ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stress oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Salah satu sumber antioksidan alami yang berpotensi dikembangkan adalah kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage). Simplisia kulit buah tampoi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) menggunakan metode ABTS (2,2’-azino-bis-(ethylbenzothiazoline- 6-sulfonic acid)). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium. Simplisia kulit buah tampoi diekstraksi menggunaka metode maserasi dengan pelarut n-heksan. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan kulit buah tampoi negatif terhadap senyawa alkaloid, flavonoid saponin, dan tanin, namun positif mengandung senyawa steroid dan terpenoid. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode ABTS dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 744 nm. Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa vitamin C memiliki rata-rata IC50 sebesar 1,03761 ppm yang termasuk kategori antioksidan sangat kuat, sedangkan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi memiliki nilai rata-rata IC50 sebesar 248,280 ppm dan termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat lemah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah menggunakan metode ABTS. Rendahnya aktivitas antioksidan diduga dipengaruhi oleh sifat pelarut n-heksan yang cenderung mengekstraksi senyawa nonpolar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode DPPH berdasarkan perbedaan pelarut. Sirsak merupakan tanaman dengan berbagai macam manfaat bagi kesehatan baik daging buah, daun maupun bijinya memiliki kandungan kimia yang bermanfaat untuk pengobatan, antara lain sebagai antibakteri, antivirus dan antioksidan. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang berdampak negatif di dalam tubuh. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas, penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai IC50 ekstrak daun sirsak pada setiap pelarut . Hasil IC50 dengan kategori sangat kuat terdapat pada ekstrak metanol daun sirsak (23,6 ppm) namun di penelitian lainnya ekstrak metanol daun sirsak menunjukkan nilai IC50 dengan kategori lemah (292,727 ppm) tetapi masih berpotensi sebagai antioksidan. Kategori kuat terdapat pada ekstrak etanol daun sirsak (79,320 ppm).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kopi merupakan salah satu tanaman yang terkenal di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Kopi mengandung senyawa polifenol seperti asam kafeat, asam klorogenat, asam koumarat yang berkhasiat sebagai antioksidan. Perbedaan tempat tumbuh tanaman kopi robusta berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi robusta berdasarkan perbedaan tempat tumbuh tanaman. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Tahapan penelitian dimulai dari penyuntingan dan meringkas isi artikel ilmiah, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi robusta Bandung, Bogor dan Garut memiliki nilai IC50 sebesar 55,13 ppm, 56,48 ppm, dan 54,14 ppm), Provinsi Jawa Barat (Bogor, Kuningan, Sumedang memiliki IC50 sebesar 62,04 ppm, 59,94 ppm 52,24 ppm), Provinsi Jawa Tengah (Temanggung, Boyolali, Wonosobo memiliki IC50 sebesar 50,18 ppm, 9,88 ppm 42,63 ppm), dan Provinsi Jawa Timur (Jombang, Malang, dan Kediri memiliki IC50 sebesar 76,59 ppm, 37,47 ppm 42,77 ppm). Aktivitas antioksidan ekstrak kopi robusta Wonosobo paling kuat dibandingkan kopi robusta dari sembilan daerah lainnya di Pulau Jawa.