Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Persepsi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi dan Partisipasi Mahasiswa Sarjana Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Samarinda dalam Organisasi Kemahasiswaan

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga perlu aktif dalam organisasi untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama, dan komunikasi yang berguna untuk melatih mereka nanti menjadi tenaga kefarmasian serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain. Tujuan penelitian ini mengetahui persepsi dan partisipasi mahasiswa serta melihat hubungan antara persepsi dan partisipasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukan pencatatan dan penganalisisan data hasil penelitian secara numerik dengan menggunakan perhitungan statistik. Sampel dalam penelitian ini seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda prodi S1 Farmasi angkatan 2021 dan angkatan 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbentuk google form dengan skala Likert. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi mahasiswa terhadap organisasi kemahasiswaan, sedangkan variabel terikatnya adalah partisipasi mahasiswa. Hasil analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji t satu arah menggunakan SPSS, Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap organisasi kemahasiswaan tergolong positif, baik pada mahasiswa yang mengikuti maupun yang tidak mengikuti organisasi. Tingkat partisipasi mahasiswa aktif dalam berbagai bentuk organisasi, baik sebagai anggota maupun pengurus. Uji t satu arah menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi dan partisipasi. Artinya, semakin positif persepsi mahasiswa terhadap organisasi, maka semakin tinggi kemungkinan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun persepsi positif terhadap organisasi kemahasiswaan untuk mendorong keterlibatan mahasiswa yang lebih aktif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN, PERSEPSI, DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP KEHALALAN OBAT DI KELURAHAN HARAPAN BARU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kehalalan suatu produk saat ini cukup penting terutama untuk Indonesia, karena Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Muslim. Obat halal menjadi isu yang sangat penting dibahas meningkat mengingat masih banyak ditemukan obat yang diduga mengandung bahan haram dan belum bersertifikat halal, penting bagi masyarakat muslim untuk memastikan bahwa produk farmasi yang dikonsumsi sesuai syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kelurahan Harapan Baru. Penelitian ini merupakan penelitian (non eksperimental). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden yang dipilih dengan metode purposive sampling. Kuesioner didistribusikan secara langsung kepada masyarakat menggunakan hardcopy/kertas. Kuesioner mencakup pertanyaan tentang tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat terhadap kehalalan obat. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya edukasi berkelanjutan dan peran aktif pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kehalalan obat.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SEGIRI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepatuhan penggunaan obat antidiabetes adalah persepsi pasien terhadap penyakit yang dideritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi penyakit, tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes, serta hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Segiri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi penyakit kategori tinggi sebanyak 66 responden (78%), sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 69 responden (81%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes (r = 0,224; p = 0,039). Nilai koefisien korelasi menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi penyakit pasien, maka cenderung semakin tinggi pula kepatuhan penggunaan obat antidiabetes. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Segiri..

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SEGIRI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nama : Leony Putri Eka Mellya Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul : Hubungan Prsepsi Penyakit Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Segiri Pembimbing : apt.Juliyanti,M.Farm Hipertensi merupakan kondisi kronis yang sering berkembang tanpa gejala dan memerlukan kepatuhan terhadap pengobatan untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kepatuhan tersebut dapat dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi penyakit kategori sedang sebanyak 277 orang (69%) dan kepatuhan obat kategori tinggi sebanyak 216 orang (54%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 44,746 dengan df=4 dan p-value=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Disimpulkan bahwa persepsi penyakit berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Persepsi penyakit yang rasional dan adaptif dapat mendukung kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang. Kata Kunci: Hipertensi, persepsi penyakit, obat antihipertensi, kepatuhan obat, MMAS-8, B-IPQ.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR ANALISIS PERSEPSI BUDAYA DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN OBAT TRADISIONAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persepsi konsumen merupakan cara pandang dan penilaian individu terhadap suatu produk atau layanan yang dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, sikap, dan faktor sosial budaya masyarakat. Persepsi ini tidak hanya mencakup penilaian terhadap kualitas produk, tetapi juga terhadap manfaat, keamanan, serta keaslian dari obat herbal yang ditawarkan. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisa persepsi konsumen terhadap pembelian obat herbal berdasarkan studi literatur, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen seperti keamanan, efektivitas, pengaruh budaya, dan pengetahuan konsumen. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dengan melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisa data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingkan pengaruh persepsi dan budaya terhadap keputusan pembelian konsumen di Pasar Kahayangan Palangka Raya dan Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa gambaran pengaruh keputusan pembelian konsumen terhadap pembelian obat herbal.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail