Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Aktivitas Antioksidan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN WANYI (Mangifera caesia J.) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE PENGERINGAN SIMPLISIA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengeringan merupakan tahapan pasca panen yang berperan penting terhadap mutu simplisia karena dapat memengaruhi kandungan senyawa aktif, khususnya senyawa antioksidan. Daun wanyi (Mangifera caesia J.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun wanyi berdasarkan dua metode pengeringan, yaitu secara alami (diangin-anginkan) dan buatan (oven pada suhu 50°C), menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm. Sebagai pembanding digunakan vitamin C dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menentukan nilai IC₅₀ menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta uji aktivitas antioksidan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun wanyi memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Nilai IC₅₀ ekstrak dengan pengeringan alami sebesar 20,83 ± 0,38 ppm, sedangkan dengan pengeringan oven sebesar 14,90 ± 1,72 ppm. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstrak yang dikeringkan menggunakan oven. Hal ini menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh terhadap efektivitas aktivitas antioksidan ekstrak daun wanyi.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL METABOLIT FRAKSI AIR UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tumbuhan asli Kalimantan yang memiliki beragam manfaat sebagai obat tradisional. Umbi bawang dayak mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, glikosida, steroid, tanin dan senyawa golongan polifenol, yang memiliki potensi sebagai antioksidan serta berperan dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam fraksi air umbi bawang (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) dan mengetahui profil metabolit umbi bawang dayak menggunakan LC-HRMS. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian ekperimental. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, pembuatan fraksi air umbi bawang dayak, uji aktivitas antioksidan, dan pengujian profil metabolit menggunakan LC-HRMS. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah umbi bawang dayak, sedangkan uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak air-asetonitril yang mengandung asam format menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis statistik uji independent sampel t-test, sedangkan uji profil metabolit dianalisis dengan LC-HRMS secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air Umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan rata-rata nilai IC50 yaitu 152.8208 ppm yang tergolong sedang dan hasil analisis profil metabolit adanya keberadaan senyawa bioaktif Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE), Hydroquinone, dan Menaquinone. Penelitian ini diperkuat oleh uji analisis statistik meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal pada IC50 vitamin C dan IC50 fraksi air, yaitu 0.262 dan 0.153 karena uji Independent t-tes menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.010 (p0.05).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA PRODUK PROTOTIPE KAPSUL HARUAN OIL PLUS® MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2-Asinobis 3- ethylbenzothiazoline 6-sulfonic Acid)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat memicu stres oksidatif yang berperan dalam timbulnya berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan dibutuhkan untuk menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Produk prototipe kapsul Haruan Oil Plus merupakan formulasi kombinasi minyak ikan haruan 70% (Channa striata), minyak kedelai 20% (Glycine max L.), dan minyak zaitun 10%(Olea europaea L.), yang memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung asam lemak omega-3, polifenol, dan vitamin E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan produk prototipe kapsul Haruan Oil Plus menggunakan metode ABTS (2,2-Asinobis 3-ethylbenzothiazoline 6- sulfonic Acid). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan determinasi produk, penyiapan sampel, pembuatan larutan ABTS, penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan larutan uji, dan pembuatan larutan pembanding vitamin C. Aktivitas antioksidan diukur secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan dinyatakan dalam persentase inhibisi (Radical Scavenging Activity). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persen inhibisi sebesar 38,80 ± 2,83% dengan koefisien variasi 7,29%. Pada uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,007 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok Haruan Oil Plus dan vitamin C. Pada konsentrasi yang diuji, Haruan Oil Plus menunjukkan kemampuan menangkap radikal bebas yang lebih tinggi dibandingkan kontrol vitamin C.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TERHADAP EKSTRAK LABU KUNING(Cucurbita moschata)DENGAN METODE DPPH(1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan tanaman yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti β-karoten, flavonoid, dan fenolik, yang berperan penting sebagai antioksidan. Antioksidan berfungsi menetralkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan memicu penyakit degeneratif. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak labu kuning menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Metode DPPH dipilih karena prosedurnya sederhana, cepat, sensitif, serta mampu memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan suatu senyawa dalam meredam radikal bebas stabil. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis berdasarkan nilai IC50 serta faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tahap penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data yang kemudian diringkas sehingga diperoleh data utama, penyajian data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan ekstrak labu kuning (Cucurbita moschata Duch.). berdasarkan hasil peelitian yang diperoleh dari data artikel penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori sangat kuat. Pada ekstrak etanol labu kuning dengan konsentrasi 96% memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 12,13 ppm karena pelarut tersebut bersifat polar, dibandingkan dengan pelarut nheksan yang bersifat non polar dengan nilai IC50 sebesar 30,75 ppm memiliki nilai IC50 yang lebih rendah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata D.) Dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Labu kuning (Cucrbita moschata D.) merupakan bahan pangan kaya vitamin A, C, mineral, dan karbohidrat. Daging buah labu kuning diketahui memiliki beberapa kandungan kimia, salah satunya adalah flavonoid sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan pada buah labu kuning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel buah labu kuning, pembuatan ekstraksi, skrining fitokimia, uji kadar flavonoid total dan uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode DPPH.Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol buah labu kuning dan variabel terikat adalah kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah labu kuning. Ekstraksi pada buah labu kuning dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji flavonoid total menggunakan metode kolorimetri dengan AlCl3 10% sebagai reagen dan menggunakan standar kuersetin. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH dengan kuersetin sebagai pembanding. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, data yang diperoleh dari hasil pengujian kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dibuat dalam bentuk tabel dan kurva yang kemudian dideskripsikan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daging buah pare (Momordica chanrantia L.) Dengan Menggunakan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil).

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah pare (Momordica charantia L.) adalah salah satu tanaman yang penyebarannya cukup luas di Indonesia dan sangat mudah ditemukan, seagian besar masyarakat juga meyakini bahwa buah pare yang pahit ini banyak manfaatnya untuk mengobati segala macam penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan dari ekstrak daging buah pare. Kandungan dari ekstrak metanol daging buah pare mengandung flavonoid, saponin, dan terpenoid. Salah satu kandungan didalam daging buah pare yang berfungsi sebagai antioksidan adalah flavonoid Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Tahap penelitian meliputi pengumpulan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2-pikrilhidrazil) dan sebagai pembanding digunakan Vitamin C secara spektrofotometri UV – Vis. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan niai IC50 yaitu konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat aktivitas suatu radikal bebas 50 %. Hasil rendemen ekstrak daging buah pare diperoleh sebanyak 6,08%. Sedangkan hasil dari aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50 ekstrak metanol daging buah pare termasuk dalam kategori sangat lemah yaitu sebesar 512,0606 ppm dan Vitamin C sebagai pembanding termasuk dalam kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 17,9956 ppm.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI, BUAH, DAN KULIT BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol yang terdapat dalam biji, buah dan kulit buah alpukat (Persea americana Mill.) dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). Biji, buah dan kulit buah alpukat masing-masing mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, tanin, saponin, steroid, flavonoid, dan glikosida yang memiliki manfaat sebagai antioksidan. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data yang akan disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan pada biji, buah dan kulit buah tanaman alpukat dengan melihat nilai Inhibitory Concentration fifty (IC50). Berdasarkan studi literatur dapat disimpulkan bahwa tanaman alpukat memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai IC50 dengan satuan % dan ppm. Biji buah alpukat memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 93,045%. Kulit buah alpukat memiliki aktivitas antioksidan kategori sedang dengan nilai IC50 sebesar 137, 34 ppm dan buah alpukat termasuk dalam kategori antioksidan lemah dengan nilai IC50 sebesar 934,72 ppm atau bisa dikatakan tidak memiliki aktivitas antioksidan sama sekali.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN, BUAH, DAN KULIT BATANG TUMBUHAN KERSEN (Muntingia calabura L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIPHENYL-2-PICRYLHYDRAZYL).

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen dengan metode DPPH. Tumbuhan kersen (Muntingia calabura L.) diketahui memiliki senyawa antioksidan alami seperti senyawa flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan triterpenoid. Objek penelitian adalah aktivitas antioksidan dari daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen. Tahapan penelitian yaitu, mengumpulkan artikel ilmiah kemudian mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama tulisan, penyajian secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang perbandingan aktivitas daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen dengan melihat nilai IC50. Berdasarkan studi literatur dapat disimpulkan bahwa pada tumbuhan kersen memiliki aktivitas antioksidan etanol kulit batang tumbuhan kersen memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dari bagian daun dan buah tumbuhan kersen. Ekstrak etanol kulit batang kersen memiliki nilai IC50 19,632 ppm, termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat, sedangkan ekstrak etanol daun dan buah tumbuhan kersen memiliki nilai IC50 berturut-turut sebesar 164,12 ppm dan 250 ppm, nilai tersebut termasuk kategori antioksidan yang lemah.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KULIT BATANG SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN KULIT BATANG PULAI (Alstonia Scholaris R.Br)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan kulit batang selutui puka dengan kulit batang pulai. Tumbuhan yang berasal dari family apocynaceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa tumbuhan family apocynaceae dibudidayakan untuk kepentingan penelitian ilmiah dan beberapa spesiesnya seperti kulit batang selutui puka dan pulai diketahui mengandung senyawa antioksidan alami yaitu senyawa golongan fenolik flavonoid dan tanin serta golongan alkaloid, steroid, triterpenoid, dan saponin.Konsentrasi kulit batang selutui puka yang digunakan yaitu 5, 10, 25, 50 dan 100 bpj dan konsentrasi kulit batang pulai yang digunakan yaitu 400, 200, 100, 50, dan 25 µg/ml. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel diskriptif, selanyutnya dilakukan penerikan kesimpulan. Hasil telaah studi literatur didapatkan bahwa aktivitas antioksidan dari kulit batang selutui puka dan kulit batang pulai memiliki aktivitas antioksidan tergolong kuat. Ekstrak etanol kulit batang selutui puka memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml dalam kategori sangat kuat (≤ 50 ppm). Ekstrak etanol Kulit batang pulai termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat lemah, karena memiliki nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml (≥ 200 ppm). Kesimpulanya aktivitas antioksidan terkecil dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml pada ekstrak etanol kulit batang selutui puka sedangkan aktivitas antioksidan terbesar pada ekstrak etanol kulit batang pulai dengan nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL TUMBUHAN OBAT SUKU MYRTACEAE

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol tumbuhan obat dari suku myrtaceae. Tumbuhan yang berasal dari suku myrtaceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa genus tumbuhan suku myrtaceae sengaja dibudidayakan untuk kepentingan ekonomi dan penelitian ilmiah dan beberapa spesiesnya seperti jambu bol, salam, jamblang, dewandaru dan karamunting diketahui mengandung senyawa antioksidan alami yaitu senyawa golongan fenolik seperti flavonoid dan tanin serta golongan alkaloid, minyak atsiri dan saponin. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil telaah studi literatur, didapatkan bahwa aktivitas antioksidan dari beberapa tanaman obat suku myrtaceae memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong kuat. Nilai IC50 Ekstrak metanol daun dewandaru (22,329 ppm), jambu bol (22,598 ppm) salam (32,549 ppm) dan karamunting (59,66 ppm) memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sangat kuat sampai kuat. Daun jamblang (162,197ppm) termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan lemah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail