Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: madu hutan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRA ETANOL MADU HUTAN KECAMATAN KAYAN HILIR DAN KECAMATAN KAYANA SELATAN KALIMANTAN UTARA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Madu merupakan cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah dan memiliki senyawa fenolik. Madu hutan dihasilkan oleh lebah liar Apis dorsata yang bersifat agresif. Madu merupakan produk turunan lebah yang mengandung berbagai senyawa fenolik dan memiliki aktivitas antivirus. Fenolik merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih gugus hidroksil (OH‾) yang menempel pada cincin aromatik.i Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan Kalimantan Utara dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini meliputi determinasi hewan, ekstraksi, uji organoleptis, uji kadar air, skrining fitokimia, dan uji kadar fenolik total dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-ciocalteau dan pembanding asam galat. Hasil penelitian skrining fitokimia yang terdapat pada ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan terdapat metabolit sekunder yaitu, flavonoid, polifenol, dan triterpenoid. Hasil ekstraksi rendeman madu hutan Kayan Hilir sebesar 77,18% sedangkan madu hutan Kayan Selatan sebesar 79,96%. Kadar fenolik total ekstrak etanol madu hutan kecamatan Kayan Hilir sebesar 1,7303 ± 0,0169 mg GAE/g, sedangkan kadar fenolik total ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Selatan sebesar 1,5096 ± 0,0504 mg GAE/g. Analisis data pada ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan homogen dan normal dilanjutkan uji independen T-test Two-Sampel Assuming Equal Variances didapatkan hasil p-value yaitu 0,002 (p 0,05) (adanya perbedaan yang signifikan).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADU HUTAN DAN MADU BUDIDAYA KALIMANTAN UTARA KABUPATEN MALINAU DENGAN METODE ABTS (2,2-Asinobis 3-ethyl benzothiazoline 6-sulfonic Acid)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Madu merupakan cairan alami yang memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah dan memiliki potensi sebagai antioksidan.Madu hutan dihasilkan oleh lebah liar Apis dorsata sedangkan madu budidaya dihasilkan oleh lebah Apis cerana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada madu hutan dan madu budidaya Kalimantan Utara kabupaten Malinau dengan metode ABTS (2,2-Asinobis 3-ethyl benzothiazoline 6-sulfonic Acid). Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah madu hutan dan madu budidaya. Penelitian ini meliputi determinasi hewan, ekstraksi, uji kadar air, skrinning fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS (2,2-Asinobis 3- ethyl benzothiazoline 6-sulfonic Acid) secara spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding vitamin C. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif diperoleh dari skrining fitokimia madu hutan dan madu budidaya dan data kuantitatif disajikan dalam bentuk narasi dan tabel, analisis data menggunakan independent t-test pada Microsoft Excel. Hasil penelitian skrinning fitokimia yang terdapat pada ekstrak madu hutan dan madu budidaya ialah flavonoid dan tanin. Aktivitas antioksidan pada vitamin C sebesar 0,5968 ppm termasuk kategori sangat kuat. Ekstrak madu hutan didapatkan nilai IC50 sebesar 55,7451 ppm dan pada ekstrak madu budidaya IC50 sebesar 75,5317 ppm dan dapat disimpulkan antioksidan ekstrak madu hutan dan madu budidaya termasuk kategori kuat. Analisis data pada ekstrak madu hutan dan madu budidaya homogen dan normal dan dilanjutkan uji Independent t-test: Two-Sample Assuming Equal Variances didapatkan hasil p-value yaitu 0,1805 (p > 0,05) (tidak ada perbedaan yang signifikan).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail