Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Biosintesis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi kearifan lokal khas borneo: Biosintesis nanopartikel perak menggunakan ekstrak etanol daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk) Leenh)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk) Lennah) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenolik, alkaloid, flavonid, tanin. dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat serta SPF 50 termasuk katagori very higt protection. Daun kokang secara empiris digunakan sebagai bedak dingin, merawat jerawat, bekas luka cacar, dan memudarkan noda hitam pada wajah. Selain kemampuanya dalam meredam radikal bebas, senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak berperan sebagai bioreduktor untuk pembuatan naopartikel yang akan mereduksi ion Ag+ menjadi Ag0 . Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun kokang sebagai agen pereduksi dalam biosintesis AgNP dan mengetahui stabilitas AgNP yang dihasilkan dari daun kokang. Metode penelitian ini mulai dari pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan larutan induk AgNO3 5mM dalam 100 ml, larutan induk ekstrak 5% dalam 10 ml, selanjutnya dilakukan optimasi pH dengan variasi 8, 9, dan 10 lalu mendapatkan ph terbaik, dimana optimasi pH tersebut yang nantinya akan digunakan pada proses optimasi AgNO3 dengan variasi 1mM, 2mM, dan 4mM setelah mendapatkan optimasi Ag terbaik, tahap berikutnya dilakukan optimasi ekstrak degan variasi 0,5%, 1% dan 2% yang hasilnya akan dilihat berdasarkan puncak SPR 400-500 nm yang menandakan terbentuknya AgNP. Setelah mendapatkan optimasi dan konsentrasi yang bagus sampel di sentri fugasi lalu dikeringkan di cawan petri, lalu di karakterisasi dengan alat Scanning Elktron Microscopy (SEM). Hasil dari penelitian bahwa AgNP ekstrak etanol daun kokang mampu mereduksi pada pH 8 dengan suhu 60oc, dimana variasi konsentrasi yang optimal pada AgNO3 yaitu pada konsentrasi 2mM dan 4mM, selanjutya dari optimasi ekstrak yang tebaik pada konsentrasi 0,5% karena intensi absorbansi pada panjang gelombang yang membentuk AgNP pada puncak SPR 400-500. Berdasarkan hasil dari karakterisasi SEM, morfologi dari kosentrasi 2mM dengan permukaan yang tidak begitu halus dan ukuran tidak begitu seragam, namun pada konsentrasi 4mM permukaan halus dan partikel yang tidak seragam. Dengan ukuran partikel yang berada pada kisaran 50-80 nm yang ditentukan dengan hasil SPR menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh waktu kontak dalam biosintesis nanopartikel perak ekstrak etanol daun kokang (lepisanthes amoena)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biosintesis Nanopartikel perak (AgNP) merupakan proses reduksi ion Ag+ menjadi Ag0 menggunakan senyawa bioaktif tanaman. Proses sintesis ini dinilai lebih aman, ramah lingkungan, dan ekonomis, sedangkan proses sintesis kimia diikuti oleh hasil samping yang menyebabkan toksisitas dan pencemaran lingkungan. Pada sintetis hijau perlu diketahui faktor terbentuknya nanopartikel dipengaruhi oleh konsentrasi preduksi dan prekursor, pH, dan waktu . Waktu kontak erat kaitannya dengan kestabilan AgNP, dimana stabilitas AgNP dinyatakan dalam konteks agrerasi, agregasi adalah fenomena aglomer atau perkumpulan kembali partikel membentuk ukuran menjadi lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu kontak optimal dalam proses biosintesis dengan menggunakan ekstrak etanol daun kokang. Adapun metode dalam penelitian ini adalah dengan melakukan preparasi terhadap kondisi ekstrak yang dapat membentuk AgNP segera ketika sintesis berjalan, optimalisasi konsentrasi AgNO3, dan waktu kontak yang dievaluasi melalui monitoring puncak SPR (Surface Plasmon Resonance) UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula ekstrak daun kokang dengan pelarut etanol memiliki kemampuan membentuk nanopartikel dalam keadaan stabil terkonfirmasi pada menit ke 45. Nanopartikel sudah mulai terbentuk pada menit ke 15, serta intensi panjang gelombang menunjukan ciri khas pembentukan AgNP pada daerah puncak SPR 400-500 nm

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail