ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah besar di seluruh dunia, virus ini yang menyerang sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sendiri terjadi karena masalah pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan kerusakan pada sel tertentu. Dimana remaja menjadi salah satu kelompok yang dianggap sebagai usia yang rentan terhadap HIV/AIDS karena kurangnya pengetahuan dengan sikap yang berisiko. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingkan hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deksriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa gambaran hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Hasil penelitian studi literatur dari kedua jurnal menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja, ditunjukkan dengan nilai p-value pada jurnal pertama yaitu 0,000 dan 0,001 pada jurnal kedua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingginya kasus anemia pada remaja putri disebabkan oleh siklus menstruasi bulanan yang menyebabkan kehilangan zat besi bersamaan dengan darah menstruasi. Faktor lain yang dapat menyebabkan anemia pada remaja yaitu kebiasaan makan yang buruk, kebiasaan mengonsumsi kopi dan teh yang dapat menghambat penyerapan zat besi, tingkat pengetahuan terkait anemia dan tablet tambah darah yang masih kurang, dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah yang rendah. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan antara kepatuhan dan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMA. Studi literatur ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran hubungan tingkat pengetahuan antara kepatuhan dan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMA. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji Chi-Square dan uji Spearman’s rho dari data hasil tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan remaja putri didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 dan 0,001 0,05, dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri, dimana pengetahuan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi seseorang dalam merubah perilaku seperti kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia didefinisikan sebagai kondisi kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari nilai normal, yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Remaja putri memiliki resiko tinggi akibat pola makan tidak sehat dan kebutuhan zat besi yang meningkat selama pertumbuhan, serta siklus menstruasi. Gejala anemia mencakup kelelahan, pusing, dan penurunan produktivitas. Pravelensi anemia pada remaja putri cukup tinggi, mencapai 57,1% di Indonesia menurut survei kesehatan tahun 2012. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia. Tahap penelitian ini meliputi pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini mencakup informasi pengetahuan remaja putri tentang anemia. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang membuat gambaran dari data yang telah terkumpul. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang masi rendah tentang anemia, baik di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta maupun di SMA Negeri 1 Wiradesa.