Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Bacillus subtilis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Daun Pepaya (Carica papaya L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit infeksi dapat disebabkan dari mikroorganisme patogen seperti,bakteri. Pengobatan untuk infeksi bakteri dapat menggunakan antibiotik. Resistensi antibiotik disebabkan karena bakteri resisten terhadap antibiotik tersebut danmenjadi penyebab kegagalan pengobatan infeksi. Daun pepaya (Carica papaya L.)diketahui mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid, akar dan kulit batangnya,pada daun dan akarnya mengandung polifenol, serta mengandung saponin padabijinya. Kandungan zat tersebut mampu mempengaruhi perkembangan bakteribahkan membunuh bakteri tertentu. Penelitian terhadap daun pepaya (Carica papaya L.) menunjukkan aktivitas antioksidan, antidiabetes, antihipertensi,antibakteri, antijamur, dan analgetik. Daun pepaya membuatpeneliti tertarik untuk melakukan studi literatur tentang Aktivitas Antibakteri Daun Pepaya dengan banyaknya manfaat daun pepaya (Carica papaya L.) dan untuk menunjukkan perbandingan daya hambat daun pepayaterhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan Bacillus subtilis.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KENCUR (Kaempferia galanga L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, DAN Klebsiella pneumoniae

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kencur terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumoniae. Tanaman dapat dikatakan memiliki aktivitas antibakteri apabila memiliki daya hambat terhadap suatu jenis bakteri tertentu. Kaempferia galanga L atau kencur adalah tumbuhan dari famili Zingiberaceae. Tanaman kencur merupakan salah satu tanaman obat potensial dengan rimpang aromatik. Tumbuhan ini banyak digunakan untuk pengobatan tradisional yang dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti saponin, flavonoid, tanin, dan minyak atsiri. Konsentrasi ekstrak kencur yang digunakan pada penelitian ini adalah 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyajian data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumoniae yang diperoleh dari jurnal ilmiah.Berdasarkan hasil penelitian mengenai aktivitas antibakteri ekstrak kencur (Kaempferia galanga L) Terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Klebsiella pneumoniae, dapat disimpulkan bahwa, ekstrak kencur (Kaempferia Galanga L.) dengan konsentrasi dan bakteri yang berbeda memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumonia.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail