Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: SIMRS
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Penerimaan Teknologi Dalam SIMRS Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan teknologi yang digunakan untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan dengan mengelola informasi secara terintegrasi dan efisien. Instalasi Farmasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan telah menerapkan SIMRS untuk mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan akurasi pengelolaan data obat. Namun, keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada sejauh mana sistem tersebut diterima dan digunakan oleh para penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penerimaan SIMRS di Instalasi Farmasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Model ini mencakup lima konstruk utama, yaitu Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual System Usage. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel dalam model TAM memberikan pengaruh signifikan terhadap penggunaan SIMRS. Kemudahan dan manfaat yang dirasakan merupakan faktor utama yang memengaruhi sikap dan niat pengguna dalam menggunakan sistem. Secara keseluruhan, tingkat penerimaan SIMRS di instalasi farmasi tergolong tinggi, dan sistem ini dinilai mendukung efisiensi pelayanan kefarmasian.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Kepatuhan Peresepan Obat Terhadap Formularium Nasional di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit telah bergeser dari product-oriented menjadi patient-oriented demi menjamin mutu pelayanan kesehatan, penggunaan obat yang rasional, meminimalkan risiko terapi, dan mengoptimalkan biaya pengobatan. Salah satu instrumen utama untuk mencapai tujuan ini adalah Formularium Nasional (Fornas), yang menjadi pedoman peresepan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan menilai kepatuhan peresepan obat terhadap Fornas di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (ABADI) Samboja pada tahun 2024 berdasarkan standar minimal indikator mutu pelayanan kefarmasian nasional yaitu sebesar ≥80%. Penelitian deskriptif observasional retrospektif ini mengevaluasi data e-resep (Januari–Desember 2024). Dari total populasi 111.984 resep, diperoleh sampel minimal 9.180 resep berdasarkan rumus Slovin (margin of error 1%). Pengambilan sampel dilakukan secara proportional stratified systematic random sampling agar seluruh depo pelayanan farmasi terwakili. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan kumulatif sebesar 75,07%, sehingga belum mencapai standar mutu nasional. Target berhasil dicapai oleh Depo Instalasi Bedah Sentral (IBS) (100%) dan Depo Instalasi Gawat Darurat (IGD) (82,62%), namun belum optimal di Depo Rawat Inap (72,16%) dan Depo Rawat Jalan (70,40%). Faktor klinis dan sistemis memicu peresepan obat non-Fornas seperti piracetam, Tremenza, L-Bio, dan albumin oral. Komite Farmasi dan Terapi (KFT) direkomendasikan memperketat pengawasan serta mengintegrasikan fitur pengingat otomatis pembatasan non-Fornas pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail