Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: obat racik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS WAKTU TUNGGU RESEP OBAT RACIK DAN NON RACIK DI INSTALASI FARMASI PUSKESMAS JUANDA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu tunggu pelayanan resep obat racik dan non racik, menilai kesesuaiannya dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta mengidentifikasi tahapan pelayanan yang paling berkontribusi terhadap waktu tunggu di Instalasi Farmasi Puskesmas Juanda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian sebanyak 288 resep yang terdiri atas 36 resep racik dan 252 resep non racik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase kontribusi setiap tahapan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu resep racik adalah 13,62 ± 2,93 menit, sedangkan resep non racik 3,06 ± 1,04 menit. Seluruh pelayanan resep (100%) telah memenuhi SPM, yaitu 60 menit untuk resep racik dan 30 menit untuk resep non racik. Tahapan yang paling berkontribusi terhadap waktu tunggu adalah penyiapan obat, yaitu sebesar 83,70% pada resep racik dan 43,70% pada resep non racik. Waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Puskesmas Juanda telah memenuhi standar yang ditetapkan, dengan penyiapan obat sebagai tahapan yang paling memengaruhi lamanya pelayanan.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Apoteker Tentang Good Compounding Practice (GCP) Di Apotek Kecamatan Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Compounding obat menjadi perhatian karena banyak munculnya kejadian yang tidak dikehendaki seperti masalah farmasetika dan interaksi obat. Good Compounding Practice (GCP) merupakan pedoman peracikan obat yang baik. Pemahaman tentang GCP harus dikuasai oleh Apoteker untuk mengurangi risiko pada pasien dari gabungan obat yang tidak aman, tidak efektif dan berkualitas buruk, sekaligus menjaga akses terhadap obat-obatan gabungan yang dipasarkan secara sah bagi pasien yang mempunyai kebutuhan medis terhadap obat-obatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan Apoteker tentang Good Compounding Practice (GCP) di apotek Kecamatan Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sempel sebanyak 56 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dengan menggunakan microsoft excel. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan tingkat pengetahuan Apoteker tentang GCP tergolong baik dengan nilai rata-rata 85,98%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI BEBERAPA RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat jadi dan obat racikan dibeberapa rumah sakit sesuai dengan standar waktu tunggu yang ditetapkan oleh kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008. Waktu tunggu pelayanan resep merupakan cerminan bagaimana instalasi farmasi rumah sakit mengelola pelayanan kefarmasian. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data skunder yang berasal dari beberapa jurnal. Waktu tunggu pelayanan resep di RSUD Kota Salatiga dan RSUD Ibnu Sina Gresik sudah memenuhi standar waktu tunggu yang di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008 yaitu 5,70 dan 19,00 menit untuk obat jadi, 9,18 dan 37,00 menit untuk obat racikan. Sedangkan waktu tunggu pelayanan resep obat jadi di Rs Islam Agung Semarang belum memenuhi standar waktu tunggu yang ditetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008 yaitu 48,90 menit untuk obat jadi dan 46,54 menit obat racikan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail