ANALISIS GAMBARAN INTERAKSI OBAT PADA RESEP DI APOTEK MEDIA FARMA SAMARINDA
Interaksi obat merupakan salah satu dari delapan kategori Drug Related Problems (DRPs) yang paling sering dilaporkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Polifarmasi menjadi faktor risiko utama terjadinya interaksi obat, dengan prevalensi global mencapai 37%. Apotek Media Farma Samarinda melayani sekitar 9.000 resep dari 12.000 kunjungan pasien setiap bulan, sehingga berpotensi meningkatkan kejadian interaksi obat yang signifikan secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi obat berdasarkan pasangan obat, frekuensi kejadian, dan derajat keparahan pada resep yang diterima di Apotek. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap resep periode Oktober 2025. Sampel penelitian berjumlah 620 resep yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Identifikasi interaksi obat dilakukan menggunakan Software DrugBank dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 522 resep (84,19%) berpotensi mengalami interaksi obat dengan total 522 kejadian interaksi. Berdasarkan derajat keparahan, interaksi moderat merupakan kategori yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 271 kejadian (51,92%), diikuti interaksi minor sebanyak 143 kejadian (27,39%), dan interaksi major sebanyak 108 kejadian (20,69%). Pasangan obat yang paling sering berinteraksi pada kategori minor adalah acetaminophen dan amoxicillin (11,19%), kategori moderat adalah acetaminophen dan dexamethasone (12,55%), dan kategori major adalah dexamethasone dan dextromethorphan (21,30%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang menerima resep di Apotek Media Farma Samarinda berada pada kelompok usia dewasa (19-59 tahun), berjenis kelamin perempuan, dan menerima terapi polifarmasi minor (2-4 obat). Sebagian besar resep berpotensi mengalami interaksi obat dengan derajat keparahan moderat sebagai kategori yang paling dominan.