Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: SINDI AMALIA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh waktu kontak dalam biosintesis nanopartikel perak ekstrak etanol daun kokang (lepisanthes amoena)

2025•Koleksi Perpustakaan

Biosintesis Nanopartikel perak (AgNP) merupakan proses reduksi ion Ag+ menjadi Ag0 menggunakan senyawa bioaktif tanaman. Proses sintesis ini dinilai lebih aman, ramah lingkungan, dan ekonomis, sedangkan proses sintesis kimia diikuti oleh hasil samping yang menyebabkan toksisitas dan pencemaran lingkungan. Pada sintetis hijau perlu diketahui faktor terbentuknya nanopartikel dipengaruhi oleh konsentrasi preduksi dan prekursor, pH, dan waktu . Waktu kontak erat kaitannya dengan kestabilan AgNP, dimana stabilitas AgNP dinyatakan dalam konteks agrerasi, agregasi adalah fenomena aglomer atau perkumpulan kembali partikel membentuk ukuran menjadi lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu kontak optimal dalam proses biosintesis dengan menggunakan ekstrak etanol daun kokang. Adapun metode dalam penelitian ini adalah dengan melakukan preparasi terhadap kondisi ekstrak yang dapat membentuk AgNP segera ketika sintesis berjalan, optimalisasi konsentrasi AgNO3, dan waktu kontak yang dievaluasi melalui monitoring puncak SPR (Surface Plasmon Resonance) UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula ekstrak daun kokang dengan pelarut etanol memiliki kemampuan membentuk nanopartikel dalam keadaan stabil terkonfirmasi pada menit ke 45. Nanopartikel sudah mulai terbentuk pada menit ke 15, serta intensi panjang gelombang menunjukan ciri khas pembentukan AgNP pada daerah puncak SPR 400-500 nm

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh waktu kontak dalam biosintesis nanopartikel perak ekstrak etanol daun kokang (lepisanthes amoena)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biosintesis Nanopartikel perak (AgNP) merupakan proses reduksi ion Ag+ menjadi Ag0 menggunakan senyawa bioaktif tanaman. Proses sintesis ini dinilai lebih aman, ramah lingkungan, dan ekonomis, sedangkan proses sintesis kimia diikuti oleh hasil samping yang menyebabkan toksisitas dan pencemaran lingkungan. Pada sintetis hijau perlu diketahui faktor terbentuknya nanopartikel dipengaruhi oleh konsentrasi preduksi dan prekursor, pH, dan waktu . Waktu kontak erat kaitannya dengan kestabilan AgNP, dimana stabilitas AgNP dinyatakan dalam konteks agrerasi, agregasi adalah fenomena aglomer atau perkumpulan kembali partikel membentuk ukuran menjadi lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu kontak optimal dalam proses biosintesis dengan menggunakan ekstrak etanol daun kokang. Adapun metode dalam penelitian ini adalah dengan melakukan preparasi terhadap kondisi ekstrak yang dapat membentuk AgNP segera ketika sintesis berjalan, optimalisasi konsentrasi AgNO3, dan waktu kontak yang dievaluasi melalui monitoring puncak SPR (Surface Plasmon Resonance) UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula ekstrak daun kokang dengan pelarut etanol memiliki kemampuan membentuk nanopartikel dalam keadaan stabil terkonfirmasi pada menit ke 45. Nanopartikel sudah mulai terbentuk pada menit ke 15, serta intensi panjang gelombang menunjukan ciri khas pembentukan AgNP pada daerah puncak SPR 400-500 nm

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail