Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Coffea canephora
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISASI DAN SKRINING FITOKIMIA BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) BERDASARKAN PENGARUH PENYANGRAIAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biji kopi mengandung senyawa seperti kafein, asam klorogenat dan senyawa-senyawa nutrisi. proses penyangraian merupakan tahapan pembentukan aroma dan citarasa khas kopi dari dalam biji kopi dengan perlakuan panas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan hasil rendemen, penetapan kadar air, Skirining Fitokimia biji kopi robusta (Coffea canephora) berdasarkan pengaruh penyangraian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti Karya Tulis Ilmiah. Data dianalisis secara deskriptif dengan cara membandingkan literatur tentang rendemen, perhitungan kadar air, dan skrining fitokimia biji kopi robusta. Berdasarkan hasil penelusuran jurnal dan literatur, dapat disimpulkan bahwa hasil rendemen tertinggi biji kopi robusta yang tidak disangrai yaitu 35%, lalu hasil penetapan kadar air tertinggi pada biji kopi yang disangrai yaitu 4,28% dan hasil skirining fitokimia biji kopi yang tidak disangrai menghasilkan senyawa terbanyak yaitu alkaloid, flavonoid, tannin, fenol, terpenoid, minyak atsiri, saponin

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) BERDASARKAN PERBEDAAN TEMPAT TUMBUH TANAMAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kopi merupakan salah satu tanaman yang terkenal di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Kopi mengandung senyawa polifenol seperti asam kafeat, asam klorogenat, asam koumarat yang berkhasiat sebagai antioksidan. Perbedaan tempat tumbuh tanaman kopi robusta berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi robusta berdasarkan perbedaan tempat tumbuh tanaman. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Tahapan penelitian dimulai dari penyuntingan dan meringkas isi artikel ilmiah, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi robusta Bandung, Bogor dan Garut memiliki nilai IC50 sebesar 55,13 ppm, 56,48 ppm, dan 54,14 ppm), Provinsi Jawa Barat (Bogor, Kuningan, Sumedang memiliki IC50 sebesar 62,04 ppm, 59,94 ppm 52,24 ppm), Provinsi Jawa Tengah (Temanggung, Boyolali, Wonosobo memiliki IC50 sebesar 50,18 ppm, 9,88 ppm 42,63 ppm), dan Provinsi Jawa Timur (Jombang, Malang, dan Kediri memiliki IC50 sebesar 76,59 ppm, 37,47 ppm 42,77 ppm). Aktivitas antioksidan ekstrak kopi robusta Wonosobo paling kuat dibandingkan kopi robusta dari sembilan daerah lainnya di Pulau Jawa.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail