ARDIANSYAH
2026 · Thesis · Open Access
Penyimpanan serta pelayanan obat yang efektif merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas dan keamanan sediaan farmasi, termasuk obat-obatan LASA (Look Alike Sound Alike) yang berisiko menimbulkan kesalahan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan dan pelayanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) beberapa apotek di kota Samarinda, dengan berfokus pada penyimpanan dan pelayanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental yang bersifat kualitatif yang menggunakan metode observasional dan wawancara. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan prospektif, yang melibatkan observasi melalui form ceklist serta wawancara dengan kepala Apoteker di Apotek M. Yamin, Apotek Klinik Media Farma dan Apotek Sehat Mulia. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi.
SALMAN ALFARISI
2026 · Thesis · Open Access
Tingkat pengetahuan konsumen tentang alat kesehatan buatan dalam negeri dan alat kesehatan impor merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi praktik pembelian, namun hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik pembelian belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan praktik pembelian konsumen terhadap penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri dan alat kesehatan impor di Pabrik Besar Alat Kesehatan (PAK) Promedika Mitra Utama Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan survei cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang disebarkan kepada minimal 200 responden yang melakukan pembelian alat kesehatan di PT Promedika Mitra Utama selama bulan Juni hingga Agustus 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling, yaitu konsumen yang ditemui secara langsung dan bersedia mengisi kuesioner saat berkunjung ke PAK. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan praktik, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik pembelian alat kesehatan buatan dalam negeri dan alat kesehatan impor pada konsumen di PT Promedika Mitra Utama Kota Samarinda.
FITRIANA
2026 · Thesis · Open Access
Penyimpanan obat merupakan bagian penting dari pengelolaan sediaan farmasi. Obat-obatan harus disimpan sesuai standar pelayanan kefarmasian agar tetap aman, bebas dari cacat atau kerusakan fisika ataupun kimia, serta mutu obat dapat terjaga. Sistem penyimpanan obat menjadi bagian penting dalam pengelolaan stok di apotek karena berpengaruh terhadap kestabilan, keamanan, dan mutu obat hingga digunakan oleh pasien. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan obat yang tepat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian. Rancangan penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian studi literatur (literature review). Pendekatan ini dilaksanakan melalui kegiatan pengumpulan data, penelaah mendalam, dan analisis kritis terhadap berbagai sumber pustaka. Objek penelitian ini yaitu artikel yang menyajikan data evaluasi penyimpanan obat yang tepat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di apotek M Manado dan apotek X Purwokerto. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif komparatif. Data yang diperoleh dari berbagai gambaran mengenai evaluasi penyimpanan obat yang tepat di apotek M Manado dan apotek X Purwokerto. Berdasarkan telaah literatur didapatkan hasil yaitu pada apotek M Manado yang memenuhi yaitu sebesar 67,57% yang termasuk dalam kategori baik sedangkan yang tidak memenuhi masih kurang sebesar 30,43%. Pada apotek X Purwokerto yang memenuhi yaitu sebesar 94,44% memenuhi dalam kategori sangat baik sedangkan yang tidak memenuhi yaitu sebesar 5,56%.
RISDA LISTIANI KHAIR
2026 · Thesis · Open Access
Tingginya angka kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia mencapai 1,09 juta kasus tuberkulosis dan 125 ribu kematian per tahun, menuntut adanya evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas program pengobatan, termasuk tingkat kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis (OAT) di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kepatuhan pasien menjadi faktor kunci keberhasilan terapi karena ketidakpatuhan dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, kekambuhan, hingga resistensi obat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas. Rancangan penelitian menggunakan metode studi literatur dengan melakukan penelusuran, penelaahan, dan analisis terhadap artikel ilmiah terkait tuberkulosis paru dan kepatuhan pengobatan. Objek penelitian ini yaitu tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis paru pada penggunaan obat antituberkulosis di beberapa Puskesmas Kecamatan Sawangan dan gambaran kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Tugu dan Puskesmas Cikedung Kabupaten Indramayu. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan menggambarkan karakteristik pasien serta tingkat kepatuhan berdasarkan hasil temuan kedua jurnal tersebut. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas tergolong tinggi, yaitu sebesar 83,3% pada Puskesmas Tugu dan Puskesmas Cikedung serta 86% pada Puskesmas Kecamatan Sawangan. Faktor yang memengaruhi kepatuhan meliputi faktor pasien (pengetahuan dan lupa minum obat), faktor sosial seperti pekerjaan, faktor sosiodemografi, serta dukungan keluarga atau Pengawas Menelan Obat (PMO). Tingkat kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas secara umum berada pada kategori tinggi dan berperan penting dalam keberhasilan terapi. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan edukasi pasien, peran tenaga kesehatan, serta dukungan keluarga untuk mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan pengobatan. Kata kunci: Tuberkulosis Paru, Obat Antituberkulosis, Kepatuhan, Puskesmas
NOVELIA
2026 · Thesis · Open Access
Sistem penyimpanan obat menjadi bagian penting dari pengelolaan perbekalan farmasi karena dapat memengaruhi mutu, keamanan, dan keberlangsungan ketersediaan obat. Penyimpanan yang tidak sesuai standar berpotensi menyebabkan kerusakan obat, memperlambat distribusi, dan meningkatkan risiko medication error. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui studi literatur sistem penyimpanan obat dan kesesuaian penyimpanan obat dengan Permenkes No. 73 Tahun 2016 dan Permenkes No. 9 Tahun 2017. Kedua penelitian dalam artikel terkait menggunakan metode observasional melalui checklist dan wawancara mendalam dengan apoteker untuk menilai penerapan standar penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma metode penelitian yang dipakai adalah metode studi literatur dengan cara mereview kedua artikel yang terkait penyimpanan obat di kimia farma. Studi literatur ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan kefarmasian dan memastikan keamanan penggunaan obat dalam pelayanan kepada pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator penyimpanan obat telah memenuhi standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dengan tingkat kesesuaian mencapai 100%, meliputi penyimpanan dalam wadah asli, kejelasan informasi obat, pengelompokan obat, serta penerapan sistem FIFO dan FEFO. Kondisi ruang penyimpanan, sarana prasarana, serta pengelolaan administrasi juga telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, pada indikator pemantauan suhu masih ditemukan ketidaksesuaian dengan tingkat capaian sebesar 50%, yang menunjukkan bahwa pengendalian suhu belum dilakukan secara optimal. Hal ini mengindikasikan perlunya peningkatan dalam sistem monitoring suhu untuk menjaga mutu dan stabilitas obat.
TITIN YULIANA
2026 · Thesis · Open Access
Diabetes melitus merupakan ganguan metabolik kronis yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia akibat ganguan sekresi insulin, kerja insulin, atau kombinasi keduanya. Hal ini menyebabkan terhambatnya penyerapan glukosa oleh sel tubuh, sehingga glukosa menumpuk di dalam darah. Hiperglikemia yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi kronis. Penderita diabetes melitus dapat memanfaatkan tanaman obat sebagai upaya penanganan non-farmakologis, salah satunya melalui pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, tanin, isothiocynate, betakaroten, vitamin C, vitamin E serta selenium yang berperan sebagai antioksidan dan antidiabetik. Senyawa-senyawa tersebut mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan melindungi sel beta pankreas dari kerusakan akibat stress oksidatif serta membantu proses penyerapan glukosa oleh sel tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rebusan daun kelor melalui studi literatur dengan membandingkan dua artikel penelitian di Desa Balam Jaya dan di Desa Limehe Timur. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan objek penelitian pasien penderita diabetes melitus tipe 2 di kedua desa tersebut yang diberi air rebusan daun kelor. Hasil studi literatur menunjukan adanya penurunan kadar glukosa darah di desa Balam jaya sebesar 71,48 mg/dl dan di Desa Limehe Timur sebesar 146,8 mg/dl. Perbedaan hasil tersebut mengindikasikan bahwa dosis dan durasi pemberian daun kelor, serta karateristik individu sangat mempengaruhi efektivitas rebusan daun kelor. Berdasarkan hasil studi tersebut pemberian rebusan daun kelor terbukti efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2.
AKBAR RISKA SAPUTRA
2026 · Thesis · Open Access
Pandemi coronavirus disease 19 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) telah menimbulkan tantangan besar bagi sistem kesehatan dunia, termasuk di Indonesia. Favipiravir merupakan antivirus spektrum luas yang digunakan sebagai salah satu terapi untuk pasien COVID-19 ringan hingga sedang. Namun, rasionalitas penggunaannya masih menimbulkan perdebatan, khususnya terkait variasi dosis, indikasi, serta kesesuaian dengan pedoman nasional. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan rasionalitas penggunaan favipiravir pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Kalimantan Timur berdasarkan studi literatur. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingkan rasionalitas penggunaan favipiravir di dua rumah sakit di Kalimantan Timur, yaitu RS Dirgahayu Samarinda dan RSUD Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa gambaran rasionalitas penggunaan favipiravir di rumah sakit. Hasil penelitian dari dua literatur yang dibandingkan yaitu penggunaan favipiravir pada kedua rumah sakit telah memenuhi kriteria tepat pasien, tepat diagnosis, dan tepat obat dengan persentase 100%. Namun demikian, masih ditemukan ketidaksesuaian pada aspek tepat dosis, tepat interval waktu pemberian, dan tepat lama pemberian, khususnya di RSUD Harapan Insan Sendawar dengan ketepatan dosis sebesar 50,84% dan ketepatan lama pemberian sebesar 61,01%. Luaran klinis pasien menunjukkan hasil yang cukup baik, ditandai dengan konversi hasil pemeriksaan PCR, TCM, dan antigen menjadi negatif pada sebagian besar pasien. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah penggunaan favipiravir pada pasien COVID-19 di dua rumah sakit tersebut secara umum telah rasional, namun masih diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap pedoman terutama pada aspek dosis, interval, dan lama pemberian untuk mengoptimalkan efektivitas terapi COVID-19.
NIA AGUSTIANTI
2026 · Thesis · Open Access
Penyalahgunaan narkotika dan psikotropika merupakan masalah serius yang menuntut pengelolaan ketat di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama dalam aspek penyimpanan dan pelaporan. Pemerintah telah menetapkan regulasi serta sistem pelaporan elektronik Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP), namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai ketidaksesuaian dan kendala seperti ketidaksesuaian dengan regulasi, ketidaksesuain data, dan kurangnya tenaga kefarmasian. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai sistem penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika. Tujuan Studi literatur ini adalah untuk mengetahui sistem penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika berdasarkan kajian literatur. Rancangan yang digunakan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingnkan sistem penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika.Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran kesesuaian pelaksanaan penyimpanan dan pelaporan dengan ketentuan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua rumah sakit yang dikaji telah memenuhi 100% standar penyimpanan umum sesuai Permenkes No. 72 Tahun 2016. Rumah Sakit X Surakarta mencapai tingkat kepatuhan 100% terhadap standar khusus Permenkes No. 5 Tahun 2023, sedangkan RSIA Pasutri memiliki tingkat kepatuhan sebesar 87,5%, dengan beberapa ketidaksesuaian pada penandaan obat mendekati kedaluwarsa, dokumentasi pemegang kunci lemari penyimpanan, serta ketepatan waktu pelaporan melalui SIPNAP.
MUHAMMAD ISMAIL
2026 · Thesis · Open Access
Jerawat atau acne vulgaris merupakan permasalahan kulit yang disebabakan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.) berpotensi dapat digunakan untuk mengatasi bakteri penyebab jerawat. Etanol dengan konsentrasi berbeda sering di gunakan dalam proses ekstraksi. Perbedaan variasi konsentrasi etanol dapat mempengaruhi rendemen, senyawa biaoktif dan aktivitas antibakteri dari ekstrak suatu tanaman. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan 96% daun bidara arab terhadap pertumbuhan bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes serta untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung. Metode yang digunakan adalah studi literatur dekskriptif menggunakan data sekunder yaitu artikel dari penelitian sebelumnya. Hasil analisis data menunjukkan ekstrak etanol 70% daun bidara arab pada konsentrasi 40% menghasilkan zona hambat sebesar 10,12 mm dengan kategori daya hambat kuat sedangkan ekstrak etanol 96% pada konsentrasi 30% menghasilkan zona hambat sebesar 14,13 mm yang termasuk golongan daya hambat kuat. Hasil analisis skrining fitokimia ekstrak etanol 70% mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid dan tanin sedangkan ekstrak etanol 96% mengandung senyawa aktif flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Perbedaan aktivitas antibakteri dan senyawa aktif yang dihasilkan diakibatkan oleh perbedaan tingkat polaritas serta perbedaan konstanta dielektrik pelarut etanol 70% dan 96%. Selain itu, faktor lain yang menjadi penyebab perbedaan aktivitas antibakteri serta kandungan senyawa aktif yaitu proses pembuatan simplisia, kualitas simplisia yang digunakan, metode ekstraksi, perbandingan bahan dan pelarut, pH, waktu, suhu stabilitas senyawa, konsentrasi antibakteri dalam ekstrak, laju difusi zat antibakteri ke dalam medium, serta faktor lain seperti inokulum, ukuran, suhu, inkubasi, pH, komponen media, dan aktivitas metabolisme mikroorganisme.
GUSTINA
2026 · Thesis · Open Access
Persaingan bisnis apotek yang semakin ketat menuntut pengelola untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Marketing Mix merupakan strategi pemasaran yang terdiri dari empat komponen utama yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion) yang secara langsung mempengaruhi respon konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan respon konsumen terhadap penerapan strategi Marketing Mix pada Apotek Prima Husada Sangatta Kabupaten Kutai Timur dan Apotek Rizki Mahakam Farma 1 Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan metode analisis deskriptif komparatif berbasis dua jurnal penelitian, melibatkan 306 responden pada Apotek Prima Husada Sangatta dan 316 responden pada Apotek Rizki Mahakam Farma 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon konsumen terhadap strategi Marketing Mix di Apotek Prima Husada Sangatta berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 4,23. Nilai masing-masing komponen meliputi product sebesar 4,56, price sebesar 3,56, place sebesar 4,59, dan promotion sebesar 4,22. Respon konsumen terhadap strategi Marketing Mix di Apotek Rizki Mahakam Farma 1 juga berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 4,26, dengan nilai product sebesar 4,54, price sebesar 3,70, place sebesar 4,58, dan promotion sebesar 4,23. Respon konsumen terhadap strategi Marketing Mix di kedua apotek tergolong sangat baik dan tidak berbeda signifikan antara keduanya. Komponen tempat mendapat penilaian tertinggi, sedangkan komponen harga mendapat penilaian terendah di kedua apotek. Kata Kunci : marketing mix, respon konsumen, apotek.
DARNAINI
2026 · Thesis · Open Access
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat serta berisiko menimbulkan komplikasi akibat ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Kepatuhan pengobatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur melalui penelusuran Google scholar berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh dua artikel yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengkaji karakteristik sosiodemografi, klinis dan psikososial, serta menggunakan instrumen Medication Adherence Report Scale (MARS-5) dengan uji chi square pada masing-masing artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan kepatuhan meliputi usia, jenis kelamin dan pekerjaan meskipun tidak konsisten pada setiap penelitian. Faktor klinis yang berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan yaitu frekuensi minum obat, jenis terapi, dan kadar gulah darah. Faktor ekonomi khususnya penghasilan berhubungan dengan kepatuhan. Faktor psikososial seperti motivasi diri, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan.
AGUS SPARTINI
2026 · Thesis · Open Access
Acne vulgaris yang lebih dikenal sebagai jerawat adalah kondisi peradangan kronik dari unit pilosebaceous yang ditandai dengan adanya komedo, papula, kista, pustula, dan nodul. Terdapat beberapa mekanisme utama dalam patogenesis jerawat, salah satunya disebabkan infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Daun pegagan (Centella asiatica L.) dengan kandungan senyawa triterpenoid centelloid memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Metode uji aktivitas antibakteri dapat berpengaruh terhadap hasil diameter zona hambat yang terbentuk. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Tahapan penelitian meliputi reduksi data dari beberapa jurnal penelitian hingga diperoleh data utama, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif komparatif yaitu membuat gambaran dari data artikel penelitian yang digunakan, berupa diameter zona hambat aktivitas antibakteri. Hasil analisis data dari metode sumuran diperoleh hasil rata-rata zona hambat antara 7,6 – 12,6 mm dengan kategori sedang hingga kuat. Sedangkan menggunakan metode difusi cakram, diperoleh hasil rata-rata zona hambat antara 8,66 – 19,33 mm, dengan kategori sedang hingga kuat. Perbedaan besar zona hambat yang dihasilkan dipengaruhi oleh metode pengujian yang digunakan, konsentrasi ekstrak, serta perbedaan lokasi pengambilan sampel tanaman pegagan (Centella asiatica L.).
MEGAWATI
2026 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 adalah penyakit kronis yang sering sulit dikontrol hanya dengan satu obat. Jika satu obat (monoterapi) saja tidak berhasil, maka pasien biasanya perlu kombinasi dua atau lebih obat hipoglikemik oral (OHO). Studi literatur ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif berbagai kombinasi OHO dalam mengontrol gula darah pada pasien Diabetes Mellitus. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Analisa data dilakukan dengan metode analisa deskriptif yaitu dengan menggambarkan hasil kumpulan jurnal tentang efektivitas gabungan obat hipoglikemik oral pada pasien Diabetes Mellitus berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, hasil lab, dan lama rawat inap. Berdasarkan hasil studi literatur dari kedua jurnal menunjukkan bahwa Metformin dan Acarbose memberikan hasil klinis yang lebih efisien rata-rata rawat inap 7 hari dibandingkan kombinasi Metformin dan Glibenklamid yang memerlukan durasi perawatan lebih lama 10 hari.
SITI MUAROFAH
2026 · Thesis · Open Access
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dalam pelayanan kesehatan, salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional dalam mengakses berbagai layanan administrasi kesehatan secara digital, seperti pendaftaran pelayanan, antrean online, serta informasi fasilitas kesehatan. Pemanfaatan aplikasi Mobile JKN diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan serta mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan di rumah sakit. Oleh karena itu, evaluasi terhadap kepuasan pengguna menjadi penting untuk mengetahui pengalaman pengguna dalam memanfaatkan layanan berbasis digital tersebut. Studi literatur ini bertujuan untuk menelaah berbagai penelitian yang berkaitan dengan kepuasan pengguna layanan aplikasi Mobile JKN di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelusuri artikel ilmiah melalui Google Scholar, Portal Garuda, dan Perpusnas, kemudian dilakukan proses identifikasi, seleksi, serta peninjauan berdasarkan relevansi topik dan tahun publikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna aplikasi Mobile JKN secara umum berada pada kategori tinggi. Sebagian besar pengguna merasa puas dengan layanan yang diberikan, dengan persentase kepuasan mencapai 86% pada jurnal 1oleh Widowati dkk., (2024) dan 97,8% pada jurnal 2 oleh Pane dkk., (2025). Tingginya tingkat kepuasan tersebut dipengaruhi oleh kemudahan penggunaan aplikasi, kebermanfaatan fitur, serta efisiensi waktu pelayanan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala seperti kesulitan penggunaan bagi pengguna baru, keterbatasan pemahaman teknologi, serta gangguan teknis pada sistem.
YUSRILLA NINGSIH
2026 · Thesis · Open Access
Diabetes melitus merupakan kategori penyakit tidak menular (PTM) yang masih mengancam kehidupan manusia di dunia. Diabetes melitus ditandai dengan adanya kenaikan glukosa darah yang disebabkan oleh terganggunya hormon insulin yang berfungsi untuk menjaga homeostasis tubuh. Bentuk diabetes paling umum terjadi ialah diabetes melitus tipe 2. Menurut Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) pada tahun 2013 kejadian diabetes melitus penduduk Indonesia berusia di atas 20 tahun meningkat dari 14,8% menjadi 21,8%. Salah satu penanganan terapi pada penderita diabetes melitus tipe 2 ialah terapi non medikamentosa. Terapi ini menggunakan asupan herbal yang berasal dari bahan alami yang dapat dijadikan asupan untuk tujuan kesehatan. Salah satu asupan herbal tersebut ialah kayu manis. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) memiliki kandungan cinnamaldehyde dan kandungan polyphenols yang memiliki efek antihiperglikemik. Tujuan kajian literatur ini untuk mengetahui efektivitas seduhan kayu manis dalam menurunkan kadar glukosa pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian dari artikel yang dilakukan di Puskesmas Kumun dengan total 20 responden penderita diabetes melitus tipe 2 sebelum intervensi didapatkan hasil kadar glukosa darah 222,55 mg/dL dan setelah intervensi seduhan kayu manis selama 7 hari berturut-turut menjadi 148,95 mg/dL. Begitu juga pada penelitian di Puskesmas Pasar Merah dengan total 16 responden, didapatkan kadar glukosa darah sebelum intervensi ialah 233,13 mg/dL dan setelah intervensi ialah 201,50 mg/dL. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah penggunaan seduhan kayu manis dapat menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2. Kata kunci: Kayu Manis, Diabetes Melitus, Kadar Glukosa Darah, Studi Literatur
JUNI SITUMEANG
2026 · Thesis · Open Access
Penyakit infeksi masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering terjadi di masyarakat, salah satunya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Meskipun Escherichia coli merupakan flora normal di saluran pencernaan, beberapa strain bersifat patogen dan dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional sebagai terapi infeksi dapat menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri. Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirsak terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode difusi cakram dan sumuran. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, kemudian melakukan telaah dan analisis data yang selanjutnya diringkas hingga diperoleh data utama. Data tersebut kemudian disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel, dan pada tahap akhir dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun sirsak. Hasil penelitian diperoleh, bahwa ekstrak etanol daun sirsak dengan metode difusi sumuran memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 0,5% dan 1% kategori hambatan kuat. Sedangkan dengan metode difusi cakram, ekstrak daun sirsak pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori hambatan sedang.
SRI SUSANTI
2026 · Thesis · Open Access
Bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) merupakan tanaman obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Kalimantan sebagai terapi berbagai penyakit infeksi. Kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan kuinon diketahui memiliki potensi sebagai antibakteri. Salah satu bakteri patogen yang sering menyebabkan infeksi saluran pencernaan adalah Escherichia coli. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun bawang dayak terhadap bakteri Eschericia coli. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi literatur dengan metode deskriptif yaitu menggunakan data yang telah dituangkan, melakukan verifikasi, dan tinjauan ulang dari data yang didapat agar penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan benar. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bawang dayak memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli tergantung konsentrasi etanol yang digunakan sebagai pelarut. Ekstrak dengan pelarut etanol 70% menunjukkan daya hambat yang lebih rendah, yaitu pada konsentrasi 20% menghasilkan zona hambat 3,32 mm dengan kategori lemah, sedangkan pada konsentrasi 40% menghasilkan zona hambat 9,81 mm dengan kategori sedang. Sebaliknya dengan pelarut etanol 96% menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat. Pada konsentrasi 20% diperoleh zona hambat 10,7 mm dan pada konsetrasi 40% sebesar 13,98 mm, yang keduanya termasuk kategori daya hambat kuat. Secara umum penggunaan etanol dengan konsentrasi lebih tinggi cenderung menghasilkan aktivitas antibakteri yang lebih baik terhadap Eschericia coli.
YOGA KURNIA ILHAM
2026 · Thesis · Open Access
Paparan radikal bebas yang di dapatkan dari aktivitas diluar ruangan sering kali menimbulkan efek buruk bagi tubuh kita, oleh karena itu dibutuhkan antioksidan tambahan yang dapat diperoleh dari buah dan sayur salah satunya buah naga. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan daging buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) menggunakan metode DPPH yang dinyatakan dalam nilai IC50. Studi literatur ini diharapkan dapat menunjukan peluang dari bagian kulit dan buah naga merah yang bisa di kembangkan sebagai sumber bahan alami dalam bidang farmasi, pangan, dan kosmetik. Rancangan penelitian ini merupakan jenis studi literatur, yaitu mengumpulkan data, mempelajari dan menelaah sumber yang terkait lalu membuat kesimpulan. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antioksidan ekstrak etanol pada kulit dan daging buah naga merah. Berdasarkan studi literatur yang disajikan dalam bentuk deskirptif menunjukan bahwa ekstrak kulit buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 berkisar 13,99 –14,21 ppm, sedangkan ekstrak daging buah memiliki nilai IC50 lebih tinggi yaitu 65,19–76,39 ppm yang tergolong kuat hingga sedang. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder, di mana kulit buah mengandung senyawa bioaktif lebih beragam seperti flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid/steroid yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas.
NOVITA ANGGRIANI
2026 · Thesis · Open Access
Demam pada anak merupakan proses alami tubuh untuk melawan infeksi masuk ke dalam tubuh yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan lain-lain. Demam tinggi pada anak berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti kejang demam, kerusakan susunan saraf pusat, hingga kematian. Sebagai langkah awal, orang tua sering kali melakukan swamedikasi, yaitu tindakan memilih dan menggunakan obat secara mandiri untuk merawat anak. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi obat demam pada anak. Rancangan penelitiannya merupakan jenis studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi obat demam pada anak di Kelurahan Kerten Surakarta, Desa Wringinpitu Jombang dan Gunungrejo Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua secara umum berada pada kategori baik dengan persentase tertinggi mencapai 96,9%, diikuti 68,75% dan 64%. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan orang tua yang baik berperan dalam ketepatan swamedikasi demam pada anak, sehingga diperlukan peningkatan edukasi untuk mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.
M. ANDRIANSYAH
2026 · Thesis · Open Access
STUDI LITERATUR EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) DI APOTEK ABSTRAK Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan bagian penting dari pelayanan kefarmasian di apotek yang bertujuan untuk menjamin penggunaan obat secara rasional, aman, dan efektif. Kurangnya informasi obat yang memadai dapat menyebabkan kesalahan penggunaan obat, ketidak patuhan terapi, serta meningkatnya risiko efek samping dan interaksi obat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan informasi obat di apotek. Metode penelitian dilakukan dengan metode analisis deskriptif, yaitu dengan menyajikan data yang dipaparkan dengan sebaik mungkin, selanjutnya di lakukan penarikan kesimpulan sehingga dapat diinterprestasikan dengan baik. Hasil penelitian menyatakan kedua literatur memberikan pelayanan informasi obat mengenai cara pemakaian, penyimpanan, indikasi, interaksi dan efek samping obat. Untuk apotek K-Nia Pharma memberikan pelayanan informasi obat lama penggunaan 41,6% dan harga obat 100%. Untuk apotek Erha21 memberikan pelayanan informasi obat menengenai leaflet 22,58%, nama obat 80,65%, bentuk sediaan 82,26%, dosis 77,42%, pemusnahan 9,68% dan pencegahan interkasi 74,19%. Hasil studi literature ini menunjukkan bahwa pelayanan informasi obat di apotek masih perlu di tingkatkan agar sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian dan mampu mendukung keberhasilan terapi pasien secara maksimal. Kata kunci : Apotek, Pelayanan Informasi Obat, Studi Literatur