ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kombucha teh hijau (Camellia sinensis) diketahui mengandung senyawa
bioaktif seperti polifenol, katekin, dan asam organik yang menghambat
pertumbuhan bakteri, termasuk Staphylococcus aureus yang merupakan salah satu
penyebab infeksi kulit. Pemanfaatan kombucha dalam bentuk sediaan topikal
seperti gel masih terbatas, sehingga diperlukan pengembangan formulasi yang
optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimum dengan
mengevaluasi karakteristik fisik sediaan gel yang mengandung kombucha teh hijau
dengan basis HPMC dan Karbopol 940. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode eksperimental. Formula gel dibuat dengan kombinasi HPMC dan Karbopol
940, lalu diuji secara fisik yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya
sebar, daya lekat, dan viskositas. Data hasil uji fisik dianalisis menggunakan
perangkat lunak software Design Expert versi 13 dengan menggunakan metode
Simplex Lattice Design untuk menentukan formula optimum. Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan didapatkan komposisi optimum HPMC dengan
konsentrasi 2,5% dan Karbopol 940 dengan konsentrasi 0,5% keduanya mampu
mempengaruhi karakteristik pada sediaan gel kombucha teh hijau. Hasil verifikasi
formula optimum menunjukkan nilai pH 5,73 ± 0,06, daya sebar 5,26 ± 0,15 cm ,
daya lekat 5,59 ± 0,22 detik, dan viskositas 17866,6 ± 305,51 cPs, dengan nilai
desirability 0,961. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa
kombinasi HPMC (2,5%) dan Karbopol 940 (0,5%) mampu menghasilkan sediaan
gel dengan karakteristik fisik yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan bahan alam dalam produk kosmetik semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu bahan alam yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif kosmetik adalah daun senduduk (Melastoma malabathricum L.). Masker gel peel-off merupakan sediaan perawatan kulit berbentuk gel yang setelah diaplikasikan pada kulit akan mengering dan membentuk lapisan film tipis, transparan, elastis, serta mudah dikelupas. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formula masker gel peel-off yang mengandung ekstrak daun senduduk dengan variasi kombinasi Polyvinyl Alcohol (PVA) dan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) guna memperoleh sediaan dengan karakteristik fisik yang optimal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan optimasi formula menggunakan metode Design Factorial. Hasil penelitian ini diperoleh data sifat fisik sediaan yang dianalisis menggunakan aplikasi Design Expert® versi 13. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan komposisi optimum PVA dengan konsentrasi 15% dan HPMC dengan konsentrasi 2%, keduanya mampu mempengaruhi karakteristik pada sediaan masker gel peel-off ekstrak daun senduduk. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS menunjukkan bahwa masker gel peel-off ekstrak daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) memiliki nilai IC₅₀ sebesar 11,5010 ppm, sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif memiliki nilai IC₅₀ sebesar 0,5017 ppm. Berdasarkan klasifikasi aktivitas antioksidan, kedua sampel termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat karena memiliki nilai IC₅₀ kurang dari 50 ppm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sediaan tetap mampu mempertahankan aktivitas antioksidan yang sangat kuat setelah proses formulasi, sehingga berpotensi digunakan sebagai produk perawatan kulit untuk membantu menangkal radikal bebas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Luka bakar merupakan kerusakan jaringan kulit akibat paparan panas, listrik, bahan kimia, atau radiasi yang dapat menimbulkan gangguan fungsi kulit, nyeri, serta risiko infeksi. Pengembangan terapi berbasis bahan alam terus dilakukan, salah satunya dalam bentuk sediaan gel yang memiliki keunggulan efek dingin, mudah diaplikasikan, dan mampu meningkatkan penetrasi zat aktif ke dalam kulit. Daun pegagan (Centella asiatica L. Urban) mengandung senyawa aktif seperti asiaticoside, madecassoside, flavonoid, saponin, dan tanin yang berperan dalam proses penyembuhan luka melalui stimulasi proliferasi fibroblas, peningkatan sintesis kolagen, dan percepatan reepitelisasi. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah relevan dan dianalisis secara deskriptif-komparatif berdasarkan konsentrasi ekstrak, metode ekstraksi, serta hasil penyembuhan luka pada hewan uji. Hasil kajian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun pegagan efektif mempercepat penyembuhan luka bakar pada hewan uji tikus putih jantan dengan ekstrak etanol 96% pada beberapa variasi konsentrasi dibandingkan kelompok kontrol positif dan negatif sehingga peningkatan konsentrasi ekstrak cenderung meningkatkan laju penyembuhan luka secara signifikan pada kelompok perlakuan gel tersebut dalam penelitian efektivitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas adalah sarana pelayanan kesehatan yang memiliki fungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan tingkat pertama di wilayah tertentu. Puskesmas perlu memperhatikan pengelolaan farmasi dengan seksama karena hal ini dapat mempengaruhi keberhasilan terapi pasien. Penyimpanan obat merupakan salah satu tahapan krusial yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan mutu obat selama masa simpan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil penyimpanan obat di Puskesmas dengan mengkaji kesesuaian praktik di lapangan terhadap ketentuan dalam Permenkes No. 72 Tahun 2016 dan pedoman teknis lainnya yang relevan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif observasi dengan menyajikan data primer dan sekunder untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap fasilitas penyimpanan obat, wawancara terstruktur dengan petugas farmasi atau penanggung jawab obat. Sampel pada penelitian ini yaitu seluruh item obat yang ada di Instalasi Farmasi dan teknik sampling yang di gunakan yaitu total dari sampel tersebut. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan pedoman Permenkes dan standar penyimpanan obat, serta analisis deskriptif dengan menyusun frekuensi dan distribusi data yang diperoleh dari observasi dan kuesioner. Data kemudian disajikan dalam bentuk naratif dan tabulasi untuk memudahkan interpretasi terhadap sejauh mana tingkat kesesuaian praktik penyimpanan obat di Puskesmas dengan standar yang berlaku. Dari hasil penelitian didapatkan pengelolaan penyimpanan obat di apotek dan gudang farmasi di Puskesmas Bontang Lestar dengan aspek umum 70% dengan predikat baik dan aspek khusus 83,33 % dengan predikat sangat baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penguatan sistem pengelolaan obat di Puskesmas serta menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam penyusunan program peningkatan kapasitas sumber daya farmasi di tingkat layanan primer.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman yang mempunyai banyak khasiat diantaranya sebagai antioksidan. Senyawa yang bermanfaat sebagai antioksidan pada kemangi yaitu flavonoid, eugenol, dan polifenol yang mempunyai kemampuan menetralkan radikal bebas. Mengingat besarnya potensi kemangi sebagai antioksidan maka perlu pengembangan dalam sediaan yang lebih praktis, stabil dan memberikan dosis yang tepat salah satunya adalah sediaan farmasi dalam bentuk tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh sifat fisik dan aktivitas antioksidan tablet ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap variasi jenis dan konsentrasi bahan pengikat PVP dan Gelatin. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan tiga formula dengan variasi jenis dan konsentrasi PVP dan Gelatin sebagai bahan pengikat dengan perbandingan yaitu formula 1 (5:0), formula 2 (2,5:2,5), dan formula 3 (0:5). Dilakukan pengujian sifat fisik tablet dan aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS dengan spektrofotometri UV-Vis. Parameter pengujian sifat fisik tablet meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan tablet, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Sedangkan parameter pengukuran aktivitas antioksidan yaitu IC50.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kulit merupakan bagian tubuh manusia yang berguna untuk melindungi dari paparan sinar matahari. Sinar matahari berlebih dapat menyebabkan kulit terbakar, perubahan warna kulit menjadi lebih hitam, bahkan dapat menyebabkan kanker kulit. Menghindari masalah yang terjadi akibat paparan sinar matahari berlebih, diperlukan perlindungan berupa tabir surya yang tepat. Sediaan tabir surya memiliki fungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit. Ekstrak daun afrika diketahui mengandung senyawa fenolik. Senyawa tersebut memiliki ikatan terkonjugasi yang dapat beresonansi ketika terkena sinar ultraviolet (UV) sehingga bersifat photoprotective. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ekstrak metanol daun afrika menjadi gel tabir surya. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis berdasarkan serapan pada panjang gelombang yaitu 290 nm – 320 nm. Masing masing konsentrasi 0,02%, 0,04%, dan 0,06% dilakukan evaluasi meliputi pengujian aktivitas tabir surya dan karakteristik fisik gel. Analisis data dilakukan secara statistik. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data Ekstrak metanol daun afrika dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel, tetapi formula gel yang digunakan tidak menghasilkan sediaan gel yang memenuhi persyaratan fisik, Sediaan gel ekstrak metanol daun afrika dengan konsentrasi 0,02% memiliki nilai SPF 6,3702 tergolong dalam ketegori proteksi minimal, konsentrasi 0,04% memiliki nilai SPF 10,8347 tergolong dalam kategori proteksi maksimal dan konsentrasi 0,06% memiliki nilai SPF 11,7705 tergolong dalam kategori maksimal. Sehingga dapat disimpulkan pada F3 dengan konsentrasi 0,06% menghasilkan nilai SPF tertinggi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekstrak daun afrika (Gymnanthemum amygdalina Del.) dipilih sebagai bahan aktif masker gel peel-off karena memiliki kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. PVA atau polivinil alkohol merupakan bahan yang sering digunakan sebagai basis masker gel peel-off. Hal ini karena PVA memiliki pengaruh yang baik terhadap karakteristik masker gel peel-off. HPMC atau hidroksilpropil metilselulosa pada masker gel peel-off mampu meningkatkan jumlah serat polimer dimana akan semakin banyak cairan yang tertahan dan pembentuk gel akan mengikat air tersebut. Kedua dari basis tersebut memiliki karakteristik dan sifat fisik yang dapat berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan yang meliputi organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, daya lekat, dan lama pengeringan. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi optimum formula masker gel peel-off ekstrak daun afrika dengan kombinasi PVA dan HPMC. Penelitian ini merupakan rancangan eksperimental dan optimasi menggunakan metode desain faktorial. Hasil data sifat fisik sediaan dibuat masing-masing contour plot berdasarkan kriteria sifat fisik yang baik, lalu contour plot digabungkan menjadi contour plot superimposed yang akan menunjukkan area optimum. Analisis menggunakan aplikasi Design Expert 11. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan komposisi optimum PVA dengan konsentrasi 12,349 % dan HPMC dengan konsentrasi 4,47109 %. Bahan-bahan dengan konsentrasi tersebut mampu mempengaruhi karakteristik pada masker gel peel-off ekstrak daun afrika dimana semakin tinggi konsentrasi basis maka semakin tinggi viskositas sediaan yang akan menyebabkan daya sebar rendah, daya lekat lebih lama, dan waktu mongering lebih lama.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Analysis and evaluation of Indonesian regulations on management of natural resources in coastal areas in Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Perkembangan dunia dewasa ini sungguh mengkhawatirkan. Seluruh dunia, termasuk Indonesia, terancam oleh double pandemik, yakni Pandemi Corona dan Pandemi Ekonomi. Sebenarnya kedua pandemi tersebut adalah turunan atau konsekuensi dari satu malapetaka dunia, yakni bahwa banyak pemimpin dunia kurang menyadari parahnya ancaman climate change yang sekarang sudah menjelma menjadi climate crisis. Sesungguhnya turunan climate crisis tadi bukan hanya kedua pandemi itu, tetapi cepat begeser menjadi malapetaka biodiversitas, kelangkaan air minum, dan krisis kelaparan global. Pada gilirannya timbullah krisis politik dalam bentuk penafikan kewibawaan pemerintahan yang dianggap tidak sanggup mengatasi krisis-krisis tersebut. Gambaran suram ini memerlukan penelaahan dan jalan keluar yang menyeluruh, yang tepat guna, namun sekaligus menjangkau keberlanjutan dan merasuk ke masa depan. Mendapat berkah kita membaca Karya Agung (Magnus Opus) Prof. Jatna berupa buku yang sangat tebal, yang mengaitkan masalah dan krisis tersebut dalam satu rangkaian pengertian. Patut kita ucapkan salut kepadanya karena memberikan gambaran yang jernih dan gamblang mengenai saling hubungan antardaerah, disiplin, dan unsur, baik dari segi asal-muasalnya maupun kemungkinan penyelesaian masalahnya. Paparan ditampilkan secara komprehensif tanpa melepaskan detil maupun konteksnya dalam keberlanjutan maupun gambaran global. Saya yakin masyarakat banyak dan terutama mereka yang dalam posisi menentukan, dapat mengambil manfaat dan diberi referensi dari hal penting yang dipaparkan di buku ini, karya besar Prof Jatna Supriatna, yang sama-sama kita banggakan. (Prof. Rachmat Witoelar, Mantan Menteri Lingkungan Hidup periode 2004-2009, Profesor di Griffith University, Australia dan advisor, Institute for Sustainable Earth and Resources, UI) Karya besar Prof. Jatna Supriatna ini sangat membanggakan bagi kita, sivitas akademi Universitas Indonesia. Beliau telah mengupas masalah lingkungan dari berbagai sektor dan ekosistem di Indonesia, termasuk di dalamnya usulan-usulan penyelesaiannya serta kesinambungan di era Pembangunan Berkelanjutan. Dalam salah satu bab buku ini, beliau menuturkan bahwa masalah lingkungan adalah masalah kita semua, demikian juga keberlanjutannya. Oleh karena itu, semua masalah lingkungan harus diketahui, dimengerti, dan dicari penyelesaiannya. Keberlanjutan pengelolaan lingkungan merupakan suatu keharusan seperti yang diharapkan oleh kita semua, dan sudah dicanangkan oleh pemerintah sesuai dengan komitmen Indonesia pada dunia dengan dibuatnya Peraturan Presiden yang mengadopsi program PBB, yaitu untuk melaksanan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (atau SDGs). Buku ini akan menginsipirasi banyak mahasiswa maupun pegiat dan pemerhati lingkungan agar berinovasi dalam membangun Indonesia berwawasan lingkungan, khususnya dalam era SDGs ini. Selamat kepada Prof. Jatna Supriatna yang telah membuat banyak buku dan juga makalah ilmiah yang berkaitan dengan masalah lingkungan dan konservasi di Indonesia. (Prof. Dr. re.nat Abdul Haris, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Universitas Indonesia)
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Dana desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara diperuntukkan bagi desa dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Kehadiran dana desa di Indonesia menjadi semangat baru yang diharapkan dapat dikelola dengan baik untuk mewujudkan desa mandiri dan masyarakat yang sejahtera. Buku ini hadir menguraikan teori, regulasi, dan implementasi mengenai sumber-sumber pendapatan desa dan arti penting dana desa; pedoman pelaksanaan prioritas penggunaan dana desa, mekanisme penetapan prioritas penggunaan dana desa; contoh-contoh prioritas penggunaan dana desa; pengelolaan dana desa di Indonesia, publikasi dan pelaporan dana desa di Indonesia, serta evaluasi pengelolaan dana desa. Buku ini selain tepat menjadi referensi para mahasiswa dan dosen, juga panduan terpercaya bagi para penyelenggara pemerintahan desa yang ingin memahami pengelolaan dana desa di Indonesia secara praktis namun mendalam. Selamat membaca dan semangat mengarungi seluk-beluk pengelolaan dana desa di Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Banyak produk khas daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, namun belum terinventarisir dan dikelola dengan baik, termasuk pengetahuan tradisional yang mendukung karakteristik, kualitas dan reputasi suatu produk. Adanya konsep Indikasi Geografis (IG) dapat dijadikan salah satu cara untuk memajukan industri regional atau nasional, berdasarkan ciri khas suatu produk yang dihasilkan oleh suatu daerah. Secara garis besar buku ini membahas tentang keberadaan pengetahuan tradisional masyarakat dan potensi Indikasi Geografis di Kabupaten Aceh Utara, Bireuen dan Pidie. Buku ini mencoba untuk menginventarisir produk-produk yang terdapat di Provinsi Aceh yang sejatinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh. Buku ini didasarkan pada penelitian dan kajian yang mendalam oleh para penulisnya, sehingga buku ini cocok untuk dibaca bagi para penstudi bidang ekonomi, dan secara khusus bagi masyarakat Aceh.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Buku ini merangkum hasil penelitian di TN di berbagai tipe ekosistem berbeda yaitu 1). TN Sebangau (gambut); 2). TN Teluk Cenderawasih (perairan laut); 3). TN Bromo Tengger Semeru (pegunungan bawah); 4). TN Bogani Nani Wartabone (hutan hujan tropis); 5). TN Alas Purwo (hutan hujan dataran rendah); 6). TN Gunung Halimun Salak (terestrial pegunungan); 7). TN Gunung Merbabu (terestrial pegunungan); 8). TN Bantimurung Bulusaraung (karst); 9). TN Gunung Rinjani (terestrial pegunungan); 10). TN Gunung Gede Pangrango (terestrial pegunungan); 11). TN Bukit Barisan Selatan (hutan hujan tropis); 12). TN Way Kambas (hutan hujan tropis); 13. TN Baluran (savana) dan TN Bunaken (perairan laut). Buku ini juga membahas tentang potensi keanekaragaman hayati di beberapa tipe vegetasi TN, strategi TN untuk mempertahankan ekosistem aslinya sehingga diharapkan ke depannya dapat menjadi rujukan untuk TN lain yang memiliki tipe vegetasi yang sama.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pangan merupakan kebutuhan esensial dan komoditas paling strategis dalam kehidupan manusia, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan hak azasi manusia. Ketahanan pangan berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah, maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Untuk mencapai hal tersebut perlu diselenggarakan suatu sistem pangan yang memberikan perlindungan, baik pihak yang memproduksi maupun yang mengkonsumsi. Sistem pangan tersebut antara lain mencakup sub sistem ketersedian, distribusi, dan konsumsi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Wilayah pesisir merupakan peralihan darat dan laut. Ruang lingkup wilayah pesisir meliputi ruang lautan yang masih terjadi pengaruh aktifitas daratan, dan ruang daratan dipengaruhi oleh aktifitas di lautan. Sumber daya laut dan pesisir perlu dikelola dengan bijak, sehingga menjadi tumpuan sektor pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan peningkatan pembangunan wilayah pesisir, menyebabkan tekanan ekologis terhadap keberadaan dan kelansungan ekosistem dan sumberdaya pesisir. Oleh sebab itu, penulis tertarik mengumpulkan informasi dalam bentuk buku. Informasi yang dikumpulkan besumber hasil kajian pustaka, diskusi dan wawancara dan bahkan dari berbagai hasil-hasil penelitian terdahulu. Buku ini terdiri dari 10 (sepuluh) bab, yaitu: Bab 1. Mangrove Sebagai Green Belt Wilayah Pesisir Bab 2. Potensi Material Alternatif untuk Infrastruktur Berkelanjutan Bab 3. Mitigasi Bencana Wilayah Pesisir Bab 4. Potensi Budidaya Perikanan di Wilayah Pesisir Bab 5. Pembangunan Tranportasi Berbasis Maritim Bab 6. Pembangunan Wilayah Pesisir dan Laut dalam kerangka Infrastruktur Peringatan Dini Gempa Bumi dan Tsunami Bab 7. Inovasi Usaha Masyarakat Pesisir dalam Mendukung Ketahan Pangan Bab 8. Dampak Pencemaran dan Kerusakan Ekosistem di Kawasan Pesisir dan Laut Bab 9. Satwa Liar dan Medik Konservasi untuk Wilayah Pesisir Bab 10. Pemanfaatan Teknologi Membran dalam Mendukung Ketahanan Pangan, Air dan Energi
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Lahan kering merupakan agroekosistem yang mempunyai arti penting dalam pembangunan pertanian. Dengan proporsi luasan mencapai 87,51% dari total luas lahan pertanian di Nusa Tenggara Timur, sektor pertanian secara umum telah mampu berkontribusi dalam menghasilkan produk pangan utama. Peluang peningkatan produksi pertanian di lahan kering masih terbuka, karena rata-rata produktivitas aktual yang dicapai masih jauh di bawah potensinya. Oleh karenanya optimalisasi sumber daya lahan kering perlu dilakukan dengan menanggulangi faktor pembatas utama, yaitu iklim (terutama curah hujan), serta aspek lainnya seperti kualitas tanah dan pola usahatani perlu menjadi perhatian serius. Buku yang diberi judul “SKENARIO PENGELOLAAN SUMBER DAYA LAHAN KERING: Menuju Pertanian Berkelanjutan” adalah suatu jawaban atas permasalahan dalam pengelolaan sumber daya lahan kering, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur yang didominasi oleh iklim kering. Buku ini mencoba memberikan pengertian dan pemahaman tentang perspektif pengelolaan pertanian lahan kering.