Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

PENGARUH KONSENTRASI PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2-azinobis-3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Farmasi (S1)•5 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu tanaman obat yang berasal dari famili Zingiberaceae. Temulawak sering dimanfaatkan sebagai obat herbal atau jamu yang digunakan secara turun-temurun, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Rimpang temulawak diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenol, flavonoid, terpenoid dan triterpenoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan suatu bahan alam adalah konsentrasi pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut etanol terhadap aktivitas antioksidan pada ekstrak rimpang temulawak menggunakan metode ABTS. Tahapan dalam penelitian ini meliputi determinasi tanaman, pembuatan serbuk simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi pelarut menggunakan metode maserasi, penetapan kadar air, skrinning fitokimia, pengujian aktivitas antioksidan dan analisis data. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan 95%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid). Data yang diperoleh merupakan data kualitatif berupa hasil skrinning fitokimia dan data kuantitatif berupa nilai IC50. Data kuantitatif dari hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol rimpang temulawak dengan vitamin C sebagai pembanding dan pengujian secara deskriptif Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan terbaik yaitu pada ekstrak rimpang temulawak dengan pelarut etanol 70% dengan nilai IC50 sebesar 2,6045 ppm, sedangkan pada pelarut etanol 95% dengan nilai IC50 sebesar 1,1641 ppm. Sedangkan pada pembanding vitamin C diperoleh nilai IC50 sebesar 0,6413 ppm Ekstrak etanol rimpang temulawak dan vitamin C ketiganya masuk dalam kategori sangat kuat.

Kata kunci

Antioksidan, Curcuma xanthorrhiza Roxb, Konsentrasi Etanol, ABTS

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PENGARUH KONSENTRASI PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2-azinobis-3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)2024 · oai:ais:skripsi:985

Publikasi terkait