ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Luka bakar merupakan luka yang cukup sering terjadi dan dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada lapisan kulit, bahkan hingga jaringan yang lebih dalam. Berbagai alternatif terapi alami mulai banyak dikembangkan, salah satunya dengan memanfaatkan senyawa bioaktif dari tumbuhan yang memiliki potensi sebagai agen penyembuh luka. Daun kokang sendiri dipercayai oleh masyarakat suku Dayak Benuaq memiliki khasiat menyembuhkan luka dan menghilangkan bekas luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) dalam penyembuhan luka bakar pada punggung mencit jantan (Mus musculus). Penelitian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kokang dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Tahapan penelitian ini meliputi pengambilan sampel, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi sampel, skrining fitokimia, pembuatan konsentrasi dosis ektrak, penyiapan hewan uji, pembuatan luka bakar, perawatan luka bakar dan pengamatan penyembuhan luka bakar. Pengolahan data dilakukan dengan One Way ANOVA (Analysis Of Variant) dan dilanjutkan dengan pengujian data LSD (Least Significant Diference).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui potensi lidah buaya terhadap penyembuhan luka Insisi pada kulit kelinci. Luka insisi merupakan suatu kondisi dimana terjadi kerusakan abnormal pada kulit yang disebabkan terputusnya kontinuitas jaringan karena cedera atau pembedahan. Salah satu tanaman herbal yang berpotensi terhadap penyembuhan luka yaitu tanaman lidah buaya (Aloe vera L.). Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dengan cara mengumpulkan, mempelajari, kemudian menelaah sumber literatur yang akan disajikan dalam bentuk tabel pengamatan penyembuhan luka insisi pada kulit kelinci. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu membuat gambaran berdasarkan data-data pengamatan terhadap penyembuhan luka insisi pada kulit kelinci yang dikumpulkan dari artikel ilmiah. Hasil studi memperlihatkan pengamatan pengukuran panjang sayatan selama 14 hari pada luka insisi kulit kelinci yang diberi ekstrak etanol 70% pada hari pertama untuk kelinci A, B dan C adalah 4 cm, di hari ke- 14 pada pada kelinci B belum menutup dengan sempurna pada kulit punggung kiri sebesar 1cm dan kanan sebesar 0,4 cm, untuk sediaan krim lidah buaya dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% pada hari sebelum pengamatan telah digoreskan luka sayat terlebih dahulu dengan panjang sayatan yang sama yaitu 2 cm, kemudian pada hari ke-14 ketiga konsentrasi tersebut menunjukkan hasil penutupan luka sebesar 0 cm. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pemberian ekstrak dan sediaan krim lidah buaya memiliki potensi terhadap penyembuhan luka insisi pada kulit kelinci (Oryctolagus cuniculus).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas salep ekstrak binahong kombinasi anti inflamasi terhadap pengurang parut luka. Luka merupakan cidera yang dialami karena faktor luar baik pendarahan maupu tidak dimana kondisi terputusnya jaringan baik saraf, otot, kulit, dan pembuluh darah. Obat-obat anti inflamasi Non steroid (NSAID) mencegah tranduksi dengan menghambat berbagai mediator inflamasi. Diklofenak dan aspirin termasuk obat NSAID yang memiliki kemampuan untuk mengurangi generasi prostanoid dengan menghambat aktivitas isozim siklooksigenase. Salah satu tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat adalah binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) digunakan sebagai obat tradisional yang memiliki khasiat obat seperti anti inflamasi dan analgetik. Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah dengan cara pembuatan salep. Salep merupakan sediaan setengah padat yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selapit lendir. Metode penelitian ini merupkan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta literatur yang terkait. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa hasil pembuatan sifat fisik dan aktivitas salep ekstrak binahong kombinasi anti inflamasi sebagai pengurang parut luka pada penyembuhan luka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hasil perbandingan sediaan kombinasi gel ekstrak binahong dengan obat anti inflamasi (piroksikam, ibuprofen) sebagai pengurang parut luka pada proses penyembuhan luka. Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) memiliki aktivitas potensial sebagai agen penyembuhan luka. Binahong adalah tanaman obat yang dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi dan terbukti secara empiris mampu mempercepat proses penyembuhan luka. Obat penyembuh luka yang telah dikenal adalah ibuprofen dan piroksikam yang memiliki khasiat sebagai anti inflamasi yang membantu meredakan nyeri dan peradangan. Data penelitian berupa data sekunder dengan tahapan penelitian meliputi mengumpulkan literatur, mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dalam tabel deskriptif, penarikan simpulan dan melakukan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Objek penelitian ini adalah perbandingan aktivitas gel ekstrak binahong kombinasi ibuprofen dan gel ekstrak binahong kombinasi piroksikam sebagai penyembuh luka. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data hasil penelitian atau jurnal yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil telaah studi literatur, dapat disimpulkan hasil perbandingan gel ekstrak binahong kombinasi piroksikam memiliki aktivitas pengurangan pembentukan luas kolagen yang lebih baik dengan hasil 5,3794〖 mm〗^2 dan memberikan efek pengurangan parut luka pada proses penyembuhan luka.