Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Daun senduduk
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI FORMULA MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) MENGGUNAKAN KOMBINASI PVA DAN HPMC DENGAN METODE DESIGN FACTORIAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan bahan alam dalam produk kosmetik semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu bahan alam yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif kosmetik adalah daun senduduk (Melastoma malabathricum L.). Masker gel peel-off merupakan sediaan perawatan kulit berbentuk gel yang setelah diaplikasikan pada kulit akan mengering dan membentuk lapisan film tipis, transparan, elastis, serta mudah dikelupas. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formula masker gel peel-off yang mengandung ekstrak daun senduduk dengan variasi kombinasi Polyvinyl Alcohol (PVA) dan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) guna memperoleh sediaan dengan karakteristik fisik yang optimal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan optimasi formula menggunakan metode Design Factorial. Hasil penelitian ini diperoleh data sifat fisik sediaan yang dianalisis menggunakan aplikasi Design Expert® versi 13. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan komposisi optimum PVA dengan konsentrasi 15% dan HPMC dengan konsentrasi 2%, keduanya mampu mempengaruhi karakteristik pada sediaan masker gel peel-off ekstrak daun senduduk. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS menunjukkan bahwa masker gel peel-off ekstrak daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) memiliki nilai IC₅₀ sebesar 11,5010 ppm, sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif memiliki nilai IC₅₀ sebesar 0,5017 ppm. Berdasarkan klasifikasi aktivitas antioksidan, kedua sampel termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat karena memiliki nilai IC₅₀ kurang dari 50 ppm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sediaan tetap mampu mempertahankan aktivitas antioksidan yang sangat kuat setelah proses formulasi, sehingga berpotensi digunakan sebagai produk perawatan kulit untuk membantu menangkal radikal bebas.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI FORMULA SERUM NANOEMULSI EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan kulit berbahan alam mendorong pengembangan sediaan kosmetik yang lebih efektif. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) mengandung flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan, namun pemanfaatannya dalam sediaan topikal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimum Tween 80 dan PEG 400 pada formulasi serum nanoemulsi ekstrak daun senduduk serta mengetahui aktivitas antioksidannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode Factorial Design menggunakan Tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 400 sebagai kosurfaktan. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70% kemudian diformulasikan menjadi serum nanoemulsi. Evaluasi sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, transmitan, ukuran droplet, polydispersity index (PDI), dan zeta potensial. Formula optimum ditentukan menggunakan perangkat lunak Design Expert, kemudian dilakukan verifikasi dan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode ABTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum diperoleh pada konsentrasi Tween 80 sebesar 12,844% dan PEG 400 sebesar 14,663%. Hasil verifikasi formula optimum menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan nilai pH 6,4, viskositas 20 cP, transmitan 96,34%, ukuran droplet 91 nm, Polydispersity Index (PDI) 0,364, dan zeta potensial -2,86 mV. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa parameter pH, viskositas, dan zeta potensial tidak berbeda signifikan antara hasil prediksi dan verifikasi (p > 0,05). Formula tersebut memiliki nilai IC₅₀ sebesar 115,85 ± 33,79 ppm, yang termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sedang. Dengan demikian, ekstrak daun senduduk berpotensi dikembangkan sebagai serum nanoemulsi antioksidan berbahan alam.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI FORMULA ANTIOKSIDAN FACE MIST EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) VARIASI GLISERIN DAN PROPILENGLIKOL DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Face mist berbasis bahan alam memiliki potensi sebagai sediaan perawatan kulit, namun kombinasi humektan yang optimal untuk menghasilkan karakteristik fisik yang baik sekaligus mempertahankan aktivitas antioksidan masih perlu ditentukan. Penelitian ini bertujuan menentukan formula optimum face mist ekstrak daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) dengan variasi konsentrasi gliserin dan propilenglikol serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya menggunakan metode ABTS. Penelitian dilakukan melalui determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, skrining fitokimia, formulasi face mist menggunakan desain faktorial dengan bantuan Design Expert 13, evaluasi sifat fisik sediaan, optimasi formula, verifikasi menggunakan One Sample T-Test, dan pengujian aktivitas antioksidan metode ABTS dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 19,63% dengan susut pengeringan 8,67%, kadar air 20,17%, serta ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid. Formula optimum diperoleh pada kombinasi gliserin 15,5% dan propilenglikol 8% dengan nilai desirability 0,737. Formula tersebut memiliki pH 4,977, viskositas 66,667 cP, daya semprot 5,575 cm, dan waktu kering 3,29 menit. Hasil verifikasi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil prediksi dan hasil percobaan (p>0,05), sehingga model optimasi dinyatakan valid. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ face mist optimum sebesar 565,85 ± 63,325 ppm, sedangkan vitamin C sebesar 0,5017 ± 0,1872 ppm. Dengan demikian, kombinasi gliserin dan propilenglikol yang diperoleh mampu menghasilkan face mist dengan karakteristik fisik yang memenuhi target optimasi, namun aktivitas antioksidannya masih tergolong sangat lemah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail