Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Bunga telang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN METODE DPPH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dan dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh, penyakit degeneratif dan penuaan dini. Terpapar radiasi ultraviolet, terpapar polusi, asap rokok, gaya hidup dan asupan makanan yang buruk, metabolisme sel yang tidak normal, dan kekurangan nutrisi adalah semua faktor yang dapat menyebabkan radikal bebas. Kerusakan sel yang diakibatkan serangan radikal bebas dari luar yaitu penuaan dini. Penuaan dini, biasanya ditandai dengan kondisi kulit yang kering, bersisik, kasar, dan disertai munculnya keriput dan noda hitam atau flek Antioksidan bekerja dengan cara menetralisir radikal bebas, sehingga antioksidan bisa memperlambat proses penuaan, mencegah kerusakan tubuh, dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui kadar konsentrasi aktivitas antioksidan dalam bunga telang dari 10 penelitian yang telah dilakukan dengan metode DPPH. Metode yang digunakan pada studi literatur ini adalah metode Systematic Review (SR) atau Systematic Literature Review (SLR). Hasil aktivitas antioksidan dari 10 penelitian yang telah di review adalah ada 4 penelitian menggunakan pelarut 70% dengan rentang nilai IC50 9,44 ppm – 74,22 ppm termasuk kategori aktivitas antioksidan kuat - sangat kuat, 1 penelitian menggunakan pelarut etanol 80% dengan nilai IC50 87,86 ppm kategori aktivitas antioksidan kuat, 2 penelitian menggunakan pelarut etanol 96% dengan rentang nilai IC50 26,10 ppm – 38,59 ppm kategori aktivitas antioksidan sangat kuat, serta 3 penelitian menggunakan pelarut metanol dengan rentang nilai IC50 27,75 ppm – 95,30 ppm kategori aktivitas antioksidan kuat - sangat kuat. Adapun aktivitas antioksidan yang termasuk kategori sangat kuat mempunyai nilai IC50 26,10 ppm dan aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat mempunyai nilai IC50 95,30 ppm.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Bioaktivitas Bunga Telang (Clitoria ternatea L)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) dikenal sebagai obat tradisional karena memiliki beragam senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan secara luas. Pengetahuan tentang senyawa bioaktif bunga telang terhadap kesehatan masih perlu dikaji lebih mendalam untuk dioptimalkan dalam bidang kesehatan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fitokimia yang terdapat dalam bunga telang dan merangkum aktivitas farmakologi bunga telang serta mengevaluasi aktivitas farmakologisnya berdasarkan penelitian yang ada. Penelitian ini memberikan pemahaman yang jelas tentang potensi kesehatan dari bunga telang. Studi literatur ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan memperoleh beberapa jurnal dari lokal maupun internasional melalui pencarian di Google Scholar. Terdapat 10 jurnal terpilih dan dianalisis untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia serta aktivitas farmakologi bunga telang. Hasil aktivitas bunga telang yang telah di review terdapat potensi bunga telang dibuktikan dengan ekstrak bunga telang konsentrasi 5% dan 10% sebagai antiaging, ekstrak bunga telang sebagai antibakteri dengan konsentrasi 20% mampu menghambat bakteri Staphylococcus yang memiliki diameter zona hambat rata-rata 6,2 mm semakin lebar zona hambat semakin kuat senyawa untuk menghambat bakteri, konsentrasi bunga telang sebagai antidiabetes 150 mg/kg selama 21 hari berhasil mencegah penurunan berat badan pada tikus yang mengalami diabetes tipe 2 dan dapat menghambat penurunan kadar gula dalam darah, uji aktivitas antikolesterol kombucha bunga telang konsentrasi gula aren sebesar 40% memberikan hasil terbaik dalam menurunkan kadar kolesterol. Bunga telang mengandung senyawa bioaktif seperti antosianin, flavonoid, fenol, terpenoid, kuersetin, saponin, dan glikosida memberikan efek farmakologi untuk pengobatan dan pencegahan berbagai kondisi kesehatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN SUHU DAN WAKTU PENGERINGAN TERHADAP KADAR ANTIOKSIDAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia memiliki banyak sekali tanaman obat yang melimpah sehingga masyarakat umumnya memanfaatkan sebagai alternatif penyembuhan penyakit dan pola hidup sehat. Antioksidan merupakan suatu zat yang dapat menetralkan radikal bebas sehingga dapat melindungi tubuh dari penyakit dengan cara mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif yang dapat merusak sel. Radikal bebas berasal dari lingkungan contohnya polusi udara, sinar matahari, gesekan mekanik, suhu panas atau dingin, dan reaksi oksidasi yang berlebihan. Kerusakan sel yang diakibatkan serangan radikal bebas dari luar yaitu penuaan dini. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antosianin golongan flavonoid yang dapat mengikat radikal bebas. Bunga telang berkhasiat untuk antioksidan, antidiabetik, antiobesitas, antikanker, antiinflamasi, antibakteri, antihistamin, imunomodulator, antibiotik, antiparasit, dan hepatoprotektor pada bagian kelopak bunga. Suhu dan lama waktu proses pengeringan dapat mempengaruhi kualitas, warna, dan kandungan senyawa aktif yang terkandung di dalam bunga telang kering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui suhu dan waktu yang optimal pengeringan bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Sistematic Literature Review (SLR) untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis informasi dari berbagai literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil review terhadap 10 artikel yang dilakukan menunjukkan bahwa proses pengeringan dengan suhu terbaik yaitu 45°C sampai 60°C dan waktu selama 4 jam sampai 6 jam dengan menggunakan alat pengering food dehydrator, sedangkan untuk menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dengan proses pengeringan menggunkan oven sebagai alat pengering dengan suhu 50°C selama 7 jam yang menghasilkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 43,68 ppm yang dikategorikan kuat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail