Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 27 dari 65

PENGARUH KONSENTRASI MINYAK ATSIRI CENDANA (Santalum album L.) SEBAGAI FIXATIVE AGENT ALAMI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN DAYA TAHAN AROMA PENGHARUM RUANGAN DAN LINEN SPRAY

IKHSAN AL FAJRI
2026 · Thesis · Open Access

Penggunaan bahan alami sebagai fixative agent pada sediaan pengharum ruangan dan linen spray semakin berkembang karena dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. Minyak atsiri cendana (Santalum album L.) diketahui memiliki aroma yang lembut, stabil, serta mampu memperlambat penguapan komponen volatil sehingga berpotensi meningkatkan daya tahan aroma sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik minyak atsiri cendana sebagai fixative agent alami berdasarkan karakteristik fisik dan daya tahan aroma serta mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap aroma sediaan pengharum ruangan dan linen spray. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan empat formula yang mengandung minyak atsiri cendana pada konsentrasi 0% (F1), 0,3% (F2), 0,5% (F3), dan 0,8% (F4). Seluruh formula dievaluasi melalui uji organoleptik, pH, homogenitas, stabilitas, stain test, uji penguapan zat cair, Longevity test, dan uji hedonik. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif, sedangkan data uji hedonik dianalisis menggunakan uji Friedman Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang baik, meliputi warna putih kekuningan, kejernihan agak keruh, homogen, nilai pH 5, stabil selama penyimpanan, serta tidak meninggalkan noda pada kain. Peningkatan konsentrasi minyak atsiri cendana mampu memperlambat laju penguapan sehingga meningkatkan daya tahan aroma sediaan. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa seluruh formula dapat diterima oleh panelis, dengan formula F4 memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi minyak atsiri cendana sebesar 0,8% merupakan konsentrasi terbaik sebagai fixative agent alami pada sediaan pengharum ruangan dan linen spray.

ANALISIS PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT YANG BENAR DI RSUD AJI MUHAMMAD SALEHUDDIN II

JIHAN NABIRA PUTRI ABDUL RAHMAN
2026 · Thesis · Open Access

Penyimpanan dan pendistribusian obat merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit karena berkaitan dengan mutu, keamanan, ketersediaan, dan ketepatan penggunaan obat bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penyimpanan dan pendistribusian obat yang benar di RSUD Aji Muhammad Salehuddin II berdasarkan Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pengumpulan data melalui observasi, lembar checklist, dan wawancara terhadap petugas yang terlibat dalam pengelolaan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi. Pengamatan meliputi penyimpanan obat di seluruh Instalasi Farmasi serta pendistribusian obat pada pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ruangan dan fasilitas penyimpanan memperoleh persentase sebesar 93,33%, sedangkan penyimpanan obat di seluruh Instalasi Farmasi memperoleh persentase sebesar 90,91%. Pada aspek pendistribusian obat, pelayanan rawat jalan memperoleh persentase sebesar 80%, sedangkan pelayanan rawat inap memperoleh persentase sebesar 66%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pelaksanaan penyimpanan dan pendistribusian obat di RSUD Aji Muhammad Salehuddin II telah memenuhi standar Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016. Penerapan standar dalam penyimpanan dan pendistribusian obat perlu dipertahankan serta dilakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk menjaga mutu dan keamanan obat serta meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PRODUK PROTOTIPE KAPSUL HARUAN OIL PLUS MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)

INTAN MULIA SARI ZEBUA
2026 · Thesis · Open Access

Produk prototipe Kapsul Haruan Oil Plus adalah sediaan kapsul lunak yang berbasis kombinasi minyak ikan haruan (Channa striata), minyak kedelai (Glycine max), dan minyak zaitun (Olea europaea) yang diformulasikan sebagai suplemen alami dengan potensi antioksidan.Paparan radikal bebas diketahui sebagai salah satu penyebab utama berbagai penyakit degeneratif seperti penuaan dini, aterosklerosis, dan kanker. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang memiliki sifat antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan produk prototipe Kapsul Haruan Oil Plus menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Kimia STIKES Samarinda. Sampel kapsul Haruan Oil Plus diuji pada konsentrasi 100% dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Pengujian dilakukan menggunakan metode DPPH dengan mengukur absorbansi pada panjang gelombang 516 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Persentase inhibisi dihitung untuk menentukan aktivitas antioksidan sampel. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Independent Sample T-Test untuk membandingkan aktivitas antioksidan produk terhadap vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase inhibisi Kapsul Haruan Oil Plus sebesar 46,06% ± 3,78, sedangkan vitamin C sebesar 37,56% ± 2,48. Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,031 (p0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara aktivitas antioksidan Kapsul Haruan Oil Plus dan vitamin C. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk prototipe Kapsul Haruan Oil Plus memiliki aktivitas antioksidan yang ditunjukkan oleh kemampuannya dalam menghambat radikal bebas DPPH dan menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dibandingkan vitamin C pada kondisi pengujian ini.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN OBAT BEBAS TERBATAS DALAM SWAMEDIKASI BATUK PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GUNUNG ELAI KOTA BONTANG

MUHAMMAD FIRTO ADITHYA MODANGGU
2026 · Thesis · Open Access

Batuk merupakan salah satu keluhan saluran pernapasan yang sering ditangani secara mandiri oleh masyarakat melalui swamedikasi menggunakan obat bebas dan obat bebas terbatas. Keberhasilan swamedikasi sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pemilihan dan penggunaan obat yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas dalam swamedikasi batuk di Kelurahan Gunung Elai, Kota Bontang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 390 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 9 pertanyaan mengenai penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas dalam swamedikasi batuk. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, serta tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 177 responden (45,4%), diikuti kategori cukup sebanyak 163 responden (41,8%), dan kategori kurang sebanyak 50 responden (12,8%). Berdasarkan karakteristik responden, tingkat pengetahuan baik lebih banyak ditemukan pada responden perempuan (48,1%), kelompok usia 26–35 tahun (53,4%), pendidikan D3/S1/S2 (64,7%), serta Pegawai Negeri Sipil (70%). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas dalam swamedikasi batuk di Kelurahan Gunung Elai, Kota Bontang secara umum berada pada kategori baik. Kata Kunci : Pengetahuan, Swamedikasi Batuk, Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas

Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol dan Metanol Batang Jarak Pagr (Jatropha curcas L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIS

ARYA DANU LESMANA
2026 · Thesis · Open Access

Jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, salah satunya flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri dan antijamur. Flavonoid merupakan senyawa yang bersifat polar sehingga dapat diekstraksi menggunakan pelarut polar seperti etanol dan metanol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total ekstrak batang jarak pagar menggunakan pelarut etanol 70%, etanol 95%, dan metanol dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental. Sampel batang jarak pagar diperoleh dari Desa Berambai melalui teknik purposive sampling. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan penetapan kadar flavonoid total menggunakan standar kuersetin dan pereaksi aluminium klorida (AlCl₃). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70%, etanol 95%, dan metanol positif mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, dan steroid. Hasil penetapan kadar flavonoid total menunjukkan bahwa ekstrak etanol 95% memiliki kadar flavonoid tertinggi sebesar 0,2391 ± 0,0195%, diikuti ekstrak metanol sebesar 0,2199 ± 0,0197%, dan ekstrak etanol 70% sebesar 0,1657 ± 0,0367%. Uji lanjut LSD menunjukkan bahwa kadar flavonoid total ekstrak dengan pelarut etanol 70% berbeda nyata terhadap etanol 95% (p = 0,015) dan metanol (p = 0,047), sedangkan antara etanol 95% dan metanol tidak terdapat perbedaan nyata (p = 0,410). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis pelarut memengaruhi kadar flavonoid total ekstrak batang jarak pagar secara signifikan.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2-azinobis-3-etilbenzoatiazolin-6-asam sulfonat)

ALFINA ANGGERITA AGUSTINA
2026 · Thesis · Open Access

Buah terong susu mengandung senyawa sekunder flavonoid dan fenolik sebagai agen antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa kimia yang dapat meredam radikal bebas sehingga tidak merusak tubuh. Variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan 95% akan berpengaruh pada kualitas ekstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan 95% ektrak buah terong susu dengan metode ABTS (2,2- azinobis(3-etilbenzoatiazolin-6-asam sulfonat). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol 70% dan 95% dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, penetapan kadar air, skrining fitokimia, pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan microplate reader dengan metode ABTS. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan nilai IC50 dengan menggunakan vitamin C sebagai pembanding didapatkan nilai sebesar 9,39±0,46 ppm. Aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS terhadap ekstrak etanol buah terong susu diperoleh nilai IC50 sebesar 92,88±1,13 ppm pada ekstrak etanol 70% dan 48,27±1,38 ppm pada ekstrak etanol 95%. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah terong susu, didapatkan aktivitas antioksidan yang lebih kuat pada konsentrasi pelarut etanol 95%. Hasil penelitian yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis data statistik dengan menggunakan uji Independen T-test pada aplikasi Microsoft Excel didapatkan nilai p-value 0,0000 (0,05), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua variasi sampel.

Perbandingan Metode Pengeringan Oven dan Kering Angin Terhadap Skrining Fitokimia dan Hasil Rendemen Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper Aduncum L.)

STEVANIA HARVINKA GENO
2026 · Thesis · Open Access

Pengeringan merupakan tahapan pascapanen yang berperan penting dalam menjaga mutu simplisia dan kestabilan senyawa bioaktif tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode pengeringan oven dan kering angin terhadap rendemen ekstrak etanol serta hasil skrining fitokimia daun sirih hutan (Piper aduncum L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua perlakuan pengeringan, yaitu kering angin dan oven suhu 40°C. Simplisia diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Parameter yang diamati meliputi susut pengeringan, rendemen ekstrak, kadar air, dan skrining fitokimia. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk membandingkan nilai rendemen serta hasil skrining fitokimia, dan secara statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk data susut pengeringan yang tidak berdistribusi normal, serta uji Independent Sample t-test untuk data kadar air yang berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan oven menghasilkan susut pengeringan sebesar 5,18%, rendemen 21,09%, dan kadar air 4,41%, sedangkan pengeringan kering angin menghasilkan susut pengeringan sebesar 4,96%, rendemen 27,73%, dan kadar air 6,76%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua metode pengeringan menghasilkan golongan metabolit sekunder yang sama, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/terpenoid. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan susut pengeringan antara kedua metode (p = 0,046 0,05), dengan mean rank metode oven (5,00) lebih tinggi dibandingkan kering angin (2,00). Hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kadar air antara kedua metode (p = 0,013 0,05), dengan kadar air metode oven lebih rendah dibandingkan kering angin.

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL MENGGUNAKAN MICROPLATE READER

ANISA MELINA
2026 · Thesis · Open Access

Terong susu (Solanum mammosum L.) merupakan tanaman famili Solanaceae yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, khususnya senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan alami serta memiliki aktivitas antimikroba, antiinflmasi dan anti kanker. Kandungan fenolik dalam bahan alam dapat dipengaruhi oleh konsentrasi pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar fenolik total ekstrak buah terong susu menggunakan variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan 95%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik total menggunakan microplate reader dengan asam galat sebagai pembanding. Analisis data menggunakan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki kadar fenolik total sebesar 44,44 ± 10,22 mg GAE/g, sedangkan ekstrak etanol 95% sebesar 79,17 ± 6,69 mg GAE/g. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,016 (p<0,05) yang menyatakan terdapat perbedaan signifikan antara kadar fenolik total kedua ekstrak.

ANALISIS SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DAN KEMOMETRIK UNTUK UJI KEASLIAN MADU KELULUT (Heterotrigona itama).

HAIKAL FIKRI
2026 · Thesis · Open Access

Madu kelulut (Heterotrigona itama) merupakan produk alami bernilai ekonomi tinggi dan kaya senyawa bioaktif sehingga rentan terhadap praktik pemalsuan melalui penambahan larutan gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik spektrum UV-Vis madu kelulut asli dan madu yang dipalsukan serta menganalisis kemampuan metode kemometrik dalam membedakan kedua jenis sampel tersebut. Sampel madu berasal dari Desa Bhuana Jaya dan Graha Indah, Kalimantan Timur, yang dibagi menjadi madu kelulut yang diencerkan menggunakan Aquades dan madu kelulut yang dipalsukan menggunakan larutan gula 20% pada konsentrasi 0,90%, 0,48%, dan 0,32%. Pengukuran dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada rentang 200–400 nm. Data spektrum dianalisis menggunakan metode kemometrik berupa Principal Component Analysis (PCA) untuk mereduksi dimensi data dan Cluster Analysis (CA) untuk mengelompokkan sampel berdasarkan tingkat kemiripannya. Hasil penelitian menunjukkan seluruh sampel memiliki puncak absorbansi pada sekitar 204 nm dan nilai absorbansi menurun seiring penurunan konsentrasi. Analisis PCA menghasilkan PC1 sebesar 86,9% dan PC2 sebesar 8,7%, dengan total variasi yang dapat dijelaskan sebesar 95,6%. Loading plot menunjukkan rentang 200–220 nm, khususnya 200, 202, dan 204 nm, sebagai daerah yang paling berpengaruh dalam membedakan sampel, sedangkan score plot memisahkan sampel menjadi enam kelompok. Hasil CA menunjukkan bahwa sampel konsentrasi 0,32% memiliki tingkat kemiripan tertinggi dengan nilai similarity 91,42% dan distance 0,67. Kombinasi spektrofotometri UV-Vis dan kemometrik terbukti efektif untuk membedakan madu kelulut yang diencerkan menggunakan Aquades dan madu kelulut yang dipalsukan menggunakan larutan gula sebagai metode identifikasi keaslian madu yang cepat, sederhana, dan non-destruktif.

FORMULASI SEDIAAN FACE MIST KOMBUCHA DAUN TEH HIJAU (Camellia Sinensis L.) SEBAGAI KOSMETIK ALAMI UNTUK KULIT BERJERAWAT

AZIZAH DINDA MAHARANI
2026 · Thesis · Open Access

Kombucha teh hijau (Camellia sinensis L.) mengandung polifenol, katekin, dan hasil metabolit fermentasi yang dapat menghambat pertumbuhan Cutibacterium acnes, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan face mist. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula optimum face mist kombucha teh hijau dengan variasi konsentrasi gliserin dan propilen glikol serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Cutibacterium acnes. Penelitian menggunakan metode desain faktorial 22 dengan dua faktor, yaitu gliserin (5% dan 15%) serta propilen glikol (1% dan 15%). Respon yang diamati meliputi pH, viskositas, waktu kering, dan daya semprot. Data dianalisis menggunakan software Design Expert 13 untuk menentukan formula optimum, kemudian dilakukan verifikasi, uji aktivitas antibakteri, dan uji stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum diperoleh pada konsentrasi gliserin 5% dan propilen glikol 1% dengan nilai desirability sebesar 0,740. Formula optimum memiliki pH 5,28 ± 0,03, viskositas 32,00 ± 17,89 cP, waktu kering 3,11 ± 0,07 menit, dan daya semprot 5,15 ± 0,09 cm. Formula optimum menghasilkan diameter zona hambat sebesar 9,73 mm terhadap Cutibacterium acnes yang termasuk kategori sedang. Selama penyimpanan 28 hari, formula mengalami perubahan pada beberapa karakteristik fisik, namun tetap mempertahankan bentuk, aroma, dan homogenitas sediaan.

ANALISIS IN SILICO SENYAWA DARI BATANG BAJAKAH SEBAGAI INHIBITOR HUMAN EPIDERMAL RECEPTOR 2 (HER-2) PADA KANKER PAYUDARA

YANTI KORINA
2026 · Thesis · Open Access

Kanker payudara dengan ekspresi berlebih protein Human Epidermal Receptor 2 (HER-2) merupakan kondisi keganasan agresif yang menjadi penyebab utama kematian wanita di dunia. Penelitian ini mengeksplorasi potensi kekayaan hayati Indonesia, khususnya batang kayu Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) asal Kalimantan, sebagai kandidat inhibitor HER-2. Melalui metode penambatan molekul (molecular docking) secara in silico, penelitian ini mengevaluasi afinitas pengikatan senyawa metabolit sekunder Bajakah terhadap protein target yang strukturnya diperoleh dari Protein Data Bank (PDB). Parameter utama yang diamati meliputi nilai energi bebas ikatan (ΔG) dan konstanta inhibisi untuk menentukan kekuatan interaksi ligan-protein. Selain aspek farmakodinamik, studi ini juga mengintegrasikan analisis ADME dan Aturan Lima Lipinski guna memprediksi profil farmakokinetik serta kelayakan senyawa sebagai obat oral pada manusia. Hasil evaluasi Lipinski's Rule of Five menunjukkan bahwa sepuluh senyawa uji memenuhi kriteria kelayakan sebagai obat oral, serta memiliki profil ADMET yang relatif baik tanpa adanya prediksi potensi toksisitas mutagenik (AMES) maupun hepatotoksik. Hasil docking molekuler menunjukkan seluruh senyawa mampu berinteraksi pada kantong aktif HER-2, di mana liquiritigenin menunjukkan energi ikatan paling rendah (-7,61 kcal/mol) dan konstanta inhibisi terkecil (2,63 µM) di antara senyawa uji, sedangkan aromadendrin membentuk jumlah ikatan hidrogen terbanyak yaitu delapan ikatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar saintifik terhadap penggunaan tradisional Bajakah dalam pengembangan terapi kanker modern yang efektif.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL TERHADAP BAKTERI Escherichia coli

REVA AULIA NUR ISNANI
2026 · Thesis · Open Access

Konsentrasi pelarut dapat berpengaruh terhadap kandungan senyawa aktif dan aktivitas farmakologi suatu ekstrak. Daun matoa mengandung golongan senyawa metabolit sekunder flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Kandungan senyawa tersebut berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) terhadap bakteri E.coli berdasarkan perbedaan konsentrasi pelarut. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Daun matoa diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol dengan konsentrasi 50%, 70%, dan 95%. Ekstrak diuji pada konsentrasi 20%, 25%, dan 30% dengan kloramfenikol 0,1% sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk kemudian uji nonparametrik Kruskal-Wallis serta uji lanjut Pairwise comparison dengan koreksi Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ekstrak daun matoa memiliki aktivitas antibakteri terhadap E.coli yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada semua kelompok perlakuan. Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada ekstrak daun matoa dengan pelarut etanol 95% pada konsentrasi 30%, yaitu sebesar 10,5 mm dengan kategori kuat, sedangkan aktivitas terendah diperoleh pada ekstrak dengan pelarut etanol 50% pada konsentrasi 20%, yaitu sebesar 8,6 mm dengan kategori sedang. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai signifikansi 0,033 (p0,05). Hasil uji lanjut Pairwise comparison dengan koreksi Bonferroni menunjukkan bahwa perbedaan signifikan terdapat antara kelompok ekstrak etanol 50% dengan konsentrasi 20% dan kelompok ekstrak etanol 95% dengan konsentrasi 30% dengan nilai Adjusted Significance sebesar 0,048 (p0,05). Sehingga variasi konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri ekstrak daun matoa terhadap bakteri E.coli dan ekstrak yang diperoleh menggunakan pelarut etanol 95% menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi terhadap E.coli.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

SYAHLA MAURA ANINDYA
2026 · Thesis · Open Access

Penyakit infeksi oleh bakteri paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus (S.aureus) dan Escherichia coli (E.coli). Terapi pengobatan yang digunakan selama ini adalah dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibakteri yang terus menerus dapat berakibat pada resistensi antibakteri, sehingga perlu dilakukan eksplorasi terhadap bahan alam yang berpotensi sebagai antibakteri. Daun matoa (Pometia pinnata) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun matoa terhadap pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus. Tahapan penelitian meliputi penetapan kadar air, uji skrining fitokimia, dan uji antibakteri E.coli dan S.aureus menggunakan metode difusi cakram. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol 0,1% dan kontrol negatif DMSO 1%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun matoa mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil penelitian uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun matoa mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri uji pada seluruh konsentrasi yang digunakan. Pada bakteri E.coli, rata-rata diameter zona hambat yang diperoleh pada konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% berturut-turut sebesar 6,45 mm; 6,72 mm; 6,98 mm; 8,98 mm dan 9,60 mm, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan pada bakteri S.aureus, rata-rata diameter zona hambat yang diperoleh pada konsentrasi yang sama berturut-turut sebesar 12,30 mm; 14,51 mm; 14,83 mm; 15,48 mm dan 16,62 mm, yang seluruhnya termasuk dalam kategori kuat. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar variasi konsentrasi terhadap diameter zona hambat bakteri E.coli dan S.aureus. dengan nilai Sig. 0,000 ≤ 0,05. Ekstrak etanol daun matoa lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri gram positif S.aureus dibandingkan E.coli. Perbedaan efektivitas tersebut berkaitan dengan struktur dinding sel, di mana bakteri gram negatif memiliki lapisan luar berupa lipopolisakarida dan protein yang lebih kompleks, sedangkan bakteri gram positif hanya tersusun atas satu lapisan peptidoglikan.

Optimasi Formula Sabun Wajah Cair Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea) Menggunakan Basis Na-CMC dan HPMC dengan Metode Desain Faktorial

ELY PRIMA NITA
2026 · Thesis · Open Access

Kombucha bunga telang merupakan produk fermentasi bunga telang (Clitoria ternatea) yang kaya metabolit bioaktif seperti flavonoid, antosianin, alkaloid, saponin, serta asam organik hasil fermentasi. Proses fermentasi meningkatkan potensi antibakteri dan antioksidan sehingga kombucha bunga telang dapat dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan sabun wajah cair untuk membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat seperti Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan memperoleh formula optimum sediaan sabun wajah cair kombucha bunga telang (Clitoria ternatea) menggunakan basis Na-CMC dan HPMC dengan metode desain faktorial melalui variasi konsentrasi bahan pengental terhadap uji sifat fisik meliputi uji pH, viskositas dan tinggi busa sabun wajah cair serta mengetahui potensi daya hambat antibakteri propinobacterium acnes dari kombucha bunga telang (Clitoria ternatea) dalam bentuk sediaan sabun wajah cair. Formula optimum didapat dari pertimbangan respon dengan memasukan nilai target sehingga didapatkan formula dengan nilai desirability mendekati 1. Hasil analisis menggunakan Software Design Expert versi 13 dengan metode desain faktorial menunjukkan bahwa formula optimum yang diperoleh adalah perbandingan konsentrasi Na-CMC 0,5% dan HPMC 1% menghasilkan pH 5, viskositas 2,62 cP, tinggi busa 2 cm dan aktivitas antibakteri propionibacterium acnes dengan konsentrasi kombucha bunga telang 20% menunjukkan dengan rata-rata diameter zona hambat 8 mm yang tergolong dalam kategori sedang. Kata kunci: Kombucha, bunga telang, sabun wajah cair, Na-CMC, HPMC, desain faktorial, aktivitas antibakteri.

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN FARMASI MELALUI PENDEKATAN LEAN MANAGEMENT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD DAYAKU RAJA KOTA BANGUN

CANDRA WIJAYANTO
2026 · Thesis · Open Access

Instalasi Farmasi Rawat Jalan sebagai unit pelayanan dengan tingkat aktivitas tinggi masih menghadapi permasalahan efisiensi proses dan waste yang dapat berdampak pada kualitas pelayanan farmasi dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan farmasi melalui pendekatan Lean Management. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan sampel berupa resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dan tenaga farmasi sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui observasi, wawancara, VSM, VAA, identifikasi waste kritis dengan metode BORDA, dan analisis akar penyebab menggunakan metode 5Why. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu resep non-racikan sebesar 15,06 menit dan resep racikan sebesar 38,71 menit, keduanya telah memenuhi SPM. Analisis VSM menghasilkan VAR sebesar 52,7% untuk resep non-racikan dan 80,3% untuk resep racikan. Keduanya telah melampaui ambang batas kondisi lean. Identifikasi waste kritis menunjukkan waste paling dominan adalah overprocessing (25,00%), diikuti transportation (17,86%), dan defect (11,90%). Analisis akar penyebab mengungkap bahwa overprocessing bersumber dari belum optimalnya integrasi sistem KESIA sebagai SIMRS, sehingga dokter tidak dapat mengetahui ketersediaan obat secara real-time saat penulisan resep dan apoteker harus melakukan konfirmasi ulang secara manual. Usulan perbaikan disusun dalam tiga jangka waktu, yaitu jangka pendek berupa penerapan 5R dan pembuatan daftar obat substitusi, jangka menengah berupa monitoring ketersediaan obat dan pengembangan shared file stok obat, jangka panjang berupa pembaruan dan integrasi sistem KESIA secara menyeluruh. Instalasi Farmasi Rawat Jalan secara keseluruhan sudah berada pada kondisi yang baik, ditandai dengan tercapainya nilai VAR sebesar 52,7% untuk resep non- racikan dan 80,3% untuk resep racikan yang keduanya telah melampaui batas standar lean yaitu di atas 30%.

Analisis In Silico Senyawa Bioaktif Minyak Zaitun (Olea europaea L.) Terhadap Reseptor IGF-1R Sebagai Agen Potensial Pencegahan Stunting

LASTEFENIA BAREK WADAN
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Nama : Lastefenia Barek Wadan Program Studi : S1 Farmasi Judul : Analisis In Silico Senyawa Bioaktif Minyak Zaitun (Olea europaea L.) Terhadap Reseptor IGF-1R Sebagai Agen Potensial Pencegahan Stunting Pembimbing : Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas manusia, yang salah satunya berkaitan dengan gangguan jalur hormon pertumbuhan Growth Hormone–Insulin-like Growth Factor-1 (GH–IGF-1), khususnya pada reseptor IGF-1R. Minyak zaitun (Olea europaea L.) diketahui kaya akan senyawa bioaktif fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, serta berpotensi mempengaruhi jalur pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa bioaktif minyak zaitun sebagai agen pencegahan stunting melalui pendekatan in silico terhadap reseptor IGF-1R. Metode penelitian meliputi seleksi awal senyawa dengan Lipinski’s Rule of Five to assess their drug-likeness properties dilanjut studi komputasi molecular docking menggunakan AutoDockTools 4.2.6. untuk mengidentifikasi interaksi ligan–reseptor dengan energi yang paling rendah. Analisis data dilakukan prediksi ADMETox dengan menggunakan pkCSM untuk menentukan senyawa bioaktif minyak zaitun yang paling kuat sebagai agen potensial pencegah stunting berdasarkan parameter fisikokimia, farmakokinetik, dan toksisitasnya. Hasil penelitian yang diperoleh, didapatkan 27 senyawa memenuhi keriteria Lipinski’s Rule of Five. Hasil molecular docking senyawa pinoresinol dapat berinteraksi dengan reseptor IGF-1R dengan nilai binding affinity (-7,57 kcal/mol) dan memiliki interaksi yang paling stabil dengan residu aktif reseptor serta memiliki profil farmakokinetik dan keamanan yang baik. Berdasarkan hasil docking dan ADMETox, terdapat 10 senyawa seperti pinoresinol, apigenin, luteolin, ligstroside aglycone, oleacein, cyanidin chloride, oleocanthal, delta-tocopherol, p-coumaric acid, dan ferulic acid. Terutama pinoresinol yang memiliki potensi sebagai kandidat paling potensial untuk pencegahan stunting. Kata kunci: Stunting, minyak zaitun, IGF-1R, in silico, molecular docking

ANALISIS PENERIMAAN TEKNOLOGI DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) MENGGUNAKAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DI INSTALASI FARMASI RSUD DAYAKU RAJA KOTA BANGUN

HERLAN HIDAYAT PUTRA
2026 · Thesis · Open Access

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan secara menyeluruh serta memerlukan pengelolaan data dan informasi yang akurat dan terintegrasi untuk menunjang mutu pelayanan. SIMRS penting dilakukan agar rumah sakit terus melakukan peningkatan seiring berkembangnya teknologi dengan meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keamanan layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan teknologi SIMRS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dayaku Raja Kota Bangun dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling terhadap 29 responden petugas Instalasi Farmasi. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–4 berbasis Google Form yang disusun berdasarkan lima konstruk utama TAM, melalui Perceived ease of use (kemudahan penggunaan), Perceived usefulness (kemanfaatan), Attitude toward using (sikap pengguna), Behavioral intention to use (niat untuk menggunakan), dan Actual system usage (penggunaan aktual). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Behavioral Intention (BI) memiliki pengaruh paling kuat terhadap Actual Use (AU), dengan nilai β = 0,577 dan p = 0,023, sedangkan (PEOU) (β = -0,031; p = 0,870), (PU) (β = 0,048; p = 0,907), dan (ATU) (β = 0,314; p = 0,295) tidak berpengaruh signifikan.Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa niat pengguna menjadi faktor utama dalam mendorong penggunaan SIMRS secara nyata. Persepsi kemudahan dan persepsi manfaat yang berperan dalam membentuk sikap positif dan niat pengguna terhadap penggunaan sistem, semakin tinggi niat pengguna untuk menggunakan SIMRS maka semakin tinggi pula tingkat penggunaan sistem secara nyata. Kata kunci: SIMRS, Technology Acceptance Model, Instalasi Farmasi, PLS-SEM

PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb.) DENGAN VARIASI PELARUT EKSTRAKSI MENGGUNAKAN MICROPLATE READER

NAMIRA AZZAHRO
2026 · Thesis · Open Access

Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan tanaman herbal yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, salah satunya flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Kandungan flavonoid yang terekstraksi dari bahan alam dapat dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan, terutama berdasarkan tingkat kepolarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total ekstrak rimpang kunyit hitam dengan variasi pelarut metanol teknis, etanol 70%, dan etanol 95% menggunakan microplate reader. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan bahan baku, pengolahan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol teknis, etanol 70%, dan etanol 95%, penetapan susut pengeringan, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta penetapan kadar flavonoid total menggunakan microplate reader dengan kuersetin sebagai pembanding. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit hitam positif mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, fenolik, flavonoid, dan triterpenoid. Hasil penetapan kadar flavonoid total menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki kadar flavonoid total tertinggi sebesar 21,1633 ± 1,1145 mgQE/g, diikuti ekstrak metanol sebesar 19,6867 ± 0,8927 mgQE/g, dan ekstrak etanol 95% sebesar 18,0467 ± 1,3300 mgQE/g. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p-value 0,040 ( 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kadar flavonoid total ekstrak rimpang kunyit hitam pada variasi pelarut yang digunakan.

PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL MENGGUNAKAN MICROPLATE READER

GINA RODIANA
2026 · Thesis · Open Access

Terong susu (Solanum mammosum L.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai sumber bahan alam berkhasiat obat karena mengandung berbagai senyawa fitokimia, salah satunya flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Kadar flavonoid yang diperoleh dari suatu bahan dipengaruhi oleh pemilihan pelarut, sehingga penggunaan etanol dengan konsentrasi berbeda dapat menghasilkan kadar flavonoid yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kada flavonoid total ekstrak etanol buah terong susu berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol dan mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid total dari ekstrak buah terong susu etanol 70% dan 95%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang diawali dengan determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan 95%, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta penetapan kadar flavonoid total menggunakan Microplate Reader dengan kuersetin sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 54,76%, lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol 95% sebesar 13,66%. Kadar flavonoid total ekstrak etanol 95% sebesar 1,8705 ± 0,1022, lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol 70% sebesar 0,9667 ± 0,0261. Analisis data menggunakan uji Independent Sample T-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,005 (p-value <0,05), yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pelarut etanol 95% lebih optimal dalam mengekstraksi senyawa flavonoid dari buah terong susu dibandingkan etanol 70%, sehingga berpotensi sebagai pelarut yang lebih efektif dalam memperoleh senyawa flavonoid dari buah terong susu. Kata Kunci : Flavonoid, Solanum mammosum, Microplate reader

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK N-HEKSAN KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2’-azino-bis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)

ANDI RIKA MAHARANI
2026 · Thesis · Open Access

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stress oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Salah satu sumber antioksidan alami yang berpotensi dikembangkan adalah kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage). Simplisia kulit buah tampoi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) menggunakan metode ABTS (2,2’-azino-bis-(ethylbenzothiazoline- 6-sulfonic acid)). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium. Simplisia kulit buah tampoi diekstraksi menggunaka metode maserasi dengan pelarut n-heksan. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan kulit buah tampoi negatif terhadap senyawa alkaloid, flavonoid saponin, dan tanin, namun positif mengandung senyawa steroid dan terpenoid. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode ABTS dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 744 nm. Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa vitamin C memiliki rata-rata IC50 sebesar 1,03761 ppm yang termasuk kategori antioksidan sangat kuat, sedangkan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi memiliki nilai rata-rata IC50 sebesar 248,280 ppm dan termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat lemah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah menggunakan metode ABTS. Rendahnya aktivitas antioksidan diduga dipengaruhi oleh sifat pelarut n-heksan yang cenderung mengekstraksi senyawa nonpolar.