ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Buah jeruk mengandung vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan yang berfungsi untuk membentuk sistem imun bagi tubuh sehingga mampu membantu terlindung dari berbagai penyakit. Vitamin C merupakan salah satu dari berbagai macam vitamin yang berperan penting pada proses metabolisme dan pertumbuhan. Vitamin C bersifat tidak stabil, rusak dalam pemanasan, mudah teroksidasi oleh udara, dan mudah rusak oleh basa Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada jenis buah jeruk (Citrus sp) dengan metode iodimetri. Rancangan penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal. Objek penelitian ini yaitu kadar vitamin C dalam buah jeruk limau, jeruk nipis, jeruk lemon dan jeruk sunkist. Analisis data dilakukan dengan I metode deskriptif. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data rata-rata kadar vitamin C pada buah jeruk diperoleh dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menunjukan bahwa kadar rata-rata vitamin C jeruk limau sebesar 0,113%, jeruk lemon sebesar 0,060%, jeruk sunkist sebesar 0,034%, dan jeruk nipis sebesar 0,02790.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur bertujuan untuk membandingkan hasil karakteristik simplisia daun jeruk lemon(Citrus limon (L.) Burm.f.) dan daun jeruk limau(Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche).Citrus merupakan genus dari famili Rutaceae, yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Daun jeruk lemon memiliki manfaat untuk mengatasi penyakit kanker, jantung dan liver. Daun jeruk limau memiliki manfaat sebagai obat kesemutan, mengatasi kram dan sebagai analgesik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik simplisia daun jeruk lemon dan daun jeruk limau. Data yang dipakai adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu reduksi data untuk mendapatkan data utama inti tulisan, verifikasi dan tinjauan ulang data, penarikan simpulan. Hasil penelitian simplisia daun jeruk lemon diperoleh susut pengeringan 69,29%, kadar abu total 6,40%, abu tidak larut asam 1,23%, kadar sari larut etanol 17,73%, kadar sari larut air 24,79%, Hasil skrining fitokimia daun jeruk lemon mengandung alkaloid, flavonoid, steroid/triterpenoid dan tanin. Hasil penelitian simplisia daun jeruk limau diperoleh kadar abu total 9,732% ± 0,864%, kadar abu tidak larut asam 0,597% ± 0,0021%, kadar abu larut air 1,458% ± 0,028%, kadar air 4,492% ± 0,0043%, Hasil skrining fitokimia daun jeruk limu mengandung senyawa golongan flavonoid, pilifenol, tanin, glikosida , dan minyak atsiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk purut (Citrus hystrix) merupakan tanaman yang sama-sama bergenus Citrus. Kedua tanaman tersebut memilki kegunaan sebagai biolarvasida terutama pada bagian kulit buahnya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendapatkan perbandingan efektivitas biolarvasida estrak kulit jeruk nipis dan ekstrak kulit jeruk purut terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur yang dilakukan mulai dari mengumpulkan, menelaah dan mempelajari jurnal penelitian ilmiah serta dokumen seperti Karya Tulis Ilmiah. Objek dari penelitian ini adalah efektivitas biolarvasida ekstrak kulit jeruk nipis dan ekstrak kulit jeruk purut terhdap larva nyamuk Aedes aegypti. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang sudah dikumpulkan dari pembandingan literatur yang didapat. Efektivitas biolarvasida ekstrak kulit jeruk nipis terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dari konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6% dan 7% konsentrasi yang efektif membunuh seluruh hewan uji adalah konsentrasi 6% dan 7%. Ekstak kulit jeruk purut dari konsentrasi 1%, 3%, 5%, 7% dan 9% yang memiliki efektivitas untuk membunuh seluruh larva nyamuk yang diujikan adalah pada konsentrasi 3% sampai 9% setelah perlakuan selama 1440 menit (24 jam). Kulit jeruk nipis dan kulit jeruk purut sama-sama memiliki kandungan senyawa kimia yang digunakan sebagai larvasida alami terhadap larva nyamuk Aedes aegypti yaitu senyawa limonoid atau limonen yang diklasifikasikan kedalam senyawa siklik monoterpen.