Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Labu Kuning
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata D.) Dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Labu kuning (Cucrbita moschata D.) merupakan bahan pangan kaya vitamin A, C, mineral, dan karbohidrat. Daging buah labu kuning diketahui memiliki beberapa kandungan kimia, salah satunya adalah flavonoid sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan pada buah labu kuning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel buah labu kuning, pembuatan ekstraksi, skrining fitokimia, uji kadar flavonoid total dan uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode DPPH.Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol buah labu kuning dan variabel terikat adalah kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah labu kuning. Ekstraksi pada buah labu kuning dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji flavonoid total menggunakan metode kolorimetri dengan AlCl3 10% sebagai reagen dan menggunakan standar kuersetin. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH dengan kuersetin sebagai pembanding. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, data yang diperoleh dari hasil pengujian kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dibuat dalam bentuk tabel dan kurva yang kemudian dideskripsikan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata) Berdasarkan Perbedaan Metode Ekstraksi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah labu kuning merupakan tanaman yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia, tetapi kulit dari buah labu kuning jarang dimanfaatkan bahkan dianggap limbah yang tidak terpakai. Di sisi lain, kulit labu kaya akan metabolit sekunder seperti kandungan flavonoid, alkaloid, saponin dan terpenoid. Bahkan kulit buah labu kuning juga memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat. Kandungan senyawa aktif dalam tumbuhan dapat dipisahkan dengan cara ekstraksi. Metode ekstraksi yang digunakan akan berpengaruh terhadap senyawa aktif yang diperoleh, sehingga dapat mempengaruhi aktivitas farmakologinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit labu kuning berdasarkan perbedaan metode ekstraksi maserasi dan refluks. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental melalui beberapa tahapan dimulai dari determinasi tanaman, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi dan refluks, uji aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer dengan metode DPPH (2,2 Difenil-1-Pikrihidrazil). Analisis data yang digunakan berupa data deskriptif yang diperoleh dari pengamatan langsung dan diolah dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi agar dapat dipaparkan secara baik dan diinterpretasikan secara mudah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail