Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: fenolik total
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRA ETANOL MADU HUTAN KECAMATAN KAYAN HILIR DAN KECAMATAN KAYANA SELATAN KALIMANTAN UTARA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Madu merupakan cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah dan memiliki senyawa fenolik. Madu hutan dihasilkan oleh lebah liar Apis dorsata yang bersifat agresif. Madu merupakan produk turunan lebah yang mengandung berbagai senyawa fenolik dan memiliki aktivitas antivirus. Fenolik merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih gugus hidroksil (OH‾) yang menempel pada cincin aromatik.i Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan Kalimantan Utara dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini meliputi determinasi hewan, ekstraksi, uji organoleptis, uji kadar air, skrining fitokimia, dan uji kadar fenolik total dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-ciocalteau dan pembanding asam galat. Hasil penelitian skrining fitokimia yang terdapat pada ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan terdapat metabolit sekunder yaitu, flavonoid, polifenol, dan triterpenoid. Hasil ekstraksi rendeman madu hutan Kayan Hilir sebesar 77,18% sedangkan madu hutan Kayan Selatan sebesar 79,96%. Kadar fenolik total ekstrak etanol madu hutan kecamatan Kayan Hilir sebesar 1,7303 ± 0,0169 mg GAE/g, sedangkan kadar fenolik total ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Selatan sebesar 1,5096 ± 0,0504 mg GAE/g. Analisis data pada ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan homogen dan normal dilanjutkan uji independen T-test Two-Sampel Assuming Equal Variances didapatkan hasil p-value yaitu 0,002 (p 0,05) (adanya perbedaan yang signifikan).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Madu Kelulut (Heterotrigona Itama) dan Fraksinya dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama : Mei Lika Syaroh NIM : 21482011255 Judul Skripsi : Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Madu Kelulut (Heterotrigona itama) dan Fraksinya dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Pembimbing : 1. Henny Nurhasnawati, S.Si., M.Si. 2. apt. Siti Jubaidah, S.Far., M.Pd. Madu kelulut merupakan madu yang berasal dari lebah tanpa sengat (Heterotrigona itama) yang memiliki manfaat aktivitas bioligis sebagai antibakteri, antiinflamasi dan penyembuh luka, serta memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya yaitu fenolik. Senyawa fenolik merupakan senyawa kimia yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi dan gugus kromofor. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol pada madu kelulut dan fraksinya dari Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Data kualitatif diperoleh melalui skrinning fitokimia madu kelulut, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari penetapan kadar senyawa fenolik pada madu kelulut. Tahapan penelitian meliputi determinasi hewan, pengumpulan bahan baku, pengolahan simplisia madu kelulut, ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, fraksinasi bertingkat, skrining fitokimia, dan uji kadar fenolik total ekstrak etanol dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan pembanding asam galat. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik ekstrak etanol 95% adalah 1,2958±0,1362 mgGAE/g, fraksi n-heksana 1,2535±0,0254 mgGAE/g, fraksi etil asetat 2,9765±0,0733 mgGAE/g, dan fraksi etanol-air 1,1712±0,0175 mgGAE/g. Uji normalitas menunjukkan kadar fenolik total dari keempat kelompok uji adalah normal dan uji homogenitas nilai kadar fenolik total menghasilkan nilai p-value 0,05 (tidak homogen). Berdasarkan Uji Kruskal-Wallis, nilai signifikansi (Sig.) 0,055 ( 0,05) menunjukkan bahwa rata-rata kadar fenolik dari keempat kelompok perlakuan (ekstrak etanol 95%, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol-air) tidak ada perbedaan yang signifikan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAN METANOL DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia dan dimanfaatkan secara tradisional sebagai bahan pengobatan. Daun tanaman ini mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan senyawa fenolik dapat dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan selama proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak daun jarak pagar menggunakan variasi pelarut etanol 70%, etanol 95%, dan metanol. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan teknik purposive sampling. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi, skrining fitokimia, serta penetapan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan asam galat sebagai standar. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, One Way ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji post hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenolik total ekstrak etanol 70%, etanol 95%, dan metanol berturut-turut sebesar 22,8289 ± 1,53 mg GAE/g, 36,0400 ± 0,66 mg GAE/g, dan 20,6133 ± 2,62 mg GAE/g. Uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar ketiga kelompok pelarut (p<0,05). Hasil uji lanjut Bonferroni menunjukkan bahwa ekstrak etanol 95% berbeda signifikan dengan ekstrak etanol 70% dan metanol, sedangkan antara ekstrak etanol 70% dan metanol tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 95% menghasilkan kadar fenolik total tertinggi, sehingga lebih efektif dibandingkan etanol 70% dan metanol dalam mengekstraksi senyawa fenolik daun jarak pagar.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK, FLAVONOID TOTAL, DAN NILAI SPF EKSTRAK METANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) memberikan sejumlah manfaat bagi kehidupan, namun di balik manfaat tersebut, sinar UV dapat menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia seperti dapat memicu pembentukan radikal bebas pada jaringan kulit yang berujung pada terjadinya stres oksidatif, penuaan dini, hingga risiko kanker kulit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif akibat paparan sinar matahari adalah dengan penggunaan tabir surya yang mengandung senyawa bioaktif alami. Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) yang dapat ditemukan di wilayah Kalimantan, diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta berpotensi sebagai tabir surya alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar fenolik, kadar flavonoid total, serta nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak metanol kulit buah tampoi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan dilakukan secara in vitro. Objek penelitian ini adalah ekstrak metanol kulit buah tampoi. Pengujian kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu, kadar flavonoid total menggunakan metode AlCl3, dan pengujian SPF dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol kulit buah tampoi yaitu flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenolik total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 40,55 ± 0,44 mg GAE/g, kadar flavonoid total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 15,68 ± 0,42 mg QE/g, dan nilai SPF tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1500 ppm sebesar 22,2824 termasuk dalam kategori SPF sedang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL(Syzygium malaccense) BERDASARKAN VARIASI BENTUK SIMPLISIA DAN KONSENTRASI ETANOL

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Senyawa fenolik merupakan senyawa kimia yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, sehingga dapat berperan aktif sebagai tabir surya dan dapat mencegah efek merugikan dari paparan radiasi sinar UV terhadap kulit. Antioksidan yang terdapat pada senyawa fenolik bersifat sebagai oksidator dan berperan dalam menetralisasikan radikal bebas. Jambu bol (Syzygium malaccense) termasuk kedalam family Myrtaceae. Jambu bol merupakan tanaman yang memiliki kadar fenolik tinggi dan memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar fenolik total dan nilai SPF ekstrak etanol daun jambu bol berdasarkan variasi bentuk simplisia dan konsentrasi pelarut. Penelitian yang dilakukan ini bersifat eksperimental. Objek yang diteliti adalah kadar fenolik total dan nilai SPF ekstrak etanol daun jambu bol berdasarkan variasi bentuk simplisia (serbuk dan rajangan) dan konsentrasi pelarut. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol daun jambu bol dengan variasi bentuk simplisia (serbuk dan rajangan) dengan konsentrasi pelarut yang digunakan yaitu etanol 70%, 95% dan 100%. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kadar fenolik total dan nilai SPF ekstrak etanol daun jambu bol. Tahapan dalam penelitian ini dimulai dari determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, penetapan kadar air ekstrak, skrining fitokimia, penentuan kadar fenolik total dan uji aktivitas tabir surya dengan spektrofotometri UV-Vis. Ekstrak kental yang diperoleh dihitung kadar air, skrinning fitokimia dan dilanjutkan dengan uji kadar fenolik total dengan menggunakan pembanding asam galat dan dihitung nilai SPF menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penetapan kadar fenolik total dinyatakan dalam mg/GAE dan dihitung menggunakan rumus TPC (Total Phenolic Content) dan nilai SPF dihitung menggunakan persamaan Mansur.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL ROSELLA ( Hibiscus sabdariffa ) MERAH DAN UNGU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV - VIS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa fenolik total dari rosella (Hibiscus sabdariffa)merah dan ungu.Rosellamerah danungu merupakan tanaman berkhasiat yang digunakan masyarakat sebagai obat tradisional.Salah satu kandungan utamanya adalah antosianin yang merupakan bagian dari senyawa fenolik dan berkhasiat sebagai antioksidan.Kadar fenolik total ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-Ciocalteu dan menggunakan asam galat sebagai senyawa pembanding.Prinsip dari metode ini adalahterbentuknya senyawa kompleks berwarna biru dari fosfomolibdat-fosfotungstat yang direduksisenyawa fenolik dalam suasana basa, yang dapat diukur secara spektrofotometri. Penelitian ini diilakukan dengan mengumpulkan,mempelajaridan menelaah literatur ilmiah yang berhubungan dengan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif, berdasarkan jurnal pebandingan diperoleh hasil kadar senyawa fenolik total ekstrak etanol rosella (Hibiscus sabdariffa) merah sebanyak 1,8537 mg GAE/g ekstrak dengan persentase kadar fenol total (b/b) sebesar 0,1853 % dan ekstrak etanol rosella (Hibiscus sabdariffa) ungu sebanyak 16,7265 mg GAE/g ekstrak dengan persentase kadar fenol total (b/b) sebesar 1,6726 % yang artinya kadar fenolik total rosella ungu lebih tinggi dibandingkan rosella merah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL PADA FAMILI ASTERACEAE DAN LAMIACEAE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL PADA FAMILI ASTERACEAE DAN LAMIACEAE DENGAN METODE SPEKTOFOTOMETRI ABSTRAK Senyawa fenolik merupakan produk alami yang memiliki sifat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Beberapa famili tumbuhan yang mempunyai senyawa fenolik adalah Asteraceae dan Lamiaceae. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kadar fenolik total pada famili Asteraceae dan Lamiaceae. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi literatur dengan tahapan ngumpulkan, jurnal-jurnal, artikel dan data yang terkait tentang perbandingan kadar fenolik yang diperoleh secara Spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari kajian beberapa literatur diperoleh kadar fenolik yang paling tinggi pada famili Lamiaceae ekstrak etanol 96% daun nilam sebesar 327,84mg GAE/gram, ekstrak etanol 70% daun selasih 167,4512mg GAE/gram, diikuti famili Asteraceae ekstrak metanol daun beluntas 84,11mg GAE/gram, ekstrak etanol 96% daun insulin 67,41mg GAE/gram, ekstrak etanol 70% daun tapak liman 20,5392mg GAE/gram dan terendah pada ekstrak etanol 96% daun kenikir 7,2mg GAE/gram, dengan metode maserasi dan spektrofotometri UV-Vis.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL TONGKOL JAGUNG (Zea mays. L) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI DAN KONSENTRASI PELARUT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk membandingkan metode maserasi dan refluks dengan menggunakan konsentrasi pelarut etanol 70% dan 75% terhadap kadar fenolik total ekstrak etanol tongkol jagung. Perbandingan metode ekstraksi dan konsentrasi pelarut dapat menggambarkan tinggi atau rendahnya kadar fenolik total dalam suatu tanaman. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil nilai rendemen tongkol jagung yang didapatkan untuk ekstraksi menggunakan maserasi dan refluks etanol 70% adalah 6,68% dan 7,86%. Nilai rendemen untuk ekstraksi menggunakan maserasi dan refluks etanol 75% adalah 7,83% dan 13,17%. Hasil kadar fenolik total yang dihasilkan dari ekstrak tongkol jagung menggunakan metode ekstraksi maserasi dan refluks sebesar 0,312 mg/g dan 0,397 mg/g (etanol 75%). Kesimpulan yang dapat diambil adalah metode ekstraksi refluks dengan pelarut etanol 75% memiliki nilai rendemen lebih besar dibandingkan dengan metode ekstraki maserasi yang akan berpengaruh terhadap kadar fenolik total ekstrak etanol tongkol jagung.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail