Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: centella asiatica
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR EFEKTIVITAS GEL EKTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Luka bakar merupakan kerusakan jaringan kulit akibat paparan panas, listrik, bahan kimia, atau radiasi yang dapat menimbulkan gangguan fungsi kulit, nyeri, serta risiko infeksi. Pengembangan terapi berbasis bahan alam terus dilakukan, salah satunya dalam bentuk sediaan gel yang memiliki keunggulan efek dingin, mudah diaplikasikan, dan mampu meningkatkan penetrasi zat aktif ke dalam kulit. Daun pegagan (Centella asiatica L. Urban) mengandung senyawa aktif seperti asiaticoside, madecassoside, flavonoid, saponin, dan tanin yang berperan dalam proses penyembuhan luka melalui stimulasi proliferasi fibroblas, peningkatan sintesis kolagen, dan percepatan reepitelisasi. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah relevan dan dianalisis secara deskriptif-komparatif berdasarkan konsentrasi ekstrak, metode ekstraksi, serta hasil penyembuhan luka pada hewan uji. Hasil kajian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun pegagan efektif mempercepat penyembuhan luka bakar pada hewan uji tikus putih jantan dengan ekstrak etanol 96% pada beberapa variasi konsentrasi dibandingkan kelompok kontrol positif dan negatif sehingga peningkatan konsentrasi ekstrak cenderung meningkatkan laju penyembuhan luka secara signifikan pada kelompok perlakuan gel tersebut dalam penelitian efektivitas.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT (Propionibacterium acnes) BERDASARKAN METODE DIFUSI CAKRAM DAN DIFUSI SUMURAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Acne vulgaris yang lebih dikenal sebagai jerawat adalah kondisi peradangan kronik dari unit pilosebaceous yang ditandai dengan adanya komedo, papula, kista, pustula, dan nodul. Terdapat beberapa mekanisme utama dalam patogenesis jerawat, salah satunya disebabkan infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Daun pegagan (Centella asiatica L.) dengan kandungan senyawa triterpenoid centelloid memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Metode uji aktivitas antibakteri dapat berpengaruh terhadap hasil diameter zona hambat yang terbentuk. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Tahapan penelitian meliputi reduksi data dari beberapa jurnal penelitian hingga diperoleh data utama, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif komparatif yaitu membuat gambaran dari data artikel penelitian yang digunakan, berupa diameter zona hambat aktivitas antibakteri. Hasil analisis data dari metode sumuran diperoleh hasil rata-rata zona hambat antara 7,6 – 12,6 mm dengan kategori sedang hingga kuat. Sedangkan menggunakan metode difusi cakram, diperoleh hasil rata-rata zona hambat antara 8,66 – 19,33 mm, dengan kategori sedang hingga kuat. Perbedaan besar zona hambat yang dihasilkan dipengaruhi oleh metode pengujian yang digunakan, konsentrasi ekstrak, serta perbedaan lokasi pengambilan sampel tanaman pegagan (Centella asiatica L.).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN PEGAGAN DAN NILAI RENDEMEN DENGAN METODE MASERASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pegagan adalah nama umum Indonesia untuk Centella asiatica (L.) Urban. Jenis ini telah lama dikenali masyarakat karena kegunaannya untuk bahan obat-obatan tradisional. Belum diketahui secara jelas asal usulnya, akan tetapi daerah persebarannya meliputi daerah tropis dan sub tropis di seluruh dunia mulai dari Afrika Selatan, Afrika Tengah, Asia bahkan sampai Semenanjung Arab. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji skrining fitokimia terhadap ekstrak daun pegagan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung di dalamnya dan standardisasi ekstrak, seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, glikosida, triterpenoid, dan steroid dengan menggunakan metode maserasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, Analisis data dilakukan secara deskriptif, dengan menyajikan data kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil studi menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, triterpenoid, dan steroid, meskipun hasil identifikasi berbeda tergantung pada jenis pelarut yang digunakan. Penggunaan etanol 96% menghasilkan rendemen sebesar 16,31%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan etanol 70% yang hanya menghasilkan 5,9%. Selain itu, etanol 96% juga lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa semi-polar dan non-polar yang tidak dapat larut optimal dalam pelarut etanol 70%. Temuan ini memberikan gambaran penting tentang pengaruh jenis pelarut terhadap efektivitas ekstraksi bahan aktif dari tanaman obat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sediaan herbal berbasis daun pegagan yang efektif, aman, dan terstandar

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Staphylococcus aureus merupakan kuman penyebab timbulnya penyakit dengan tanda-tanda seperti peradangan, nekrosis dan pembentukan abses. Staphylococcus aureus memiliki strain yang resisten terhadap golongan antibiotik sehingga diperlukan usaha untuk mencari alternatif antimikroba, salah satu pilihan alternatif yang dapat digunakan adalah daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.). Daun pegagan mengandung zat antibakteri, diantaranya adalah flavonoid, saponin, tanin, fenol dan steroid. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun pegagan menggunakan pelarut etanol 70%, etanol 95% dan etil asetat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun pegagan dibuat dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, etanol 95% dan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dilakukan pengumpulan data, menelaah, dan mempelajari data-data pada jurnal penelitian. Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meraingkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan. Data tersebut disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan hasil yang diperoleh, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pegagan menggunakan pelarut yang berbeda memiliki aktivitas antibakteri, yaitu pada ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 20 - 100% menghasilkan zona hambat 6,3 - 9,4 mm dengan kategori sedang, pada ekstrak etanol 95% dengan konsentrasi 30 - 70% menghasilkan zona hambat 9,3 - 11,3 mm dengan kategori sedang - kuat, dan pada ekstrak etil asetat dengan konsentrasi 30 - 70% menghasilkan zona hambat 16 - 30 mm dengan kategori kuat - sangat kuat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail