ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keanekaragaman bahan baku minyak atsiri yang ada di Indonesia terdiri atas empat puluh jenis dari sembilan puluh sembilan jenis tanaman atsiri yang ada di dunia. Beberapa jenis minyak atsiri Indonesia yaitu salah satunya adalah kayu putih. Penggunaan minyak atsiri sebagai bahan baku industri seperti pembuatan kosmetik, antiseptik dan obat-obatan. Berkembangnya variasi pemanfaatan kayu putih membuat permintaan kebutuhan minyak kayu putih semakin meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil evaluasi sediaan lotion minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp. cajuputi) dengan variasi konsentrasi minyak kayu putih yang memenuhi syarat fisik. Variabel bebas lotion dengann konsenterasi 0%, 5%, 10%, dan 20%. Uji fisik meliputi evaluasi organoleptis, homogenita, tipe emulsi, pH, viskositas, daya sebar uji freeze-thaw dan serta uji hedonik dari formulasi sediaan lotion minyak kayu putih yang berasal dari daerah Imogiri, Yogyakarta. Hasil penelitian diperoleh hasil evaluasi minyak kayu putih dapat diformulasikan menjadi sediaan pada konsentrasi 5%, 10%, dan 20% karena memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, pH, tipe emulsi, viskositas, daya sebar, dan memenuhi uji stabilitas freeze thaw. Sifat fisik terbaik didapatkan pada formula dengan konsentrasi minyak kayu putih 10% dan juga merupakan yang paling disukai oleh panelis. Sediaan minyak kayu putih memiliki rasa panas saat di oleskan di permukaan kulit, memiliki bau yang enak, mudah di tuangkan, mudah di oleskan di permukaan kulit, terasa lengket di permukaan kulit, memiliki rasa yang lembab, mudah di cuci dengan air, terasa cukup nyaman di gunakan di kulit sebagai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp cajuputi) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri umumnya diperoleh dari daun yang dihasilkan melalui proses penyulingan (destilasi). Minyak kayu putih salah satu jenis minyak atsiri banyak digunakan untuk bahan berbagai produk kesehatan khususnya sebagai aromaterapi. Salah satu sediaan aromaterapi yaitu yang sering digunakan slah satunya yaitu balsem. Pada penelitian ini memformulasikan balsem dalam bentuk stick yang penggunaanya lebih praktis dan nyaman digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minyak kayu putih dapat diformulasi ke dalam sediaan stick balm dengan variasi konsentrasi minyak kayu putih untuk menghasilkan sediaan stick balm yang stabil pada uji fisik dari berbagai variasi konsentrasi 10%, 20%, 30%. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan uji potensi iritasi sediaan stick balm. Komponen stick balm dalam penelitian ini adalah cera alba, carnauba wax, setil alkohol, butylated hydroxytoluene, virgin coconut oil dan minyak kayu putih. Evaluasi stick balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, uji titik leleh, uji kekerasan, freeze-thaw dan uji potensi iritasi sediaan stick balm. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak kayu putih dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan stick balm yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, titik leleh, kekerasan stick balm, hasil uji freeze-thaw cycling selama 12 siklus menyatakan stick balm mengalami perubahan pH dan daya sebar serta hasil uji iritasi dengan metode pacth test sedian