ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga memungkinkan terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi yang dapat merusak kulit akibat radiasi UV A dan UV B. Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) berpotensi sebagai tabir surya alami dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Variabel terikatnya adalah aktivitas tabir surya ekstrak dan fraksi daun kokang. Hasil penelitian pada serbuk simplisia daun kokang didapatkan nilai susut pengeringan 10,73% dan hasil rendemen ekstrak 15,4% dengan nilai kadar air ekstrak 6,39%. Hasil yang didapatkan dari rendemen fraksi n-heksan 10,04%, fraksi etil asetat 22,92%, dan fraksi etanol air 36,96%. Hasil penelitian terhadap nilai SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan konsentrasi 2500 ppm berturut-turut yaitu pada fraksi n-heksan memiliki nilai SPF 34,46 ± 0,13 (high protection), fraksi etanol air 29,73 ± 0,03 (medium protection), ekstrak etanol 28,94 ± 0,35 (medium protection) dan nilai SPF paling rendah pada fraksi etil asetat 15,91 ± 0,07 (medium protection). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi memiliki nilai signifikansi (sig.) > 0,05 yang artinya berdistribusi normal, serta nilai homogenitas varians sebesar 0,206 (> 0,05) yang menunjukkan varians homogen. Uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA) dinyatakan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai keempat sampel (p 0,05). Analisis data lanjutan menggunakan Uji Post Hoc Test (PHT) didapatkan bahwa keempat sampel memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda sehingga tidak dapat dianggap identik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk) Lennah) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenolik, alkaloid, flavonid, tanin. dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat serta SPF 50 termasuk katagori very higt protection. Daun kokang secara empiris digunakan sebagai bedak dingin, merawat jerawat, bekas luka cacar, dan memudarkan noda hitam pada wajah. Selain kemampuanya dalam meredam radikal bebas, senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak berperan sebagai bioreduktor untuk pembuatan naopartikel yang akan mereduksi ion Ag+ menjadi Ag0 . Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun kokang sebagai agen pereduksi dalam biosintesis AgNP dan mengetahui stabilitas AgNP yang dihasilkan dari daun kokang. Metode penelitian ini mulai dari pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan larutan induk AgNO3 5mM dalam 100 ml, larutan induk ekstrak 5% dalam 10 ml, selanjutnya dilakukan optimasi pH dengan variasi 8, 9, dan 10 lalu mendapatkan ph terbaik, dimana optimasi pH tersebut yang nantinya akan digunakan pada proses optimasi AgNO3 dengan variasi 1mM, 2mM, dan 4mM setelah mendapatkan optimasi Ag terbaik, tahap berikutnya dilakukan optimasi ekstrak degan variasi 0,5%, 1% dan 2% yang hasilnya akan dilihat berdasarkan puncak SPR 400-500 nm yang menandakan terbentuknya AgNP. Setelah mendapatkan optimasi dan konsentrasi yang bagus sampel di sentri fugasi lalu dikeringkan di cawan petri, lalu di karakterisasi dengan alat Scanning Elktron Microscopy (SEM). Hasil dari penelitian bahwa AgNP ekstrak etanol daun kokang mampu mereduksi pada pH 8 dengan suhu 60oc, dimana variasi konsentrasi yang optimal pada AgNO3 yaitu pada konsentrasi 2mM dan 4mM, selanjutya dari optimasi ekstrak yang tebaik pada konsentrasi 0,5% karena intensi absorbansi pada panjang gelombang yang membentuk AgNP pada puncak SPR 400-500. Berdasarkan hasil dari karakterisasi SEM, morfologi dari kosentrasi 2mM dengan permukaan yang tidak begitu halus dan ukuran tidak begitu seragam, namun pada konsentrasi 4mM permukaan halus dan partikel yang tidak seragam. Dengan ukuran partikel yang berada pada kisaran 50-80 nm yang ditentukan dengan hasil SPR menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Biosintesis Nanopartikel perak (AgNP) merupakan proses reduksi ion Ag+
menjadi Ag0 menggunakan senyawa bioaktif tanaman. Proses sintesis ini dinilai
lebih aman, ramah lingkungan, dan ekonomis, sedangkan proses sintesis kimia
diikuti oleh hasil samping yang menyebabkan toksisitas dan pencemaran
lingkungan. Pada sintetis hijau perlu diketahui faktor terbentuknya nanopartikel
dipengaruhi oleh konsentrasi preduksi dan prekursor, pH, dan waktu . Waktu
kontak erat kaitannya dengan kestabilan AgNP, dimana stabilitas AgNP
dinyatakan dalam konteks agrerasi, agregasi adalah fenomena aglomer atau
perkumpulan kembali partikel membentuk ukuran menjadi lebih besar. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui waktu kontak optimal dalam proses biosintesis
dengan menggunakan ekstrak etanol daun kokang. Adapun metode dalam
penelitian ini adalah dengan melakukan preparasi terhadap kondisi ekstrak yang
dapat membentuk AgNP segera ketika sintesis berjalan, optimalisasi konsentrasi
AgNO3, dan waktu kontak yang dievaluasi melalui monitoring puncak SPR
(Surface Plasmon Resonance) UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa
formula ekstrak daun kokang dengan pelarut etanol memiliki kemampuan
membentuk nanopartikel dalam keadaan stabil terkonfirmasi pada menit ke 45.
Nanopartikel sudah mulai terbentuk pada menit ke 15, serta intensi panjang
gelombang menunjukan ciri khas pembentukan AgNP pada daerah puncak SPR
400-500 nm