· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.)Urb) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, untuk mengetahui terkait senyawa yang berperan terhadap aktifitas tersebut maka dapat dianalisis secara spesifik melalui uji profil metabolit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antioksidan dan menganalisis profil metabolit yang ada pada umbi bawang dayak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, dan uji profil metabolit menggunakan LC-HRMS (Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry). Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah umbi bawang dayak. Sedangkan untuk uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak berbasis air-asetonitril yang mengandung asam format, menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Pada penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol umbi bawang dayak, variabel terikat adalah nilai IC50 dan potensi antioksidan serta profil metabolit dari ekstrak etanol umbi bawang dayak Eleutherine bulbosa (Mill.Urb)). Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis statistik uji independent sample t-test. Sedangkan uji profil metabolit dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan rata-rata nilai IC50 yaitu 27,00 ppm yang tergolong sangat kuat dan hasil analisis profiling metabolite adanya keberadaan senyawa bioaktif Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE), Gly-Leu, Hydroquinone, 4-(2,3-dihydrobenzo[b]furan-5-yl) pyrimidine-2-thiol, menaquinone (Vitamin K2), niacin (Vitamin B3), 4-[amino(carboxy)methyl]-5-oxoproline, volasertib, dan alangicine. Senyawa-senyawa tersebut menunjukkan potensi aktivitas antioksidan melalui berbagai mekanisme, seperti penghambatan ROS, pengikatan ion logam, pendonoran elektron.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menghambat reaksi oksidasi dengan menetralisir radikal bebas sehingga dapat mencegah kerusakan sel dan jaringan dalam tubuh. Rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Variasi jenis dan konsentrasi pelarut dapat memengaruhi aktivitas antioksidan ekstrak. Penggunaan pelarut metanol, etanol 70%, dan etanol 95% dilakukan karena masing-masing memiliki tingkat polaritas yang berbeda, sehingga kemampuan dalam mengekstraksi senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan juga berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi pelarut metanol, etanol 70%, dan etanol 95% terhadap aktivitas antioksidan ekstrak rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) menggunakan metode ABTS yang diukur dengan microplate reader. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan variasi pelarut, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antioksidan secara in vitro menggunakan metode ABTS. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan microplate reader pada panjang gelombang maksimum 728 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ ekstrak etanol 70%, metanol, dan etanol 95% berturut-turut sebesar 259,4 ± 2,99 ppm, 261,6 ± 9,27 ppm, dan 317,19 ± 6,26 ppm, sedangkan Vitamin C memiliki nilai IC₅₀ sebesar 5,22 ± 0,25 ppm. Analisis data menggunakan Uji Anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p0,05). Ekstrak etanol 70% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi karena menghasilkan nilai IC₅₀ terendah. Disimpulkan bahwa variasi pelarut memengaruhi aktivitas antioksidan ekstrak rimpang kunyit hitam, dengan etanol 70% sebagai pelarut paling efektif meskipun seluruh ekstrak tergolong memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menghambat reaksi oksidasi dengan menetralisir radikal bebas sehingga dapat mencegah kerusakan sel dan jaringan dalam tubuh. Rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Variasi jenis dan konsentrasi pelarut dapat memengaruhi aktivitas antioksidan ekstrak. Penggunaan pelarut metanol, etanol 70%, dan etanol 95% dilakukan karena masing-masing memiliki tingkat polaritas yang berbeda, sehingga kemampuan dalam mengekstraksi senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan juga berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi pelarut metanol, etanol 70%, dan etanol 95% terhadap aktivitas antioksidan ekstrak rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) menggunakan metode ABTS yang diukur dengan microplate reader. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan variasi pelarut, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antioksidan secara in vitro menggunakan metode ABTS. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan microplate reader pada panjang gelombang maksimum 728 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ ekstrak etanol 70%, metanol, dan etanol 95% berturut-turut sebesar 259,4 ± 2,99 ppm, 261,6 ± 9,27 ppm, dan 317,19 ± 6,26 ppm, sedangkan Vitamin C memiliki nilai IC₅₀ sebesar 5,22 ± 0,25 ppm. Analisis data menggunakan Uji Anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p0,05). Ekstrak etanol 70% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi karena menghasilkan nilai IC₅₀ terendah. Disimpulkan bahwa variasi pelarut memengaruhi aktivitas antioksidan ekstrak rimpang kunyit hitam, dengan etanol 70% sebagai pelarut paling efektif meskipun seluruh ekstrak tergolong memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.)Urb) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, untuk mengetahui terkait senyawa yang berperan terhadap aktifitas tersebut maka dapat dianalisis secara spesifik melalui uji profil metabolit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antioksidan dan menganalisis profil metabolit yang ada pada umbi bawang dayak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, dan uji profil metabolit menggunakan LC-HRMS (Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry). Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah umbi bawang dayak. Sedangkan untuk uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak berbasis air-asetonitril yang mengandung asam format, menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Pada penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol umbi bawang dayak, variabel terikat adalah nilai IC50 dan potensi antioksidan serta profil metabolit dari ekstrak etanol umbi bawang dayak Eleutherine bulbosa (Mill.Urb)). Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis statistik uji independent sample t-test. Sedangkan uji profil metabolit dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan rata-rata nilai IC50 yaitu 27,00 ppm yang tergolong sangat kuat dan hasil analisis profiling metabolite adanya keberadaan senyawa bioaktif Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE), Gly-Leu, Hydroquinone, 4-(2,3-dihydrobenzo[b]furan-5-yl) pyrimidine-2-thiol, menaquinone (Vitamin K2), niacin (Vitamin B3), 4-[amino(carboxy)methyl]-5-oxoproline, volasertib, dan alangicine. Senyawa-senyawa tersebut menunjukkan potensi aktivitas antioksidan melalui berbagai mekanisme, seperti penghambatan ROS, pengikatan ion logam, pendonoran elektron.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Keperawatan sebagai salah satu profesi yang berhubungan dengan obat-obatan dalam menjalankan peran pendelegasi obat oleh dokter dalam pemberian asuhan keperawatan. Oleh sebab itulah perawat dibekali dengan pengetahuan tentang obat-obatan, sehingga perawat dalam menjalankan profesi mampu memberikan pelayanan terbaik. Buku ini secara garis bersar akan menguraikan : Bab 1 Dasar-Dasar Kerja Obat Bab 2 Istilah Penting Farmakologi Bab 3 Klasifikasi Obat Bab 4 Dasar-Dasar Penggunaan Antimikroba Dan Masalahnya Bab 5 Obat Anti Amuba Bab 6 Obat Anti Cacing Bab 7 Rehidrasi Pada Diare Dan Muntah Berak Bab 8 Obat Analgesik Dan Antipiretik Bab 9 Obat Antianemik Dan Vitamin Bab 10 Obat Antianemik Dan Vitamin Bab 11 Obat Anti Malaria Bab 12 Pengelolaan Obat Dan Alat Kesehatan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tumbuhan memiliki zat kimia aktif yang memiliki potensi besar salah satunya adalah membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri, salah satu tanaman tersebut ialah sambiloto (Andrographis paniculata Nees) yang mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan manusia,berbagai aktivitas farmakologi dari sambiloto adalah antiinflamasi, antibakteri, antipiretik dan antioksidan.
Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap bakteri Staphylococus aureus, Bacillus cereus dan Pseudomonas aeruginos dengan metode yang digunakan dalam bentuk ekstrak daun sambiloto dengan menggunakan metode maserasi dengan konsentrasi pelarut 70%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan melihat zona hambat yang terbentuk dimana bakteri yang digunakan yaitu bakteri Staphylococus aureus, Bacillus cereus dan Pseudomonas aeruginosa.
Berdasarkan hasil yang diperoleh uji aktivitas antibakteri menunjukan ekstrak etanol daun Sambiloto memiliki aktivitas pada bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginos secara brurutan zona hambat yang berbentuk adalah 10,57 mm, 10,68, 10,49 mm dengan kategori menghambat sedang.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuhan memiliki zat kimia aktif yang memiliki potensi besar salah satunya adalah membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri, salah satu tanaman tersebut ialah sambiloto (Andrographis paniculata Nees) yang mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan manusia,berbagai aktivitas farmakologi dari sambiloto adalah antiinflamasi, antibakteri, antipiretik dan antioksidan.
Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap bakteri Staphylococus aureus, Bacillus cereus dan Pseudomonas aeruginos dengan metode yang digunakan dalam bentuk ekstrak daun sambiloto dengan menggunakan metode maserasi dengan konsentrasi pelarut 70%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan melihat zona hambat yang terbentuk dimana bakteri yang digunakan yaitu bakteri Staphylococus aureus, Bacillus cereus dan Pseudomonas aeruginosa.
Berdasarkan hasil yang diperoleh uji aktivitas antibakteri menunjukan ekstrak etanol daun Sambiloto memiliki aktivitas pada bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginos secara brurutan zona hambat yang berbentuk adalah 10,57 mm, 10,68, 10,49 mm dengan kategori menghambat sedang.