ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nama: Rosiana Silla Wati Program Studi: Sarjana Farmasi Judul Skrisi: Gambaran Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Rizky Mahakam Farma 2 Kota Bangun ulu Dengan Metode Inportance Perfomence Analysis . Pembimbing: 1. apt. Heri Wijaya, S.Farm.,M.Si.,Ph.D 2. apt. Siti Jubaidah, S.Farm.,M.Pd. Pelayanan kefarmasian yang berkualitas merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kepuasan pasien di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Mahakam Farma 2 Kota Bangun Ulu dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan dan kinerja pelayanan yang dirasakan oleh pasien, sehingga dapat diketahui area pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Penelitian ini bersifat deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek pelayanan yang masuk dalam kuadran prioritas perbaikan, seperti kecepatan pelayanan, ketepatan pemberian informasi obat, dan keramahan tenaga farmasi. Sementara itu, beberapa aspek lain berada dalam kuadran kinerja tinggi dan penting bagi pasien, sehingga perlu dipertahankan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa secara umum pasien merasa cukup puas terhadap pelayanan kefarmasian di apotek tersebut, namun masih diperlukan perbaikan pada beberapa aspek layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan Informasi Obat (PIO) adalah salah satu tugas utama yang harus dilaksanakan oleh apoteker ketika berinteraksi dengan pasien yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai obat, penggunaan obat yang rasional, serta meminimalisir masalah penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan informasi obat yang diterima oleh pasien di instalasi farmasi di RSUD Panglima Sebaya guna mencapai kepuasan optimal, kepuasan yang optimal berperan penting bagi kemajuan institusi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain non-eksperimen. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mendistribusikan atau memberikan kuesioner yang dirancang berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yakni kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), serta bukti fisik (tangible). Sementara itu, pemilihan responden dilakukan melalui teknik accidental sampling. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis melalui beberapa tahapan pengujian yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, dimana uji validitas dilakukan dengan tujuan sejauh mana kuesioner tersebut mampu mengukur aspek yang dimaksudkan sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi suatu kuesioner sebagai instrumen penelitian menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi reliability memperoleh nilai sebesar 85,17 dan responsiveness sebesar 85,33 yang termasuk dalam kategori baik, sedangkan dimensi assurance memperoleh nilai sebesar 88,64, empathy sebesar 88,96, dan tangible sebesar 88,59 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pasien terhadap Pelayanan Informasi Obat di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot berada pada kategori puas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan yang berfungsi untuk menyelenggarakan, meningkatkan, mencegah, mengobati, dan memulihkan kesehatan masyarakat, yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, serta masyarakat, dalam memberikan pelayanan instalasi farmasi yang berkualitas dan memuaskan pasien, pihak puskesmas perlu memperhatikan berbagai aspek pelayanan yang ditawarkan untuk menciptakan sekaligus meningkatkan mutu layanan farmasi. Kepuasan pelanggan adalah tanggapan perilaku yang muncul sebagai hasil dari perbandingan antara harapan dengan pengalaman nyata yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di dua puskesmas, yaitu Puskesmas Bromo di Medan dan Puskesmas Pracimantoro di Wonogiri. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner SERVQUAL diterapkan untuk menilai lima dimensi utama pelayanan, meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, tingkat kepuasan pasien di kedua puskesmas berada dalam kategori tinggi, dengan dimensi responsivitas, assurance, dan empati mendapatkan nilai tertinggi. Meskipun demikian, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti fasilitas ruang tunggu dan penjelasan tentang efek samping obat. Disarankan untuk melakukan pelatihan komunikasi secara berkala dan evaluasi kualitas layanan guna mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pasien serta kualitas pelayanan kefarmasian di puskesmas.