpotensi mengalami interaksi obat dengan total 522 kejadian interaksi. Berdasarkan derajat keparahan, interaksi moderat merupakan kategori yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 271 kejadian (51,92%), diikuti interaksi minor sebanyak 143 kejadian (27,39%), dan interaksi major sebanyak 108 kejadian (20,69%). Pasangan obat yang paling sering berinteraksi pada kategori minor adalah acetaminophen dan amoxicillin (11,19%), kategori moderat adalah acetaminophen dan dexamethasone (12,55%), dan kategori major adalah dexamethasone dan dextromethorphan (21,30%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang menerima resep di Apotek Media Farma Samarinda berada pada kelompok usia dewasa (19-59 tahun), berjenis kelamin perempuan, dan menerima terapi polifarmasi minor (2-4 obat). Sebagian besar resep berpotensi mengalami interaksi obat dengan derajat keparahan moderat sebagai kategori yang paling dominan.

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DI PUSKESMAS UJOH BILANG KABUPATEN MAHAKAM ULU

J.V.MARTALIANI WAN
2026 · Thesis · Open Access

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas didunia. Penggunaan obat antihipertensi yang tepat berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjainya komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan gambaran mengenai penggunaan obat antihipertensi sebagai bahan evaluasi pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Puskesmas Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam Ulu. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan pengambilan sampel dengan purposive sampling diperoleh 178 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Data analisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien paling banyak berusia 49-59 tahun (50,0%), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan 122 pasien sebesar (68,5%), hipertensi tahap I sebanyak 86 pasien (48,3%), dan penyakit penyerta paling banyak adalah diabetes melitus sebanyak 26 (59,1%). Gambaran penggunaan obat antihipertensi menunjukkan bahwa obat paling banyak digunakan adalah golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yaitu amlodipin 10 mg sebanyak 112 resep (58,6%). Pola penggunaan obat tunggal didominasi oleh amlodipin 10 mg sebanyak 164 pasien (99,4%), sedangkan pola penggunaan kombinasi yang paling banyak amlodipin 10 mg dan catopril 25 mg sebanyak 8 pasien (61,5%). Frekuensi pemberian obat paling banyak adalah 1 kali sehari sebanyak 112 (62,9%).

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Labu Kuning (Cucubita moschata Duch.) Berdasarkan Perbedaan Konsesntrasi Pelarut Terhadap Bakteri Staphhylococcus aureus

KLAUDIANA WEA ANGI
2026 · Thesis · Open Access

Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan bahan pangan yang kaya akan vitamin A, C, mineral serta karbohidrat. Labu kuning memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti, antibakteri, antidiabetes, dan antioksidan. Ekstrak buah labu kuning (Cucurbita moschata Duch) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan terpenoid yang bersifat antibakteri. Perbedaan konsentrasi pelarut dapat mempengaruhi aktivitas farmakologi suatu ekstrak bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri daging buah labu kuning dengan perbedaan pelarut terhadap bakteri Staphylococus aureus. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, penetapan susut penegeringan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan perbedaan konsentrasi pelarut etanol 50% dan 70%, skrining fitokimia, penetapan kadar air ekstrak dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai susut pengeringan simplisia 4,26 %. Rendemen ekstrak etanol 50% sebesar 11,48% dan etanol 70% sebesar 20,97%. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol 50% menunjukkan danya senyawa saponin, dan flavonoid. Sedangkan pada ekstrak etanol 70 % diperoleh senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Hasil rata-rata kadar air ekstrak etanol 50% sebesar 16,47% dan ekstrak etanol 70% sebesar 23,71%. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan, bahwa perbedaan pelarut mempengaruhi aktivitas antibakteri pada ekstrak daging buah labu kuning, pada konsentrasi 10%; 12,5%; 15%; 20%; 25%, dan 30% dengan kategori sedang pada pelarut etanol 50% dan pada pelarut etanol 70% dengan kategori sedang hingga kuat. Diamater zona hambat pada kontrol positif kloramfenikol 0,1% sebesar 20 mm dan kontrol negatif DMSO 1% adalah 0 mm.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENGUNAAN TABIR SURYA (SUNSCREEN) PADA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA

NANDA ARISTA
2026 · Thesis · Open Access

Paparan sinar matahari berlebihan tanpa perlindungan yang tepat dapat menyebabkan gangguan kesehatan kulit, seperti penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga peningkatan risiko kanker kulit. Penggunaan tabir surya (Sunscreen) merupakan salah satu langkah pencegahan untuk melindungi kulit dari dampak radiasi UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, perilaku penggunaan tabir surya (Sunscreen), serta hubungan antara keduanya pada mahasiswa STIKSAM. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 612 mahasiswa aktif Program Sarjana Farmasi, Diploma III Farmasi, dan Sarjana Gizi Tahun Akademik 2025/2026. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat dilakukan terhadap variabel tingkat pengetahuan, perilaku penggunaan Sunscreen, serta karakteristik responden. Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan Sunscreen pada mahasiswa STIKSAM. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (68,8%) dan perilaku penggunaan Sunscreen kategori baik (60,3%). Uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan Sunscreen (p=0,000; r=0,419).

TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMPUNG BAQA SAMARINDA SEBERANG

WIDYA KARMILA FAISAL
2026 · Thesis · Open Access

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan lebih dari 1,28 miliar penderita dewasa di seluruh dunia. Di Kalimantan Timur, prevalensi hipertensi menempati peringkat ketiga tertinggi di Indonesia pada usia >18 tahun sebesar 29,6%, sedangkan di Kota Samarinda pada tahun 2023–2024 mencapai 39,46% pada usia >15 tahun. Kepatuhan minum obat antihipertensi merupakan faktor penting dalam pengendalian tekanan darah jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius pada jantung, otak, ginjal, dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat kepatuhan dengan karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lama menderita hipertensi) di Puskesmas Kampung Baqa Samarinda Seberang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional cross-sectional. Sampel sebanyak 385 pasien hipertensi dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi diagnosis hipertensi ICD-10:I10;I11, kesediaan menjadi responden, dengan kriteria eksklusi komplikasi jantung atau ginjal disertai edema/asites dan kehamilan. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Pengumpulan data dilakukan melalui data pasien di aplikasi e-Pus dan kuesioner di Puskesmas Kampung Baqa Samarinda Seberang pada periode 25 Maret–25 Mei 2026. Analisis data menggunakan SPSS, meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden terbanyak adalah pasien berjenis kelamin perempuan (74,8%), kelompok usia pralansia 45–59 tahun (47,5%), berpendidikan SD (34,3%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (56,1%), dan menderita hipertensi ≥5 tahun (53,5%). Tingkat kepatuhan minum obat menunjukkan kategori tinggi sebanyak 178 orang (46,2%), kategori rendah sebanyak 140 orang (36,4%), dan kategori sedang sebanyak 67 orang (17,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi, yaitu jenis kelamin (p=0,895), usia (p=0,363), tingkat pendidikan (Fisher-Freeman-Halton, p=0,508), pekerjaan (p=0,629), dan lama menderita hipertensi (p=0,552). Disimpulkan bahwa karakteristik pasien bukan merupakan faktor penentu kepatuhan minum obat antihipertensi pada populasi penelitian ini.

Pengaruh Tingkat Resiliensi Akademik Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

DESWITA MAHARANI ADI PUTRI
2026 · Thesis · Open Access

Mahasiswa program studi farmasi dihadapkan pada tuntutan akademik yang tinggi, seperti kurikulum yang kompleks dan multidisipliner, intensitas praktikum, serta persiapan ujian, yang berpotensi mempengaruhi prestasi akademik. Resiliensi akademik menjadi faktor penting yang memungkinkan mahasiswa bertahan, beradaptasi, dan tetap berfungsi optimal di tengah tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat resiliensi akademik serta pengaruhnya terhadap prestasi akademik mahasiswa Program Studi S1 dan D3 Farmasi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 349 mahasiswa dari populasi 647 mahasiswa S1 dan D3 Farmasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Academic Resilience Scale (ARS-30) yang telah teruji valid (seluruh 30 item, r hitung > 0,361) dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,934, kategori sangat tinggi). Hasil penelitian menunjukkan tingkat resiliensi akademik mahasiswa tergolong kategori sedang (rata-rata skor 92,02 dari rentang 30–120), dengan mayoritas responden (69,9%) berada pada kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi akademik dengan Indeks Prestasi Semester (koefisien korelasi = 0,097; p = 0,070). Dengan demikian, resiliensi akademik bukan satu-satunya faktor penentu prestasi akademik mahasiswa farmasi.

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH LABU KUNING (Cucurbita Moschata Duch.) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI

ERIKA OCTAVIANI
2026 · Thesis · Open Access

Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan jenis tanaman yang termasuk dalam keluarga cucurbitaceae. Buah labu kuning kaya akan sumber nutrisi, salah satunya adalah senyawa fenolik. Senyawa fenolik merupakan metabolit sekunder dan memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan yang juga terdapat pada kulit buah labu kuning. Kadar senyawa aktif bahan alam dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol kulit buah labu kuning berdasarkan perbedaan metode ekstraksi. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan bahan baku, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi dan refluks, skrining fitokimia, pengukuran kadar fenolik total secara spektrofotometri UV-Vis dan analisis data. Variabel bebas pada penelitian ini adalah metode maserasi dan refluks, variabel terikat adalah kadar fenolik total ekstrak etanol kulit buah labu kuning dan hasil skrining. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa kadar fenolik total yang dinyatakan dalam mg GAE/g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit buah labu kuning mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenolik, alkaloid, flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Berdasarkan hasil penetapan kadar fenolik total ekstrak kulit buah labu kuning dengan perbedaan ekstraksi maserasi dan refluks, diperoleh masing-masing kadar sebesar 113,45 ±1,56 mg GAE/g dan 125,69 ±0,28 mg GAE/g. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen selanjutnya digunakan uji independent t-test dengan hasil nilai p value (0,00 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kadar fenolik total antara kedua sampel.

GAMBARAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM Dr. H SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR MENGGUNAKAN METODE IPA (Importance Performance Analysis) DAN ZoT (Zone of Tolerance)

ANZELLY AULIA RAHMAH
2026 · Thesis · Open Access

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit karena berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan bermutu serta berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Evaluasi kepuasan pasien diperlukan sebagai dasar dalam mengidentifikasi aspek pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor menggunakan metode SERVQUAL, Importance Performance Analysis (IPA), dan Zone of Tolerance (ZoT). Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 378 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 20 unsur pelayanan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pelayanan kefarmasian termasuk dalam kategori Baik. Analisis IPA menunjukkan bahwa atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah ketersediaan obat dan penyerahan obat sesuai nomor urut antrean, sedangkan aspek keramahan, perhatian, kesabaran, dan penampilan tenaga kefarmasian telah memenuhi harapan pasien sehingga perlu dipertahankan. Analisis ZoT menunjukkan bahwa seluruh dimensi pelayanan masih berada dalam batas toleransi pasien, yang menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan masih dapat diterima oleh pasien meskipun masih terdapat beberapa atribut yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor secara umum telah memberikan kepuasan kepada pasien, tetapi peningkatan mutu pelayanan masih perlu difokuskan pada aspek kehandalan, terutama ketersediaan obat dan ketertiban proses penyerahan obat.

ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT PARASETAMOL DALAM JAMU PEGAL LINU MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

RIZKI DEWI PURNAMASARI
2026 · Thesis · Open Access

Bahan kimia obat (BKO) parasetamol merupakan senyawa sintetis yang dilarang ditambahkan ke dalam jamu, namun masih dapat ditemukan pada produk jamu pegal linu. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberadaan dan menetapkan kadar parasetamol pada jamu pegal linu yang beredar di pasar tradisional Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan teknik purposive sampling terhadap 10 sampel jamu berkode A–J. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan FeCl₃ 10% dan pereaksi Tollens, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis melalui penentuan λmaks, pembuatan kurva kalibrasi, dan pengukuran absorbansi sampel. Hasil kualitatif menunjukkan sampel B, E, dan H positif mengandung parasetamol. λmaks diperoleh pada 249 nm dan kurva kalibrasi menggunakan standar 5–25 ppm memberikan persamaan y = 0,0779x − 0,0294 dengan r = 0,9999. Kadar rata-rata parasetamol pada sampel B, C, D, E, F, G, H, dan I berturut-turut sebesar 0,0564%; 0,0326%; 0,0066%; 0,5385%; 0,0280%; 0,0004%; 0,4711%; dan 0,0126%, sedangkan A dan J tidak terdeteksi. Dapat disimpulkan bahwa sebagian sampel jamu pegal linu yang diteliti mengandung BKO parasetamol dengan kadar yang bervariasi, sehingga diperlukan pengawasan mutu dan kehati-hatian masyarakat dalam memilih jamu.

PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT RSUD Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN

DIAN NOVITA SAYUTI
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Nama : Dian Novita Sayuti Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Usulan Skripsi : Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Preeklampsia Di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Pembimbing : apt. Siti Jubaidah, S. Far., M.Pd. apt. Yullia Sukawaty, S. Far., M Sc. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah setelah usia kehamilan 20 minggu yang disertai proteinuria atau gangguan organ lainnya. Kondisi ini menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat, termasuk penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain observasional retrospektif dan analisis deskriptif. Data diperoleh dari rekam medis pasien preeklampsia rawat inap periode Januari–Agustus 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dari 160 rekam medis yang diperoleh, sebanyak 61 rekam medis memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan meliputi usia pasien, usia kehamilan, riwayat hipertensi, proteinuria, diagnosis, lama rawat inap, serta penggunaan obat antihipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien preeklampsia paling banyak berada pada kelompok usia 20–35 tahun sebanyak 46 pasien (75%), usia kehamilan trimester III sebanyak 60 pasien (98%), memiliki riwayat hipertensi keluarga sebanyak 28 pasien (46%), proteinuria +3 sebanyak 27 pasien (45%), dan diagnosis preeklampsia berat sebanyak 40 pasien (66%). Pola penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi nifedipin, magnesium sulfat (MgSO₄), dan methyldopa sebanyak 24 pasien (39%), diikuti kombinasi nifedipin dan methyldopa sebanyak 19 pasien (30%). Penggunaan terapi kombinasi lebih dominan dibandingkan terapi tunggal karena sebagian besar pasien mengalami preeklampsia berat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan didominasi oleh terapi kombinasi nifedipin, MgSO₄, dan methyldopa. Terapi kombinasi digunakan untuk mengendalikan tekanan darah sekaligus mencegah komplikasi kejang pada pasien preeklampsia. Kata kunci: Preeklampsia, Antihipertensi, Nifedipin, Methyldopa, Magnesium Sulfat, Profil Penggunaan Obat.

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MAHASISWA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA (STIKSAM) TERHADAP KESEDIAAN MENGGUNAKAN TELEFARMASI

AMIRAH ROSYADA
2026 · Thesis · Open Access

Telefarmasi merupakan layanan kefarmasian berbasis teknologi telekomunikasi yang semakin dibutuhkan dalam transformasi pelayanan kesehatan digital. Kesediaan mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kefarmasian untuk menggunakan telefarmasi dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan persepsi mereka terhadap layanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, persepsi, dan perilaku kesediaan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda terhadap penggunaan telefarmasi, serta menganalisis hubungan antara pengetahuan dan persepsi tersebut dengan kesediaan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling dari mahasiswa program studi farmasi yang memenuhi kriteria inklusi, dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 550 responden dianalisis, dengan mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik dan kesediaan pada kategori cukup (58,2%) hingga baik (40,2%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kesediaan menggunakan telefarmasi (p = 0,104), namun terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan kesediaan menggunakan telefarmasi (p 0,001). Kesimpulannya, persepsi mahasiswa berperan lebih dominan dibandingkan pengetahuan dalam menentukan kesediaan menggunakan telefarmasi, sehingga upaya membentuk persepsi positif terhadap telefarmasi perlu menjadi fokus utama dalam mendorong adopsi layanan ini di kalangan calon tenaga kefarmasian. Kata Kunci: telefarmasi, pengetahuan, persepsi, kesediaan, mahasiswa farmasi

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb.) DALAM SEDIAAN NANOEMULGEL TERHADAP NILAI SUN PROTECTION FACTOR

DELVI RAMADHANI
2026 · Thesis · Open Access

Paparan berlebihan radiasi UV B dapat menyebabkan eritema, sunburn, dan kerusakan kulit jangka panjang, sehingga tabir surya diperlukan sebagai perlindungan dengan efektivitasnya yang diukur melalui nilai SPF. Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) mengandung antioksidan tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya. Namun, pemanfaatan kurkumin dalam kunyit hitam terkendala oleh kelarutannya yang rendah. Untuk mengatasinya, ekstrak diformulasikan dalam sistem nanoemulgel yang dapat meningkatkan kelarutan, mempermudah penetrasi zat aktif ke kulit penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak rimpang kunyit hitam ke dalam sediaan nanoemulgel dan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap nilai Sun Protection Factor. Hasil penelitian menunjukkan hasil susut pengeringan 8,14 ± 0,54%, rendemen ekstrak sebesar 16,60% dan kadar air sebesar 10,85%. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan fenolik. Hasil organoleptis menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk semi padat dan bau khas kunyit hitam, dengan perbedaan intensitas warna yang meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak, serta homogenitas yang baik. Formula 1 menghasilkan persen transmitan tertinggi sebesar 93,64 ± 0,94%, ukuran partikel rata-rata 30 ± 2,33 nm, PDI 0,620 ± 0,05, dan zeta potensial -37,8 ± 0,91 mV yang menunjukkan sistem nanoemulsi stabil. Nilai viskositas berturut-turut sebesar 9.450 ± 200 cP; 7.833 ± 534,6 cP; dan 7.416 ± 104,0 cP, sedangkan daya sebar sebesar 7,20 ± 0,26 cm; 7,35 ± 0,26 cm; dan 8,00 ± 0,32 cm. Nilai daya lekat seluruh formula lebih dari 4 detik, sedangkan pH berada pada kisaran 6,85-7,07. Nilai SPF meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak, yaitu 30,99 ± 0,99 (F1), 33,63 ± 0,83 (F2), dan 34,33 ± 2,09 (F3). Analisis statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap persen transmitan, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan nilai SPF (p0,05), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap pH (p>0,05). Formula 1 memiliki karakteristik fisik terbaik, sedangkan formula 3 menghasilkan nilai SPF tertinggi sehingga memberikan kemampuan fotoproteksi paling baik.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBUCHA TEH HIJAU (Camellia Sinensis) DENGAN VARIASI LAMA FERMENTASI TERHADAP Staphylococcus Aureus DAN Staphylococcus Epidermidis

ASRI RINI WAHYUNI
2026 · Thesis · Open Access

Infeksi bakteri merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri adalah kombucha teh hijau (Camellia sinensis) yang mengandung berbagai senyawa bioaktif hasil fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombucha teh hijau terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis serta menentukan lama fermentasi optimum. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratorium. Objek yang diteliti adalah kombucha teh hijau dengan variasi lama fermentasi 0, 3, 6, 9, 12, 15, dan 18 hari. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode well diffusion (sumuran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombucha teh hijau tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada seluruh variasi lama fermentasi yang digunakan. Aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis diperoleh pada hari fermentasi ke-3, 6, 9, dan 12, dengan diameter zona hambat tertinggi pada hari fermentasi ke-6 sebesar 2,75 ± 0,25 mm. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa variasi lama fermentasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap diameter zona hambat bakteri Staphylococcus epidermidis (p0,05). Lama fermentasi optimum kombucha teh hijau dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis diperoleh pada hari fermentasi ke-6.

FORMULASI KRIM BODY SCRUB EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.)

ROLITA
2026 · Thesis · Open Access

Paparan radikal bebas akibat faktor lingkungan, seperti polusi dan radiasi ultraviolet, dapat menyebabkan stres oksidatif yang berkontribusi terhadap kerusakan kulit dan penuaan dini. Sediaan topikal yang mengandung antioksidan diperlukan untuk melindungi kulit. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) diketahui kaya akan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak kulit buah manggis yang menghasilkan krim body scrub dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan fisik sediaan krim. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Objek penelitian berupa formulasi krim body scrub dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit buah manggis (0,5%; 1%; dan 1,5%). Sampel diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengujian sifat fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji viskositas sediaan krim body scrub. Data dianalisis secara statistik dan deskriptif. Tahapan penelitian ini meliputi pembuatan serbuk simplisia, ekstrak dengan campuran etanol 96%, formulasi sediaan, evaluasi sifat fisik yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan melakukan skrining fitokimia pada ekstrak kulit buah manggis yang menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Hasil uji sifat fisik pada seluruh formulasi sediaan krim body scrub memiliki bentuk krim, bau khas, memiliki homogenitas yang baik, nilai pH yang baik ada pada FI 5.27, viskositas FI sebesar 12.133 cPs adalah nilai yang paling baik dan stabil, sedangkan daya sebar F0 5,87 cm, dan nilai daya lekat terbaik yaitu FII 6,41 detik. Berdasarkan dari hasil uji sifat fisik krim body scrub memenuhi syarat untuk sediaan topikal yang baik. Uji aktivisas antioksidan krim body scrub F0 sebesar 990,33 ppm, FI sebesar 980,52 ppm, FII sebesar 965,01 ppm, dan FIII sebesar 858,85 ppm.

FORMULASI DAN UJI FISIK LILIN AROMATERAPI DARI EKSTRAK MINYAK ATSIRI LEMON (Citrus limon L.)

CHRISTOFER IMANNUEL
2026 · Thesis · Open Access

Stres merupakan kondisi tekanan mental yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan psikologis seseorang. Salah satu metode penanganan stres secara nonfarmakologis adalah aromaterapi. Minyak atsiri lemon (Citrus limon L.) mengandung senyawa utama limonene yang diketahui memiliki efek relaksasi dan menenangkan. Pemanfaatannya dalam bentuk lilin aromaterapi bekerja melalui mekanisme inhalasi sehingga berpotensi memberikan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi minyak atsiri lemon yang menghasilkan sifat fisik lilin terbaik serta mengetahui potensi efek relaksasinya sebagai alternatif penanganan stres. Penelitian eksperimental ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Minyak atsiri lemon diformulasikan dalam tiga konsentrasi, yaitu FI 5%, FII 10%, dan FIII 15%, menggunakan basis asam stearat dan soywax dengan perbandingan 1:3. Evaluasi meliputi uji organoleptik, kekerasan, titik leleh, waktu bakar, serta uji hedonik terhadap 20 responden untuk menilai penampakan, aroma sebelum dan sesudah pembakaran, waktu deteksi aroma, dan efek terapi yang dirasakan. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA atau Kruskal-Wallis sesuai karakteristik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan lilin berwarna putih dengan aroma khas lemon. FI memiliki bentuk padat dan tidak retak, sedangkan FII dan FIII cenderung lebih lunak. Nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada FI 1,5 kg ± 0,1, sedangkan rata-rata titik leleh FI, FII, dan FIII berturut-turut sebesar 57,00°C ± 1,00°C; 55,00°C ± 2,00; dan 53,33°C ± 2,08, yang masih memenuhi persyaratan SNI. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna pada parameter kekerasan dan titik leleh antar formula (P0,05). Uji hedonik menunjukkan bahwa FI memiliki karakteristik fisik terbaik, sedangkan FIII menghasilkan aroma paling kuat. Mayoritas responden melaporkan rasa rileks, segar, dan tenang setelah menghirup aroma lilin. Disimpulkan bahwa FI 5% merupakan formulasi terbaik karena memiliki sifat fisik paling optimal dan memenuhi persyaratan mutu, sedangkan lilin aromaterapi minyak atsiri lemon berpotensi menjadi alternatif terapi nonfarmakologis untuk membantu mengurangi stres melalui efek relaksasi.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN DI UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA

AISYIYAH DWI IFTIFA'IYAH
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Nama : Aisyiyah Dwi Iftifa’iyah Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Swamedikasi pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Mulawarman Samarinda Pembimbing : Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm-Klin. Swamedikasi yang tidak tepat berisiko menimbulkan kesalahan terapi dan efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi pada mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan di Universitas Mulawarman Samarinda. Penelitian kuantitatif analitik berdesain cross-sectional ini melibatkan 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 100 mahasiswa kesehatan dan 100 mahasiswa non-kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden secara umum memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi tinggi (70,0%) dan sikap swamedikasi baik (66,5%). Uji Chi-Square membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi (𝑝 = 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara rumpun ilmu (jurusan) dengan tingkat pengetahuan swamedikasi (𝑝 = 0,017), di mana mahasiswa kesehatan memiliki proporsi pengetahuan tinggi yang lebih besar (77,0%) dibandingkan mahasiswa non-kesehatan (63,0%). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jurusan dan sikap swamedikasi (𝑝 = 0,123). Pemodelan PCA mengonfirmasi bahwa tingkat pengetahuan merupakan faktor determinan utama yang paling dominan dalam membentuk sikap swamedikasi pada kedua kelompok mahasiswa. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan berhubungan positif dengan sikap swamedikasi mahasiswa. Diperlukan edukasi kesehatan berbasis kognitif yang terstruktur untuk meningkatkan literasi obat dan mendorong perilaku swamedikasi yang aman di lingkungan universitas.

OPTIMASI FORMULA MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Selenicereus monacanthus) KOMBINASI PVA DAN HPMC DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL

SOVIA ANGGRAINI
2026 · Thesis · Open Access

Kulit wajah rentan mengalami kerusakan akibat paparan radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung senyawa antioksidan, seperti masker gel peel-off. Kulit buah naga merah (Selenicereus monacanthus) diketahui mengandung senyawa antioksidan, antara lain flavonoid, vitamin C, dan antosianin, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam sediaan kosmetik. Formulasi masker gel peel-off sering menghadapi kendala pada karakteristik fisik, seperti viskositas, daya sebar, dan waktu mengering, yang dipengaruhi oleh komposisi basis gel, terutama polivinil alkohol (PVA) dan hidroksipropil metilselulosa (HPMC). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimum kombinasi PVA dan HPMC dalam formulasi masker gel peel-off ekstrak kulit buah naga merah serta mengevaluasi karakteristik fisik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain faktorial dua faktor dua level. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ekstrak menggunakan etanol 96%, formulasi sediaan, evaluasi sifat fisik yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan waktu mengering, kemudian dilakukan optimasi menggunakan aplikasi Design Expert versi 13 dengan analisis ANOVA serta uji aktivitas antioksidan. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kombinasi PVA 10% dan HPMC 4% merupakan formula optimum yang menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan. Formula optimum memiliki bentuk gel kental dengan bau khas, berwarna kuning bening, homogen tanpa adanya butiran, nilai pH sebesar 5.13, daya sebar 6 cm, waktu mengering 19 menit, serta viskositas sebesar 20333 cPs. Uji aktivisas antioksidan masker gel peel-off sebesar 987,24 ppm.

TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PRODUK FARMASI HALAL DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

WINDY DWI PRATIWI
2026 · Thesis · Open Access

Pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap produk farmasi halal masih jarang diteliti secara khusus di Kabupaten Penajam Paser Utara yang didominasi penduduk Muslim. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat Muslim terhadap produk farmasi halal di kabupaten tersebut. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 422 responden Muslim berusia minimal 17 tahun. Teknik convenience sampling digunakan karena luasnya wilayah penelitian. Data dikumpulkan secara daring pada Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan kuesioner tertutup yang telah teruji face validity. Pengetahuan diukur melalui 10 pertanyaan benar, salah, dan tidak tahu, sedangkan perilaku dinilai menggunakan 10 pernyataan skala Likert empat tingkat. Kategori pengetahuan baik diperoleh 281 responden atau 67 persen, sedangkan 139 responden atau 33 persen berada pada kategori cukup. Pemahaman responden masih rendah pada cakupan sertifikasi wajib produk farmasi, dengan hanya 34 persen responden menjawab tepat. Ketentuan penggunaan alkohol dalam produk farmasi juga hanya dipahami secara tepat oleh 39 persen responden. Konsep syubhat, yaitu produk tanpa label halal belum tentu haram, dipahami oleh 42 persen responden. Kategori perilaku baik dicapai oleh 319 responden atau 75 persen, atau delapan poin persentase lebih tinggi dibandingkan kategori pengetahuan baik. Responden berpendidikan SMP/sederajat serta responden berusia lebih dari 55 tahun memiliki proporsi pengetahuan baik paling rendah, masing-masing sebesar 44 persen dan 43 persen. Responden yang bekerja sebagai tenaga honorer atau kontrak memperlihatkan proporsi perilaku kurang paling besar meskipun tingkat pengetahuannya tergolong baik. Kecamatan Sepaku dan Babulu memiliki proporsi pengetahuan kurang yang lebih tinggi dibandingkan Kecamatan Penajam. Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik terhadap produk farmasi halal. Edukasi mengenai cakupan sertifikasi halal, ketentuan alkohol dalam produk farmasi, serta konsep syubhat perlu diprioritaskan dalam program kefarmasian komunitas bagi kelompok masyarakat dengan keterbatasan akses informasi.

FORMULASI DAN EVALUASI STRIP SABUN KERTAS EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.)

NUR ANNISA AISHWARYA
2026 · Thesis · Open Access

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa sekitar 19,85% penduduk Indonesia atau sekitar 64 juta jiwa belum memiliki fasilitas cuci tangan di rumah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi produk pembersih yang praktis, higienis, dan mudah dibawa, seperti sabun kertas (paper soap). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mutu fisik sabun kertas berbahan aktif ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI) 3532:2021 tentang sabun padat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Ekstrak daun kemangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dengan rendemen sebesar 21,97%, kemudian diformulasikan ke dalam sediaan sabun kertas dengan konsentrasi ekstrak 3% (F1), 6% (F2), dan 9% (F3), serta formula kontrol tanpa penambahan ekstrak (F0). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, kadar air, alkali bebas, pH, dan tinggi busa. Data hasil pengujian disajikan dalam bentuk nilai rata-rata dan standar deviasi, kemudian dibandingkan dengan persyaratan mutu berdasarkan SNI 3532:2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik organoleptik yang berbeda sesuai dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Nilai kadar air Formula F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 12,77% ± 0,47; 14,97% ± 5,00; 15,69% ± 0,49; dan 16,49% ± 0,05. Nilai alkali bebas berturut-turut sebesar 0,088% ± 0,0040; 0,072% ± 0,0040; 0,061% ± 0,0046; dan 0,050% ± 0,0046. Nilai pH berturut-turut sebesar 11,10 ± 0,05; 10,10 ± 0,05; 10,03 ± 0,04; dan 10,00 ± 0,05. Tinggi busa yang dihasilkan berturut-turut sebesar 26,00 ± 5,29 mm; 40,00 ± 6,24 mm; 55,33 ± 4,16 mm; dan 78,33 ± 11,59 mm. Berdasarkan hasil evaluasi dan perbandingan dengan persyaratan mutu SNI 3532:2021, Formula F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan pada seluruh parameter yang diuji, sedangkan Formula F0 tidak memenuhi persyaratan pada parameter pH karena memiliki nilai pH sebesar 11,10 yang melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat diformulasikan menjadi sabun kertas yang memenuhi persyaratan mutu fisik SNI 3532:2021. Penambahan ekstrak menghasilkan perbedaan karakteristik fisik antarformula di mana konsentrasi yang lebih tinggi menurunkan pH, serta meningkatkan kadar air dan tinggi busa.