Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ARDANI

10 karya publik ditemukan.

2025: 32024: 12023: 42021: 2

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU KUNING CUCURBITA MOSCHATA DUCH TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyakit infeksi disebabkan oleh mikroba patogen seperti bakteri, virus, jamur, protozoa dan parasit. Daun labu kuning dari spesies Cucurbita moschata Duch. mengandung senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, saponin dan steroid yang diduga memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun labu kuning terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri dari ekstrak daun labu kuning terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode well difusion dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan, ekstrak daun labu kuning mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 15% (5 mm), 20% (6,1 mm), 25% (7,6 mm) dan 30% (8,7 mm) termasuk kategori sedang. Aktivitas antibakteri Escherichia coli pada konsentrasi 15% (3,3 mm), 20% (3,3 mm) masuk pada kategori lemah sedangkan pada konsentrasi 25% (5,6 mm) dan 30% (5,8 mm) termasuk kategori sedang. Kontrol negatif DMSO memberikan hasil negatif (-) dan kontrol positif kloramfenikol dengan rata-rata (10,5 mm) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan (15,2 mm) terhadap bakteri Escherichia coli.  

uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun labu kuning cucurbita moschata duch terhadap bakteri staphylococcus aureus dan escherichia coli

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyakit infeksi disebabkan oleh mikroba patogen seperti bakteri, virus, jamur, protozoa dan parasit. Daun labu kuning dari spesies Cucurbita moschata Duch. mengandung senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, saponin dan steroid yang diduga memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun labu kuning terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri dari ekstrak daun labu kuning terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode well difusion dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan, ekstrak daun labu kuning mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 15% (5 mm), 20% (6,1 mm), 25% (7,6 mm) dan 30% (8,7 mm) termasuk kategori sedang. Aktivitas antibakteri Escherichia coli pada konsentrasi 15% (3,3 mm), 20% (3,3 mm) masuk pada kategori lemah sedangkan pada konsentrasi 25% (5,6 mm) dan 30% (5,8 mm) termasuk kategori sedang. Kontrol negatif DMSO memberikan hasil negatif (-) dan kontrol positif kloramfenikol dengan rata-rata (10,5 mm) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan (15,2 mm) terhadap bakteri Escherichia coli.  

Studi literatur Analisis Kandungan Merkuri pada Handbody lotion

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Merkuri (Hg) termasuk logam berbahaya, baik pada konsentrasi kecil maupun besar dapat bersifat racun. Merkuri sering disalahgunakan pada penggunaan kosmetika khususnya pada pemutih kulit, karena mampu menghambat pembentukan melanin pada permukaan kulit. Produk handbody lotion yang tidak memiliki izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kini telah banyak beredar di kalangan masyarakat yang nantinya akan memberikan efek samping pada pengguna handbody lotion tersebut. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui prosedur kerja dan hasil analisis merkuri pada handbody lotion, junal utama yang menjadi rujukan dari studi literatur ini yaitu penelitian Juliani et al (2021) yang menggunakan sampel handbody lotion yang beredar di kota Bekasi dan penelitian Mardiah (2016) yang menggunakan sampel handbody lotion yang beredar di kota Makassar. Prosedur kerja yang dilakukan pada penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu preparasi sampel menggunakan pelarut HNO3, dan HCl, dilanjutkan dengan menggunakan uji reaksi warna yaitu NaOH (endapan kuning), KI (endapan merah), dan NH3 (endapan putih) serta pembentukan amalgam (bercak abu-abu mengkilap). Berdasarkan hasil analisis penelitian ditemukan beberapa sampel di kota Makassar tersebut mengandung merkuri.

Studi literatur Analisis Kandungan Merkuri pada Handbody lotion

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Merkuri (Hg) termasuk logam berbahaya, baik pada konsentrasi kecil maupun besar dapat bersifat racun. Merkuri sering disalahgunakan pada penggunaan kosmetika khususnya pada pemutih kulit, karena mampu menghambat pembentukan melanin pada permukaan kulit. Produk handbody lotion yang tidak memiliki izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kini telah banyak beredar di kalangan masyarakat yang nantinya akan memberikan efek samping pada pengguna handbody lotion tersebut. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui prosedur kerja dan hasil analisis merkuri pada handbody lotion, junal utama yang menjadi rujukan dari studi literatur ini yaitu penelitian Juliani et al (2021) yang menggunakan sampel handbody lotion yang beredar di kota Bekasi dan penelitian Mardiah (2016) yang menggunakan sampel handbody lotion yang beredar di kota Makassar. Prosedur kerja yang dilakukan pada penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu preparasi sampel menggunakan pelarut HNO3, dan HCl, dilanjutkan dengan menggunakan uji reaksi warna yaitu NaOH (endapan kuning), KI (endapan merah), dan NH3 (endapan putih) serta pembentukan amalgam (bercak abu-abu mengkilap). Berdasarkan hasil analisis penelitian ditemukan beberapa sampel di kota Makassar tersebut mengandung merkuri.

Pengaruh Variasi Konsentrasi DPPH Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Paku Resam (Gleicheniar linearis)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan paku resam mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, arthritis dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Pengujian antioksidan dapat dilakukan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2- pikrilhidrazil) dengan berbagai konsentrasi, antara lain 40-80 ppm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun paku resam (Dicranopteris linearis) berdasarkan nilai IC50 menggunakan variasi konsentrasi DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel daun paku resam, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan variasi konsentrasi DPPH secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV- Vis. Variabel bebas penelitian ini ialah variasi konsentrasi DPPH. Variabel terikat penelitian ini ialah aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun Paku Resam (Dicranopteris linearis). Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Deskriptif merupakan upaya untuk menampilkan data agar data tersebut dipaparkan secara baik dan dapat dipahami dengan mudah.

Pengaruh Variasi Konsentrasi DPPH Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Paku Resam (Gleicheniar linearis)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan paku resam mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, arthritis dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Pengujian antioksidan dapat dilakukan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2- pikrilhidrazil) dengan berbagai konsentrasi, antara lain 40-80 ppm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun paku resam (Dicranopteris linearis) berdasarkan nilai IC50 menggunakan variasi konsentrasi DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel daun paku resam, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan variasi konsentrasi DPPH secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV- Vis. Variabel bebas penelitian ini ialah variasi konsentrasi DPPH. Variabel terikat penelitian ini ialah aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun Paku Resam (Dicranopteris linearis). Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Deskriptif merupakan upaya untuk menampilkan data agar data tersebut dipaparkan secara baik dan dapat dipahami dengan mudah.

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN,SIKAP DAN TINDAKAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DIKOTA SAMARINDA DAN KUTAI BARAT

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis corona virus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Pencegahan COVID-19 didukung adanya pengetahuan sebagai dasar seseorang dalam mengambil sebuah keputusan serta menentukan sikap dan Tindakan dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19 saat ini. Studi literartur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan Tenaga Teknis Kefarmasian terhadap pencegahan COVID-19 di kota Samarinda dan Kutai Barat. Data yang diteliti adalah berupa karakteristik responden, tingkat pengetahuan umum, pengetahuan tentang sikap dan pengetahuan tentang tindakan Tenaga Teknis Kefarmasian terhadap pencegahan COVID-19 di kota Samarinda dan Kutai Barat. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu membuat gambaran berdasarkan data-data yang dikumpulkan dari artikel ilmiah. Hasil studi literatur Tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga teknis kefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di kota Samarinda mendapatkan hasil sangat baik (49,28%), sedangkan di Kutai Barat mendapatkan hasil Baik (50,72%).

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN,SIKAP DAN TINDAKAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DIKOTA SAMARINDA DAN KUTAI BARAT

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis corona virus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Pencegahan COVID-19 didukung adanya pengetahuan sebagai dasar seseorang dalam mengambil sebuah keputusan serta menentukan sikap dan Tindakan dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19 saat ini. Studi literartur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan Tenaga Teknis Kefarmasian terhadap pencegahan COVID-19 di kota Samarinda dan Kutai Barat. Data yang diteliti adalah berupa karakteristik responden, tingkat pengetahuan umum, pengetahuan tentang sikap dan pengetahuan tentang tindakan Tenaga Teknis Kefarmasian terhadap pencegahan COVID-19 di kota Samarinda dan Kutai Barat. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu membuat gambaran berdasarkan data-data yang dikumpulkan dari artikel ilmiah. Hasil studi literatur Tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga teknis kefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di kota Samarinda mendapatkan hasil sangat baik (49,28%), sedangkan di Kutai Barat mendapatkan hasil Baik (50,72%).

Penetapan Rendemen Ekstrak Daun Kersen (Mutingia calabura L. ) Berdasarkan Metode Maserasi, Refluks dan Sokletasi

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu tahapan pengembangan obat adalah pengolahan bahan baku yang dapat menjamin bahan bermutu secara fisika dan kimia. Agar meningkatkan mutu sediaan obat dari bahan alam, maka ekstrak harus mempunyai kualitas yang baik secara fisik dan kandungan kimianya. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendemen adalah metode ekstraksi. Metode ekstraksi yang biasa digunakan antara lain maserasi, refluks dan sokletasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan hasil rendemen ekstraksi daun kersen dengan menggunakan berbagai metode ekstraksi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa metode ekstraksi menggunakan metode maserasi, refluks dan sokletasi. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian nilai rendemen pada perbedaan metode dari ekstraksi daun pepaya menghasilkan nilai rendemen yang berbeda-beda disetiap metode, pada metode maserasi mendapatkan hasil rendemen sebesar 23,9%, metode refluks mendapatkan hasil 27,3% sedangkan pada metode sokletasi mendapatkan hasil rendemen sebesar 28,92%. Hal ini disebabkan oleh pelarut apa yang digunakan, ukuran partikel, jumlah sampel, metode ekstraksi yang digunakan, dan lama waktu ekstraksi.

Penetapan Rendemen Ekstrak Daun Kersen (Mutingia calabura L. ) Berdasarkan Metode Maserasi, Refluks dan Sokletasi

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu tahapan pengembangan obat adalah pengolahan bahan baku yang dapat menjamin bahan bermutu secara fisika dan kimia. Agar meningkatkan mutu sediaan obat dari bahan alam, maka ekstrak harus mempunyai kualitas yang baik secara fisik dan kandungan kimianya. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendemen adalah metode ekstraksi. Metode ekstraksi yang biasa digunakan antara lain maserasi, refluks dan sokletasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan hasil rendemen ekstraksi daun kersen dengan menggunakan berbagai metode ekstraksi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa metode ekstraksi menggunakan metode maserasi, refluks dan sokletasi. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian nilai rendemen pada perbedaan metode dari ekstraksi daun pepaya menghasilkan nilai rendemen yang berbeda-beda disetiap metode, pada metode maserasi mendapatkan hasil rendemen sebesar 23,9%, metode refluks mendapatkan hasil 27,3% sedangkan pada metode sokletasi mendapatkan hasil rendemen sebesar 28,92%. Hal ini disebabkan oleh pelarut apa yang digunakan, ukuran partikel, jumlah sampel, metode ekstraksi yang digunakan, dan lama waktu ekstraksi.