ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek merupakan salah satu bentuk fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat, dengan jumlah apotek yang semakin meningkat pesat berdampak positif bagi masyarakat yaitu dapat membandingkan harga pada apotek satu dengan apotek yang lain, sehingga masing-masing apotek dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dengan harga yang bersaing. Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran terkontrol yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan Kepuasan yang diinginkan pasar sasaran. Model bauran pemasaran menekankan pada berbagai faktor yang kemudian dikenal dengan istilah 7P yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma. Penelitian ini adalah penelitian non experimental dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah konsumen yang membeli obat di Apotek Fajar Farma. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel bebas pada penelitian ini berupa strategi bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma dan variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil Kepuasan konsumen terhadap strategi bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma. Analisis data pada penelitian adalah metode deskriptif yang merupakan metode yang bermaksud tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi dan statistik inferensial dipakai dalam menganalisis sebuah data sampel sehingga hasilnya diberlakukan untuk populasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemasaran di Apotek merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bisnis yang dirancang untuk menentukan rancangan produk, harga, promosi, distribusi produk, sumber daya, dan konsep penjualan, terutama di Apotek. Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya dengan cara merancang strategi. Bauran pemasaran (marketing mix) adalah strategi pemasaran terpadu atau strategi pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan elemen strategis dari bauran pemasaran itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran di apotek tersebut. Jenis penelitian menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angka yang diolah menjadi informasi deskriptif. Objek penelitian menggunakan respon konsumen dan menggunakan variabel kepuasan konsumen dan bauran pemasaran 7P. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling. Teknik analisis data pada angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji instrument berupa validitas dan realibilitas menggunakan statistik, uji kepuasan menggunakan Microsoft excel, uji asumsi klasik berupa uji normalitas, multikorelasi, heteroskedastisitas menggunakan statistik dan uji hipotesis berupa koefisien determinasi, koefisien regresi simultan dan parsial menggunakan Statistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh beberapa apotek yang diteliti di Indonesia. Penelitian yang dilakukan adalah Studi Literatur, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Data yang dipakai adalah data Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP) dari masing-masing apotek ditinjau dari dimensi kepuasan pelanggan yang meliputi bukti fisik (tangible), daya tanggap (responsiveness), keandalan (reliability), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa tiap apotek mempunyai keunggulan pada dimensi, tapi juga punya kelemahan pada dimensi yang lain. Apotek “X” Jambi unggul pada dimensi daya tanggap, namun lemah dalam dimensi jaminan. Apotek Buring Farma Malang unggul dalam dimensi jaminan, namun lemah pada dimensi daya tanggap. Apotek Wae Laku Ruteng unggul dalah dimensi empati, namun lemah pada dimensi bukti fisik. Apotek PMI Farma unggul pada dimensi keandalan, namun lemah pada dimensi daya tanggap.