UJI TOKSISITAS AKUT MINYAK IKAN HARUAN (Channa striata) TERHADAP MENCIT JANTAN PUTIH (Mus musculus)
Ikan haruan (Channa striata) memiliki berbagai manfaat dan telah terbukti secara ilmiah, mampu meningkatkan kadar albumin, memperkuat daya tahan tubuh, serta mempercepat penyembuhan luka. Minyak ikan haruan mengandung asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6. Meskipun manfaat minyak dari ikan haruan dalam pengobatan telah terbukti, informasi mengenai keamanannya masih terbatas sehingga diperlukan uji toksisitas akut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, bertujuan mengetahui nilai LD50 dan gejala toksisitas akut minyak ikan haruan terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Objek yang diteliti adalah minyak ikan haruan, variabel bebas pada penelitian ini adalah dosis minyak ikan dengan konsentrasi yang berbeda dari tiap dosisnya yaitu 15.000 mg/kgBB, 7.500 mg/kgBB, 3.750 mg/kgBB, 1.837 mg/kgBB, dan 937,5 mg/kgBB. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi hewan, penyiapan sampel ikan haruan, ekstraksi (wet rendering) diperoleh 1,8 kg, pengepresan minyak kasar diperoleh 78,69g, pemurnian minyak ikan diperoleh 60,50g yaitu 3,36%, penyiapan hewan uji selama 14 hari, perlakuan pada hewan uji selama 24 jam, dan dilanjutukan pengamatan selama 7 hari. Gejala gejala yang muncul pada hewan uji pada kelompok 1 yaitu perilaku (menggaruk-garuk, menunduk, dan ketakutan), syaraf otot (gemetar, ekor membengkok), pernapasan (sesak napas) bahkan sampai mengalami mengalami kematian. Sedangkan pada kelompok II, III, IV, dan V hanya menimbulkan tanda gejala toksik umum tidak sampai kematian yaitu perilaku (menggaruk-garuk, menunduk, dan ketakutan), syaraf otot (gemetar, ekor membengkok, dan pernapasan (sesak napas). Nilai LD50 dengan dosis 15.000 mg/kgBB didapatkan hasil dari perhitungan farmakope Indonesia yaitu 16.602,94 termasuk dalam kategori praktis tidak toksik.