Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: Fitokimia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Labu Kuning (Cucubita moschata Duch.) Berdasarkan Perbedaan Konsesntrasi Pelarut Terhadap Bakteri Staphhylococcus aureus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan bahan pangan yang kaya akan vitamin A, C, mineral serta karbohidrat. Labu kuning memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti, antibakteri, antidiabetes, dan antioksidan. Ekstrak buah labu kuning (Cucurbita moschata Duch) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan terpenoid yang bersifat antibakteri. Perbedaan konsentrasi pelarut dapat mempengaruhi aktivitas farmakologi suatu ekstrak bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri daging buah labu kuning dengan perbedaan pelarut terhadap bakteri Staphylococus aureus. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, penetapan susut penegeringan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan perbedaan konsentrasi pelarut etanol 50% dan 70%, skrining fitokimia, penetapan kadar air ekstrak dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai susut pengeringan simplisia 4,26 %. Rendemen ekstrak etanol 50% sebesar 11,48% dan etanol 70% sebesar 20,97%. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol 50% menunjukkan danya senyawa saponin, dan flavonoid. Sedangkan pada ekstrak etanol 70 % diperoleh senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Hasil rata-rata kadar air ekstrak etanol 50% sebesar 16,47% dan ekstrak etanol 70% sebesar 23,71%. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan, bahwa perbedaan pelarut mempengaruhi aktivitas antibakteri pada ekstrak daging buah labu kuning, pada konsentrasi 10%; 12,5%; 15%; 20%; 25%, dan 30% dengan kategori sedang pada pelarut etanol 50% dan pada pelarut etanol 70% dengan kategori sedang hingga kuat. Diamater zona hambat pada kontrol positif kloramfenikol 0,1% sebesar 20 mm dan kontrol negatif DMSO 1% adalah 0 mm.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Metode Pengeringan Oven dan Kering Angin Terhadap Skrining Fitokimia dan Hasil Rendemen Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper Aduncum L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengeringan merupakan tahapan pascapanen yang berperan penting dalam menjaga mutu simplisia dan kestabilan senyawa bioaktif tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode pengeringan oven dan kering angin terhadap rendemen ekstrak etanol serta hasil skrining fitokimia daun sirih hutan (Piper aduncum L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua perlakuan pengeringan, yaitu kering angin dan oven suhu 40°C. Simplisia diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Parameter yang diamati meliputi susut pengeringan, rendemen ekstrak, kadar air, dan skrining fitokimia. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk membandingkan nilai rendemen serta hasil skrining fitokimia, dan secara statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk data susut pengeringan yang tidak berdistribusi normal, serta uji Independent Sample t-test untuk data kadar air yang berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan oven menghasilkan susut pengeringan sebesar 5,18%, rendemen 21,09%, dan kadar air 4,41%, sedangkan pengeringan kering angin menghasilkan susut pengeringan sebesar 4,96%, rendemen 27,73%, dan kadar air 6,76%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua metode pengeringan menghasilkan golongan metabolit sekunder yang sama, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/terpenoid. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan susut pengeringan antara kedua metode (p = 0,046 0,05), dengan mean rank metode oven (5,00) lebih tinggi dibandingkan kering angin (2,00). Hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kadar air antara kedua metode (p = 0,013 0,05), dengan kadar air metode oven lebih rendah dibandingkan kering angin.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP HASIL RENDEMEN DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang potensial secara farmakologis, namun kandungannya dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan membandingkan pengaruh metode maserasi dan perkolasi terhadap rendemen dan hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun pepaya. Data diperoleh dari dua jurnal ilmiah periode 2015–2025 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa metode maserasi menghasilkan rendemen lebih tinggi (25,97%) dibandingkan perkolasi (6,6%). Skrining fitokimia pada kedua metode menunjukkan hasil positif terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin, sedangkan perbedaan ditemukan pada senyawa steroid, yang teridentifikasi pada metode maserasi namun tidak pada metode perkolasi. Perbedaan tersebut diduga dipengaruhi oleh metode ekstraksi dan lamanya kontak antara pelarut dan simplisia.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISASI DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK BUNGA TELANG ( clitoria ternatea L).

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi farmakologis tinggi dan banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai pengobatan alternatif karena kandungan antioksidan alaminya. Meskipun demikian, variasi metode ekstraksi dan sumber simplisia dalam berbagai penelitian seringkali menghasilkan data mutu dan kandungan kimia yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan hasil pengujian parameter spesifik, non-spesifik, serta profil fitokimia ekstrak bunga telang melalui penelusuran pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data difokuskan pada parameter non-spesifik yang meliputi kadar air, kadar abu total, dan susut pengeringan, serta parameter spesifik seperti organoleptik dan kadar sari larut pelarut tertentu. hasil penelitian menunjukaan ekstrak bunga telang pada penelitian (Rismayuti, Supriningrum dan Supomo, 2024) Menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 43,8% dengan karakteristik organoleptik kental, berwarna biru kehitaman, dan berasa pahit. Hasil uji parameter spesifik menunjukkan kadar sari larut air 58%, larut etanol 17,67%, sementara parameter non-spesifik mencatat kadar air 21,93%, kadar abu total 5%, serta bobot jenis 1,015 g/ml dengan angka cemaran mikroba yang memenuhi syarat keamanan BPOM. Skrining fitokimia ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan terpenoid, dan hasil negatif pada pengujian tanin, sedangkan pada penelitinan (Ramdhini, 2023) Menghasilkan rendemen ekstrak yaitu 10% dengan karakteristik berwarna cokelat tua dan tidak berasa. Parameter spesifik menunjukkan kadar sari larut air sebesar 8,5% dan larut etanol 1,1%. Parameter non-spesifik mencatat nilai susut pengeringan yaitu 0,8% dan bobot jenis 1,38 g/ml, sedangkan hasil skrining fitokimianya menunjukkan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, dan alkaloid.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN PEGAGAN DAN NILAI RENDEMEN DENGAN METODE MASERASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pegagan adalah nama umum Indonesia untuk Centella asiatica (L.) Urban. Jenis ini telah lama dikenali masyarakat karena kegunaannya untuk bahan obat-obatan tradisional. Belum diketahui secara jelas asal usulnya, akan tetapi daerah persebarannya meliputi daerah tropis dan sub tropis di seluruh dunia mulai dari Afrika Selatan, Afrika Tengah, Asia bahkan sampai Semenanjung Arab. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji skrining fitokimia terhadap ekstrak daun pegagan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung di dalamnya dan standardisasi ekstrak, seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, glikosida, triterpenoid, dan steroid dengan menggunakan metode maserasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, Analisis data dilakukan secara deskriptif, dengan menyajikan data kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil studi menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, triterpenoid, dan steroid, meskipun hasil identifikasi berbeda tergantung pada jenis pelarut yang digunakan. Penggunaan etanol 96% menghasilkan rendemen sebesar 16,31%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan etanol 70% yang hanya menghasilkan 5,9%. Selain itu, etanol 96% juga lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa semi-polar dan non-polar yang tidak dapat larut optimal dalam pelarut etanol 70%. Temuan ini memberikan gambaran penting tentang pengaruh jenis pelarut terhadap efektivitas ekstraksi bahan aktif dari tanaman obat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sediaan herbal berbasis daun pegagan yang efektif, aman, dan terstandar

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Bioaktivitas Bunga Telang (Clitoria ternatea L)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) dikenal sebagai obat tradisional karena memiliki beragam senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan secara luas. Pengetahuan tentang senyawa bioaktif bunga telang terhadap kesehatan masih perlu dikaji lebih mendalam untuk dioptimalkan dalam bidang kesehatan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fitokimia yang terdapat dalam bunga telang dan merangkum aktivitas farmakologi bunga telang serta mengevaluasi aktivitas farmakologisnya berdasarkan penelitian yang ada. Penelitian ini memberikan pemahaman yang jelas tentang potensi kesehatan dari bunga telang. Studi literatur ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan memperoleh beberapa jurnal dari lokal maupun internasional melalui pencarian di Google Scholar. Terdapat 10 jurnal terpilih dan dianalisis untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia serta aktivitas farmakologi bunga telang. Hasil aktivitas bunga telang yang telah di review terdapat potensi bunga telang dibuktikan dengan ekstrak bunga telang konsentrasi 5% dan 10% sebagai antiaging, ekstrak bunga telang sebagai antibakteri dengan konsentrasi 20% mampu menghambat bakteri Staphylococcus yang memiliki diameter zona hambat rata-rata 6,2 mm semakin lebar zona hambat semakin kuat senyawa untuk menghambat bakteri, konsentrasi bunga telang sebagai antidiabetes 150 mg/kg selama 21 hari berhasil mencegah penurunan berat badan pada tikus yang mengalami diabetes tipe 2 dan dapat menghambat penurunan kadar gula dalam darah, uji aktivitas antikolesterol kombucha bunga telang konsentrasi gula aren sebesar 40% memberikan hasil terbaik dalam menurunkan kadar kolesterol. Bunga telang mengandung senyawa bioaktif seperti antosianin, flavonoid, fenol, terpenoid, kuersetin, saponin, dan glikosida memberikan efek farmakologi untuk pengobatan dan pencegahan berbagai kondisi kesehatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi Dan Skrining Fitokimia Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Dutch)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah labu kuning diketahui sebagai sumber fenolat yang baik, termasuk flavonoid, antosianin, dan karotenoid. Buah labu kuning memiliki manfaat bagi kesehatan karena mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif. Kulit buahnya memiliki tekstur yang keras dan cukup tebal hal tersebut menyebabkan buah labu kuning lebih awet dibandingkan buah lainnya. Selama ini kulit buah labu kuning dianggap sebagai limbah. Namun ternyata kulit buah labu kuning memiliki potensi sebagai antibiotik dan antioksidan. Penelitian tentang kulit labu kuning masih terbatas, sehingga perlu dilakukan eksplorasi agar pemanfaatannya lebih optimal. Sebagai langkah awal dilakukan karakterisasi simplisia dan ekstrak serta skrining fitokimia. Karakterisasi dimaksudkan untuk mengetahui mutu dari simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning serta kandungan senyawa metabolit sekunder nya. Metode penelitian ini meliputi, determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, karakterisasi spesifik dan non spesifik simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning.Variabel bebas pada penelitian ini adalah simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning. Variabel terikat meliputi hasil skrining fitokimia dan hasil pengukuran karakteristik simplisia dan ekstrak.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah. Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan herba tahunan dari famili Liliaceae yang banyak tumbuh hampir di seluruh penjuru dunia. Kulit tumbuhan bawang merah banyak digunakan sebagai obat untuk penyakit-penyakit seperti batuk, haid tidak teratur, kencing manis, dan demam pada anak-anak. Skrining fitokimia merupakan langkah awal untuk mengetahui bahan aktif yang merupakan metabolit sekunder pada tumbuhan. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Objek penelitian adalah hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah. Tahap penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis desktiptif, berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah (Allium cepa L.). Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit bawang merah positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, dan terpenoid.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Edukasi gizi, tumbuh kembang, pijat anak menggunakan metode demonstrasi audiovisual pada kader masa pandemi Covid19 (monograf)

2022•Koleksi Perpustakaan

Syukur Alhamdulillah dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala berkah dan rahmat-Nya, sehingga buku mengenai Edukasi Gizi, Tumbuh kembang, Pijat anak Menggunakan Metode Demonstrasi Audiovisual Pada Kader Masa Pandemi Covid19. Kader posyandu merupakan anggota masyarakat yang bersedia sukarela mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu balita didampingi oleh petugas kesehatan yang berada dipuskesmas. Kader berperan penting mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan setelah pelaksanaan kegiatan. Peran kader dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan kegiatan posyandu. Peran kader sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi, dengan melakukan edukasi dan deteksi dini tumbuh kemban, pijat serta upaya kesehatan ibu anak untuk membantu menurunkan percepatan angka kematian ibu dan bayi. Kader sebagai kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan posyandu. Keberhasilan kegiatan posyandu bergantung pada aktif atau tidaknya peran kader itu sendiri. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya buku ini. Penulis menyadari bahwa buku ini masih memiliki banyak kekurangan. Penulis juga berterimakasih atas setiap saran dan kritik yang membangun dalam perbaikan materi buku ini. Semoga buku ini bermanfaat dan bisa diimplementasikan dimasyarakat

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

APLIKASI METODE PEWARNAAN BATIK NON KIMIA BERBASIS KOLABORATIF-PARTISIPATIF

2022•Koleksi Perpustakaan

Pengakuan batik sebagai bagian kebudayaan bangsa Indonesia mendorong setiap daerah untuk mengembangkan ciri khas batik daerahnya. Demikian juga dengan batik khas Semarang, karena kebanggaannya terhadap batik maka sekolompok masyarakat yang tergabung dalam Sanggar Batik Tapak Dara Meteseh kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang memberanikan diri mengembangkan batik yang bercorak lingkungan disekitar kehidupan dan budaya mereka. Proses pengolahan batik terutama desain dan pewarnaan belum dikuasai dengan baik.Walaupun kemahiran membatik sudah dikuasi cukup baik namun jika tidak disertai desain dan pewarnaan yang menarik akan mengalami kesulitan dalam pemasarannya. Hal ini terbukti pada saat Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNTAG Semarang melakukan penyuluhan mengunjungi para pengrajin, desain dan pewarnaan terlihat kurang menarik. Namun demikian pangrajin Sanggar ini telah menghasilkan kain batik dengan motif yang sederhana. Tim menilai para penggrajin memiliki potensi untuk dikembangkan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Metode Pemisahan Senyawa Fenolat dengan Filtrasi Membran

2022•Koleksi Perpustakaan

Buku ini disusun untuk menggambarkan teknologi filtrasi membran yang diaplikasikan untuk mendapatkan senyawa fenolat dari tumbuhan. Metode konvensional pemisahan senyawa kimia skala industri jarang digunakan karena beberapa kelemahan. Metode pemisahan filtrasi membran dicoba untuk memisahkan senyawa fenolat dari daun Albertisia papuana Becc. Karena golongan senyawa ini telah terbukti memiliki sifat fungsional bagi kesehatan. Materal membran yang sesuai untuk memisahkan senyawa fenolat merupakan salah satu keberbaharuan informasi ilmiah sehingga berguna bagi mahasiswa, peneliti, praktisi pangan, dan farmasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH ARA (Ficus racemosa L.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan Ara (Ficus racemosa L.) secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai antidiare, antelmentik, antiinflamasi, antitusif, antibakteri, dan antioksidan. Secara farmakologi, buah ara telah diteliti memiliki aktivitas sebagai sebagai penurun gula darah dalam tubuh, dan penurun lemak darah atau kolesterol. Tumbuhan buah ara mempunyai kandungan senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai aktivitas antioksidan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kandungan aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak buah ara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku - buku, majalah ilmiah serta jurnal ilmiah dan skripsi. Tahapan penelitin meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu nilai IC50 aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder esktrak buah ara. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan melihat data perbandingan nilai IC50 aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder pada ekstrak buah ara. Hasil uji skrining fitokimia yang terdapat dalam ekstrak buah ara memiliki metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Senyawa metabolit yang terkandung pada ekstrak buah ara dengan pelarut toluen (alkaloid, flavonoid, saponoin, steroid,dan tanin), etanol (alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin), etil asetat (alkaloid dan flavonoid). Ekstrak buah ara (Ficus racemosa L.) yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat terdapat dalam pelarut toluen dengan nilai IC50 0,75 ppm.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISASI DAN SKRINING FITOKIMIA BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) BERDASARKAN PENGARUH PENYANGRAIAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biji kopi mengandung senyawa seperti kafein, asam klorogenat dan senyawa-senyawa nutrisi. proses penyangraian merupakan tahapan pembentukan aroma dan citarasa khas kopi dari dalam biji kopi dengan perlakuan panas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan hasil rendemen, penetapan kadar air, Skirining Fitokimia biji kopi robusta (Coffea canephora) berdasarkan pengaruh penyangraian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti Karya Tulis Ilmiah. Data dianalisis secara deskriptif dengan cara membandingkan literatur tentang rendemen, perhitungan kadar air, dan skrining fitokimia biji kopi robusta. Berdasarkan hasil penelusuran jurnal dan literatur, dapat disimpulkan bahwa hasil rendemen tertinggi biji kopi robusta yang tidak disangrai yaitu 35%, lalu hasil penetapan kadar air tertinggi pada biji kopi yang disangrai yaitu 4,28% dan hasil skirining fitokimia biji kopi yang tidak disangrai menghasilkan senyawa terbanyak yaitu alkaloid, flavonoid, tannin, fenol, terpenoid, minyak atsiri, saponin

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL KULIT KAYU TERAP (ARTOCARPUS ODORATISSIMUS BLANCO) DENGAN METODE BSLT (Brine shrimp lethality test)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Uji toksisitas akut adalah salah satu cara yang dirancang untuk menentukan dosis LD50 atau LC50 dari suatu zat dan kemungkinan mekanisme kerja dan target organnya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 dari kulit kayu terap (Artocarpus odoratissimus Blanco) terhadap larva Artemia salina Leach dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Parameter yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas biologi dari senyawa yang terkandung dalam tanaman adalah jumlah kematian pada larva Artemia salina Leach yang kemudian akan ditentukan tingkat ketoksikan senyawa yang dinyatakan dalam nilai LC50. Nilai LC50 merupakan angka yang menunjukkan konsentrasi ekstrak suatu tanaman yang dapat menyebabkan kematian hewan uji sebesar 50% dari jumlah hewan uji. Metode pada penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, methanol, fraksi n-heksan dan etil asetat. Hasil uji dari keempat penelitian dapat disimpulkan bahwa pelarut yang paling banyak bersifat toksik yaitu yang menggunakan pelarut fraksi n-heksan dengan range 30-1000 ppm (Toksik). Hasil uji fitokimia didapatkan metabolit sekunder kulit kayu terap seperti alkaloid, saponin, triterpenoid dan flavonoid.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) PADA BAKTERI Escherichia coli

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Studi Literatur menjelaskan tentang Escherichia coli merupakan golongan bakteri coliform yaitu flora normal didalam usus manusia dan menimbulkan penyakit bila masuk kedalam organ atau jaringan lain, seperti pneumonia, endocarditis, infeksi pada luka, dan penyakit diare. Secara tradisional biji pepaya memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder pada ekstrak biji pepaya dan penghambatan antibakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri biji pepaya (Carica papaya L.) pada Escherichia coli. Tahapan penelitian dimulai dari data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data yaitu data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan melakukan verifikasi dan tujuan ulang data yang didapat agar kesimpulan dilakukan dengan benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan skrining fitokimia pada ekstrak biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Sedangkan aktivitas antibakteri ekstrak biji pepaya mampu menghambat pada konsentrasi 1,25%, 10%, 20%, 50% dengan pelarut etanol 96% dan pada etanol 70% mampu menghambat pada konsentrasi 1%. Kesimpulan dari penelitian studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya sudah mampu menghambat pada konsentrasi 1,25% menghasilkan zona hambat 3,60 mm pada pelarut etanol 96% dan dengan konsentrasi 1% mengasilkan zona hambat 9 mm pada pelarut etanol 70%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN, BIJI DAN KULIT BATANG PANGI (Pangium edule Reinw.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman pangi (Pangium edule Reinw.) secara empiris banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati penyakit gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada kulit. Daun segar, getah daun, tumbukan daun dan biji juga digunakan sebagai antiseptik dan disinfektan untuk membersihkan luka bakar. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun, biji, dan kulit batang tumbuhan pangi (Pangium edule Reinw.). Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Tahapan penelitian mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun, biji, dan kulit batang tumbuhan pangi (Pangium edule Reinw.); penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif berupa data penelitian sebelumnya, data hasil skrining fitokimia. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa Ekstrak etanol daun pangi. positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Ekstrak etanol biji pangi positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Sedangkan ekstrak etanol kulit batang pangi positif mengandung senyawa alkaloid, tanin, dan saponin.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR RENDEMEN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) METODE MASERASI DENGAN BERBAGAI PELARUT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk membandingkan hasil rendemen ekstraksi daun pepaya dengan menggunakan berbagai pelarut yang berbeda. Daun pepaya merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah tropis, masyarakat pada umumnya menggunakan daun pepaya sebagai pelunak daging, pengobatan malaria, demam berdarah, pereda nyeri haid dan juga anti jerawat. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil penelitian nilai rendemen pada perbedaan pelarut dari ekstraksi maserasi daun pepaya menghasilkan nilai rendemen yang berbeda-beda disetiap pelarutnya hal ini disebabkan oleh pelarut apa yang digunakan, ukuran partikel, jumlah sampel, metode ekstraksi yang digunakan, lama waktu ekstraksi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail